Selasa, 01 Desember 2009

Kambing Ceria 5



YANG GILA-GILA

Salah seorang profesor kenamaan asal Harvard University di Amerika mencoba untuk membuat sebuah rumusan tentang bertambahnya jumlah orang gila dan tidak waras akibat tekanan ekonomi yang semakin melonjak di Indonesia. Maka dengan segera Pemerintah RI yang berkompeten yakni DEPKES, untuk mengirim 50 orang gila ke Amerika sebagai bahan analisis.

Dan mereka semua diangkut ke AS dengan menggunakan pesawat tempur Herculles, setelah beberapa saat pesawat telah berada di udara, dan tiba-tiba saja pesawat yang besar tersebut jadi oleng dan tidak tentu arahnya. Dan hal ini jelas saja membuat panik sang pilot dan co-pilot nya. Hay...co-pilot, kok lo diam aja, cepet lo periksa apa yang sedang terjadi, lantas si co-pilot pun menjawab...siap boss...!

Dan tidak beberapa lama cok-pilot pun balik lagi cokpit, lapor boss, emang pada gila toh semua penumpangnya, masa main bola di dalam pesawat, sambil tawuran lagi mereka di belakang. Hah...si pilot terkejut...waduh gila juga toh orang gila, cepet lo beresin mereka semua, sebelum pesawat ini jatuh bahaya kita nya nanti, kata sang pilot pada co-pilot nya, oke..boss...jawab si co-pilot.

Dan tak lama kemudian pesawat berangsur-angsur normal kembali dalam mengudara, dan tak lama kemudian si co-pilot datang lagi ke cokpit, sembari si pilot berkata.....wah ngak salah lo jadi co-pilot gue, dan lo asisten gue yang paling handal, timpal si pilot lagi kegirangan. Lo memang hebat, sanggup ngurusin mereka semua, padahal mereka adalah orang gila dan tidak waras...hebat...hebat...puji si pilot pada co-pilot nya.

Kemudian si pilot bertanya lagi dengan nada penasaran, emangnya lo apain mereka semua itu...? kok pada diam semua....lantas dengan enteng nya si co-pilot menjawab.....tadi boss.....mereka gue suruh main bola nya di luar aja, kan lapangan nya sangat luas, dan kalian bisa sambil tawuran sepuas nya, beres kan boss.....timpal si co-pilot. Hah.....si pilot terkejut bukan alang kepalang, lo suruh mereka semua main bola di luar sana.....lantas si pilot pun berkata lagi....sudah ada yang cedera belum....? emang kenapa boss, tanya si co-pilot....? lantas si pilot pun menjawab....siapa tau aja kita bisa ikutan jadi pemain cadangan...asyik kan...? hah....si co-pilot heran......ini yang gila siapa.....ayo....tebak....?


AS BATALKAN SERANGAN

Pihak Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang dan melakukan ekspansi ke RI. Berapa kerugian yang mereka tanggung dan berapa pula keuntungan yang di raih dari pihak RI dari aksi serangan tersebut.

Saat begitu mereka memasuki kawasan Perairan RI dan ketika akan merapat kedaratan, mereka sudah di hadang oleh pihak Pabean alias Bea dan Cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam, serta peralatan perang tanpa surat ijin, dari Pemerintah RI. Ini berarti pihak AS harus menyediakan dana alias uang damai, coba aja hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak nya.

Kemudian, pada saat pihak AS mau mendirikan base camp militernya, bisa di tebak di sekitar base camp AS, pasti akan di kelilingi oleh para pedagang, dan penjual bakso, mie ayam, tukang es, sate, bakpao, lapak VCD bajakan, sampai pasar obral 3 sepuluh ribu. Belum lagi para pengusaha komidi putar, dan para artis dangdut yang seksi tak mau ketinggalan.

Kemudian, kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang di parkir di dekat base camp, tentunya akan di kenai biaya retribusi parkir oleh para petugas daerah setempat, jika dua jam pertama per kendaraan di kenakan Rp. 5.000. 00_ berapa dana yang harus di keluarkan oleh Pihak AS dari retribusi parkir saja, dan bagai mana kendaraan tank dan lapis baja yang harus di parkir selama sebulan penuh.

Belum lagi di sepanjang jalan ke lokasi base camp, mereka harus berhadapan dengan para Mr Capek yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut sumbangan suka rela dari kendaraan yang lewat, dan maklum jalan-jalan di RI masih kebanyakan yang rusak, dan kalau pun ada yang baik, paling dalam setahun sudah ada lagi yang rusak, belum lagi tidak adanya konsilidasi antara Departemen, setelah jalan baik...eh tau-tau pipa air minum bocor, dan wal hasil rusak lagi deh jalanan.

Belum lagi saat di perempatan dan lampu merah, pihak AS juga harus menyiapkan recehan, jika tank harus belok atau melewati persimpangan, mereka mau tidak mau harus menyediakan recehan buat jasa nya si Mr capek. Belum lagi Pihak AS saat di lampu merah, mereka juga harus menyediakan recehan sebagai balas jasa para pengamen jalanan, apalagi saat-saat macet total, wow tentunya jadi kelabakan.

Dan suatu kerepotan yang besar lagi, bagi rombongan pasukan AS jika harus ber konvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri oleh para pengemis jalanan dan para pengamen serta anak-anak jalanan, dan ini berarti pihak AS harus mengeluarkan dana recehan lagi. Belum lagi jika di jalan ada Polisi iseng yang udah pasti mereka kena sempret karena konvoi tampa ijin dan membuat macet jalanan. Dan dapat di bayangkan berapa uang tilang yang harus mereka keluarkan, plus uang damai di tempat.

Di base camp militer, tentara AS sudah pasti ngak bisa tidur, karena nyamuk nya gede-gede kayak vampire, belum lagi pada malam hari saat di hutan yang sepi, mereka pasti akan di kunjungi para wanita cantik yang tertawa riang dengan kesan menggoda. Harus nya tentara AS senang dan menggunakan kesempatan ini untuk beristirahat sambil bersenang-senang, tetapi kesenangan akan lenyap dan sirna seketika begitu melihat wanita yang cantik itu, ternyata memiliki lubang besar di punggung nya alias kunti.

Pagi harinya, mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak rudal kuning alias bb, yang di tembakkan penduduk setempat dari flying helicopter alias WC terapung di sepanjang daerah aliran sungai. Dan kalau pun mereka harus ke toilet atau WC Umum, mereka harus siapkan dana lagi, untuk kencing dan berak saja harus bayar Rp. 1.000_ kalau mau mandi bayar Rp. 2.000. dan cuman kentut yang tidak di pungut bayaran.

Tentara AS juga tidak bisa jauh-jauh dari peralatan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempreteli peralatan tempur yang mereka bawa. Lengah sedikit saja, tank lapis baja yang canggih pun bakal di kiloin, belum lagi para Curamnor yang siap beraksi dengan kunci T nya untuk merebut jip-jip perang mereka.

Dan yang sangat menyedihkan lagi, badan pasukan AS akan jamuran dan panu an karena tidak bisa berganti pakaian, kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan lengah sedikit saja, besok-besok pakaian mereka bakalan mejeng dan nagkring di pasar loakan dan di lapak-lapak baju bekas.

Peralatan telekomonikasi mereka juga harus di jaga ketat karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih mereka.

Dan juga mereka harus membayar sewa tanah yang digunakan untuk base camp kepada enkog, uwa, encing, para pemilik tanah. Dan selain itu mereka harus minta ijin RT/RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus dilalui dan berapa dana yang harus di sediakan sebagai uang rokok dan amplot untuk pejabat-pejabat ini.

Sedang para komandan pasukan AS juga akan kena tugas tambahan untuk mengawasi para prajurit nya yang banyak menyelinap keluar base camp untuk nonton dangdutan dengan penyanyi seksi di malam hari.

Membayang kan hal ini semua, akhirnya pihak Pentagon memutuskan UNTUK TIDAK AKAN MENYERANG RI, ini di lihat dari untung rugi yang mereka terima.......! he...he...he..RI...ghito...!