
kambing in relegi
DALAM RAYUAN BERBISA
But human being which attend to world bring damage missi, even if aware of existence of power above which look, remain to cope getting an impression him. They continue searching for people believe in to become doubt. All religion antagonist don’t desist strive change. Even they tend to have altered activity responsibility become its ideology, becoming its The infinite.....!
Semakin tua umur dunia ini, semakin cantik dan indah saja rasanya hidup di dalamnya, kemajuan jaman dan peradaban yang sudah tidak terbendung, serta semakin cepatnya arus informasi dan tekhnologi. Kadang membuat manusia semakin terlena dan terbuai di buatnya sehingga lupa dan tinggi hati. Manusia terus berupaya dengan segenap tenaga untuk menjadikan dunia ini menjadi indah dan menawan. Sejak dahulu ajaran agama ini selalu mendapat perlawanan aktif dari para penentangnya. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari sekedar mencibir, mengolok-olok, mengadu- domba, sampai kepada menantang secara terang -terangan akan kekuasaan Allah SWT. Mereka telah berani menggoyang dan merongrong wilayah kekuasaan Allah dengan berbagai cara yang di akal-akali, na'udzubillah.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ( qs : Al Baqarah : 120 )
Kelompok yang masuk kategori terakhir ini belakangan semakin aktif dan opensif dengan memasuki jaring-jaring ilmiah dan tekhnologi. Ilmu dan teknologi di zaman ini telah dimanfaatkan pula untuk kepentingan-kepentingan itu. Keilmuan telah mereka pergunakan sedemikian rupa untuk melakukan missi pengikisan Tauhid dengan cara yang paling kontemporer, dengan langkah yang mudah dipahami oleh manusia yang kini hidup di zaman global. Dahulu ketika komputer hadir untuk pertama kali, masyarakat awam sempat dibuat terperangah. Perangkat lunak yang sekarang telah dikenal luas di tengah masyarakat itu konon akan pandai membaca nasib manusia. Menerjemahkan nasibnya di hari esok, dengan memainkan keyboard, manusia bisa memprediksi masa depannya. Bahkan ramalan jodoh dan percintaan, serta peluang-peluang bisnis yang akan menguntungkan sudah tergambar di sana. Bagaimanakah kenyataan yang terjadi selanjutnya....? Komputer yang menawarkan program ramalan-ramalan seperti itu kini malah menjadi barang cibiran. Setidaknya program ramalan seperti itu lebih terkesan sebagai bagian dari program dan propaganda dusta, hanya pembote saja, istilah anak sekarang.
“Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. ( qs : Al Maidah : 3 )
Memang untuk kepentingan-kepentingan menyelesaikan persoalan sesuai dengan bidangnya, komputer menjadi jago. Bahkan sang juara dunia catur berkali-kali Garry kasparov-pun akhirnya ditundukkan oleh Deep Blue-nya IBM. Tetapi untuk sesuatu yang tidak menjadi bagiannya, maka komputer tidak bisa melakukan apa-apa. Perhitungan-perhitungan manusia yang dibantu komputer pun tetap tidak bisa menjamin hasil akan sesuai dengan prediksi awal. Betapa sering terjadi kecelakaan pesawat terbang misalnya. Sekalipun sejak berangkat pesawat dinyatakan sehat, dan layak terbang. Kejadian-kejadian di luar jangkauan manusia itu bisa saja terjadi secara tiba-tiba. Terlalu banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, yang kadang untuk gampangnya disebut sebagai faktor X. Faktor-faktor X itu sebenarnya merupakan peringatan bagi manusia, bahwa masih ada kekuasaan di atas kekuasaan mereka, itulah kekusaan Allah SWT Tuhan seru sekalian alam.
“Orang-orang Yahudi berkata : Tangan Allah terbelenggu, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. ( qs : Al Maidah : 64 )

Tetapi manusia-manusia yang hadir ke dunia membawa missi kerusakan, sekalipun sadar akan adanya kekuasaan di atas yang nampak, tetap berupaya mengesankannya tidak ada. Mereka terus mengotak-atik agar umat beragama menjadi ragu. Para penentang agama tidak henti-hentinya melakukan upaya perongrongan. Bahkan mereka bekerja sangat keras tidak kenal berhenti. Kalau kita memanfaatkan waktu hanya 8 sampai 12 jam sehari untuk bekerja, mereka menganggap waktu yang 24 jam itu tidak cukup untuk mewujudkan keinginannya. Waktu sehari bagi mereka sangatlah sempit, diantaranya mereka bahkan bangga memperoleh gelar sebagai penggila kerja atau workaholik, kerja adalah segala-galanya. Bahkan mereka cenderung telah mengubah tanggung jawab kerja menjadi ideologinya, menjadi Tuhannya. Dan kini mereka kembali melempar isu bahwa jiwa atau roh manusia juga mulai dapat ditebak kapan berakhirnya. Kematian bukan lagi sebuah rahasia Tuhan, dengan teknologi mereka seolah hendak berolok-olok tentang Tuhan.
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah : Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. ( qs : Al Isra’ : 85 )
File data tentang ruh milik Tuhan seolah telah mereka curi, kemudian dengan lantang mereka memproklamirkan nya. Dengan bahasa keangkuhan mereka tertawa sambil menepuk dada yang penuh dengan kedustaan. Bahwa Tuhan telah mati bersama mitos-mitos sesembahan selama ini, melalui itu mereka menginginkan kaum muslimin secara peerlahan-lahan mengubah keyakinannya. Setidaknya sasaran yang paling mudah disentuh adalah kalangan remaja muslim yang jumlahnya makin banyak di negeri ini. Mereka lah ladang yang subur untuk menanam benih pemurtadan. Usia pertumbuhan mereka sangat rentan terhadap rumor-rumor ideologi yang menyimpang itu. Mereka telah dibikin lupa oleh syaitan tentang jati diri yang sebenarnya sebagai makhluk ber Tuhan. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa untuk mengingat Allah.
“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). ( qs : Al An’aam : 68 )
Konon juga dunia hiburan dan dunia malam seolah membuat lupa, dengan maraknya club-club malam, clubbing, serta tuntunan yang berbau fornografi serta pornoaksi, dan syair-syair yang menghentak seolah membuat lupa akan dirinya sendiri. Tidak ada alasan apa pun yang dapat dipakai, kalau segala sesuatunya sudah bertentangan dengan norma agama, meski pun dengan alasan seni dan budaya, agama tetap melarangnya. Tidak ada yang dapat menikmati untaian syair tersebut dengan perasaan nikmat, selain mereka yang sudah ke syetanan. Semakin ngawur maknanya, akan semakin membuat mereka berbunga-bunga. Girang dan tawa riang menjadi ciri khasnya. Berjingkrak-jingkrak dan berhura-hura menjadi penyedapnya. Fisik dan jiwa mereka sudah dikendalikan oleh pengaruh-pengaruh syaitan yang bersemayam dalam hati dan pikirannya. Sungguh sedikit sebenarnya ilmu yang dimiliki manusia, karena sedikitnya manusia sering dibuat pusing oleh masalah yang diciptakannya sendiri. Tidak jarang manusia dibuat pusing tujuh keliling dengan masalah yang sangatlah sederhana, menyangkut kebutuhan hidupnya, masalah pribadi, keluarga, sampai pada tingkat kekuasaan, misalnya. Namun seiring dengan itu bila manusia menemukan sesuatu, melahirkan gagasan tertentu, tiba-tiba ia akan tampil sebagai Tuhan, sebagai makhluk yang superior, seolah-olah dirinya lah yang terbesar, terbaik, dan termulia.

“Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim. ( qs : Al Baqarah : 145 )
Mereka para perongrong ajaran aqidah sering melewati celah ini untuk menggoda agar kaum muslimin meninggalkan pos keyakinannya. Bahwa manusia memang besar, serba bisa. Sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, pernyataan yang penuh bisa, ini diharapkan membuat kaum muslimin lengah dan lepas dari keyakinannya dengan tampa kita sadari. Mengahadapi hal yang seperti ini, kita hendaklah kembali ke jalan yang lurus.