Sabtu, 26 Januari 2019

Bahagia Dunia dan Akhirat

4 golongan orang mendapat kebahagian dunia dan akhirat : عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَ صلى الله عليه وسلم قال أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيْهِنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةٍ قَلْبٌ شَاكِرٌ وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ وَبَدَنٌ عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرٌ وَزَوْجَةٌ لَا تَبْغِيْهِ خَوْناً فِى نَفْسِهَا وَمَالِهِ (البيهقي، الطبرانين أبو يعلى) الدرر المنثور. Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Bahwasannya Nabi saw. bersabda, ‘Ada empat hal yang siapa saja diberikan kepadanya berarti ia dikarunia kebaikan dunia dan akhirat: (1) hati yang senantisa bersyukur, (2) lisan yang selalu berdzikir, (3) badan yang sabar menghadapi ujian, dan (4) istri yang tidak berkhianat di dalam dirinya maupun harta suaminya.’” (H.R. Abu Ya’la, Baihaqi, dan Thabrani). Manusia adalah makhluk yang mempunyai sifat tidak pernah puas, selalu mencari kebahagiaan menurut ukurannya masing-masing. Sehingga diilustrasikan dengan suatu nasihat bijak (hadits) sebagai berikut: Nabi Muhammad SAW berkata : “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ingin memiliki lembah emas kedua ; seandainya ia memiliki lembah emas kedua, ia ingin memiliki lembah emas yang ketiga. Baru puas nafsu anak Adam kalau sudah masuk tanah. Dan Allah akan menerima taubat orang yang mau kembali kepada-Nya.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim) Padahal kehidupan di dunia ini hanyalah sementara sedangkan di akhirat kekal abadi. Tidak salah bila solusi terbaik baik setiap problematika manusia berujung pada agama, yang meyakini bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan materi dan tidak hanya dengan akal saja. Sejalan dengan hal ini bila tujuan kebahagiaan manusia telah diluruskan menjadi tujuan yang hakiki, kebahagiaan dunia dan akhirat dijaminkan atas dirinya. Ada resep bagi orang-orang yang beriman (meyakini hari akhirat) untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat yaitu: 1. Hati yang bersyukur. Sifat manusia yang tidak pernah puas itu mendorong manusia untuk terus-menerus mengejar dunia meskipun sebagian besar kenikmatan duniawi telah dicapai. Padahal tidak ada jaminan bagi siapapun yang telah mendapatkan kenikmatan dunia akan mendapati kebahagiaan, contohnya seseorang yang dulunya pas-pasan sehingga ke mana-mana naik motor berdua dengan istrinya. Setelah sukses dan bisa membeli mobil, masing-masing pergi dengan mobilnya sehingga akhirnya bercerai karena suatu sebab. Tinggallah penyesalan, “Mending dulu ya waktu masih susah rukun dengan istri/suami …” Lain dengan orang yang hatinya bersyukur, akan muncul sifat qona-ah (merasa cukup dengan yang dimiliki dan tidak dengki dengan kelebihan orang lain) sehingga tidak mudah tergoda bisikan setan yang mendorong untuk mendapatkan kenikmatan dengan cara yang keliru. Meskipun hidup dalam kekurangan, ketika hati bersyukur tidak merasa susah karena kebahagiaan hakiki adanya di hati. 2. Lisan yang selalu berdzikir (mengingat Allah). Sumber malapetaka manusia salah satunya bersumber dari lisannya. Ketika seseorang tidak bisa mengendalikan lisannya maka kecelakaanlah yang akan didapatkannya. Namun sebaliknya, bila lisan selalu digunakan untuk kebaikan dan banyak mengingat Allah, maka kebahagiaan akan didapati meskipun dalam kondisi apapun. Lisan yang digunakan untuk beribadah dan saling menasihati untuk kebaikan akan memberikan manfaat bagi pemiliknya, di dunia maupun di akhirat. Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya, karenanya lisan yang digunakan untuk memperbanyak berdoa adalah sikap terbaik bagi setiap manusia. Karenanyalah kebahagiaan dunia dan akhirat akan diperoleh. 3. Badan yang sabar dengan cobaan. Badan adalah nikmat yang Allah berikan kepada setiap manusia, dengannya manusia menggapai harapan kebahagiaannya di dunia. Sayangnya tidak jarang manusia menggunakannya juga untuk bermaksiat, sehingga meskipun ia mendapatkan kenikmatan tetapi hakikatnya akan menjerumuskan ia ke dalam jurang kenistaan. Setan selalu menggoda manusia untuk menggunakan badannya untuk bermaksiat, karena dengannya ia akan mendapat kemenangan. Contohnya ketika seseorang kesurupan dan dibacakan ayat-ayat Al Qur-an maka setan akan mencoba bertahan dalam tubuh yang kesurupan. Tetapi ketika seseorang memberinya sesaji dan setan itu pergi darinya maka kemenangan yang didapati hakikatnya adalah kalah karena mengikuti kemauan setan. 4. Istri atau Pasangan yang sholih dan tidak banyak menuntut. Setiap manusia diberikan pasangan hidup untuk meraih ketenangan hidup. Pasangan yang terbaik bukanlah pasangan yang cantik/ganteng, kaya, dan berkedudukan tinggi melainkan pasangan yang sholih yang memberikan ketentraman lahir batin. Ilustrasinya, istri yang sholihah adalah istri yang pengertian dan sabar. Istri yang ketika suaminya pulang kerja tidak langsung menanyakan tentang upah sang suami, tetapi lebih pada memberikan servis terbaik untuk suami. Demikian juga suami, yang ketika pulang kerja tidak melampiaskan rasa kesal atau capeknya kepada istri. Meminta yang sewajarnya dan tidak berlebihan, memahami bahwa istri di rumah tidak berarti tidak capek apalagi yang sama-sama bekerja. Suami yang tidak segan membantu meringankan pekerjaan rumah, tidak menyerahkan semua urusan itu kepada istri. Pasangan yang sholih inilah yang akan menemani kita di dunia dan juga hingga di akhirat, karenanya tidak salah bila mesti saling mendukung untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki. Published by الحج محمد هرتاني /١٥/٥/٢٠١٦م

Ka'bah dan Rahasia

Berikut hal merupakan keajaipan yang kurang diketahui tentang struktur Ka'bah dari sudut ilmiah : Mekah adalah daerah yang memiliki gravitasi paling stabil.Tekanan gravitasinya tinggi, dan di situlah berpusatnya kebisingan yang membangun yang tidak bisa didengar oleh telinga.Tekanan gravitasi yang tinggi berdampak langsung pada sistem kekebalan tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala serangan penyakit.Gravitasi Tinggi = elektron ion negatif yang berkumpul di situ tinggi.Apa yang dimaksudkan di hati adalah gema yang tidak bisa didengar tetapi bisa terdeteksi frekuensinya. Pengaruh elektron menyebabkan kekuatan dalaman.kembali tinggi, penuh semangat untuk melakukan ibadah, tidak ada sifat putus asa, mau terus hidup, penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.Gelombang radio tidak bisa mendeteksi posisi Ka'bah.Bahkan teknologi satelit pun tidak bisa meneropong apa yang ada di dalam Ka'bah. Frekuensi radio tidak mungkin dapat membaca apa-apa yang ada di dalam Ka'bah karena tekanan gravitasi yang tinggi.Tempat yang paling tinggi tekanan gravitasinya, memiliki kandungan garam dan aliran sungai di bawah tanah yang banyak. Sebab itulah jika shalat di Masjidil haram meskipun di tempat yang terbuka tanpa atap masih terasa dingin.Ka'bah bukan sekadar bangunan hitam empat persegi tetapi satu tempat yang ajaib karena di situ pemusatan energi, gravitasi, zona magnetisme nol dan tempat yang paling dirahmati.Tidur dengan posisi menghadap Ka'bah secara otomatis otak tengah akan terangsang sangat aktif hingga tulang belakang dan menghasilkan sel darah.Pergerakan mengelilingi Ka'bah arah lawan jam memberikan energi hidup secara alami dari alam semesta. semua yang ada di alam ini bergerak sesuai lawan jam, Allah telah menentukan hukumnya begitu.Peredaran darah atau apa saja di dalam tubuh manusia menurut lawan jam. Justru dengan mengelilingi Ka'bah sesuai lawan jam, berarti peredaran darah di dalam tubuh meningkat dan sudah tentu akan menambah energi. Sebab itulah orang yang berada di Mekkah selalu bertenaga, sehat dan panjang umur.Sedangkan jumlah tujuh itu adalah simbolik ke tidak terhingga banyaknya. Angka tujuh itu berarti tidak terhadap atau terlalu banyak. Dengan melakukan tujuh kali putaran sebenarnya kita mendapat ibadah yang tidak terhadap jumlahnya.Larangan memakai topi, songkok atau menutup kepala karena rambut dan bulu roma (pria) adalah ibarat antena untuk menerima gelombang yang baik yang dipancarkan langsung dari Ka'bah. Sebab itu lah setelah melakukan haji kita seperti dilahirkan kembali sebagai manusia baru karena segala yang buruk telah ditarik dan diganti dengan nur atau cahaya yang baru.Setelah selesai semua itu barulah bercukur atau Tahalul. Tujuannya untuk melepaskan diri dari pantang larang dalam ihram. Namun rahasia di sebaliknya adalah untuk membersihkan antena atau reseptor kita dari segala kekotoran agar hanya gelombang yang baik saja akan diterima oleh tubuh. Website Published by hm_hartani

Senin, 21 Januari 2019

Siti Khadijjah Ra

Dia menjadi wanita pertama yang mengakui kenabian Muhammad. Siapa tak kenal sosok Khadijah, perempuan agung istri pertama Rasulullah. Beliaulah ibu para mukminin hingga akhir zaman. Keteguhannya dalam agama tak perlu dipertanyakan. Kesetiaannya pada sang suami tak usah diragukan. Ia menjadi wanita pertama yang memeluk Islam, mendukung suaminya. Bahkan, ia merelakan hartanya di jalan dakwah. Tak heran jika Khadijah merupakan salah satu wanita agung sepanjang sejarah. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Dia lahir di Makkah pada 556 Masehi, putri pasangan Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah, dari kabilah Bani Asad suku Quraisy. Ayah Khadijah dikenal sebagai seorang pemimpin yang populer di kalangan Quraisy. Ia merupakan seorang pengusaha yang wafat dalam pertempuran Fujjar. Nasab Khadijah dari pihak ayah berhimpun pada nasab kakek Rasulullah yang keempat, yakni Qushai bin Kilab. Hidup di tengah keluarga kaya, Khadijah dibesarkan dalam kemewahan. Azti Arlina dalam Belajar Bisnis Kepada Khadijah menyebutkan, Khadijah lahir dari keluarga bangsawan Quraisy. Ia besar di kalangan keluarga yang memiliki pencarian hidup sebagai pedagang besar. Ia juga pernah mendapatkan warisan dari harta dua suaminya yang telah wafat. Tapi, semua kekayaan tersebut tidak membuat seorang Khadijah hanya duduk santai menikmati kekayaan. Sebaliknya, Khadijah begitu ulet dalam berbisnis, sehingga namanya diperhitungkan pada zamannya sebagai pengusaha sukses. Suami pertama Khadijah, yakni Abu Halah Malak bin Nabash bin Zarrarah At-Tamimi. Bersama sang suami, Khadijah mebuat bisnis yang besar. Sayangnya, sang suami meninggal dunia. Khadijah pun mendapat warisan yang besar. Dari pernikahan dengan Abu Halah, Khadijah dikaruniai dua anak, yaitu Hindun dan Halah. Keduannya merupakan sahabat Rasulullah. Hindun bahkan seorang rawi yang banyak meriwayatkan hadis Rasul. Setelah menjanda beberapa lama, Khadijah kemudian menikah lagi dengan Atique bin Aith bin Abdullah Al-Makhzumi. Tapi, dalam mengarungi rumah tangga dengan suami keduanya Khadijah memiliki banyak ketidakcocokan hingga akhirnya bercerai. Dari pernikahan kedua ini Khadijah sempat melahirkan seorang anak perempuan bernama Hindah. Dari putrinya ini, keturunan Khadijah menyebar di Madinah yang dikenal Bani Thahirah (keturunan wanita suci). Tapi, keturunan tersebut terputus. 21/05/1439h