Jumat, 06 November 2009

Hehan Dan Hak Azasi


Hak Azasi Hewan

Dalam Islam, bukan saja hak azasi manusia yang dihormati. Hak binatang juga dihormati. Sebelum ini tidak ada orang yang berfikir tentang hak-hak hewan piaraan, tapi Islam memberi perhatian yang cukup besar.

“Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (qs : Al An’am : 142)

Seorang pelacur - sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari - bisa masuk surga hanya karena ia menolong seekor anjing yang hampir mati kehausan. Ia lepaskan sepatunya lalu diikatkan dengan kerudungnya, dan diambilnya air dari sumur, lalu diminumkannya kepada anjing tersebut. Dengan begitu dosanya diampuni dan akhirnya masuk surga.

Sebaliknya ada orang beriman yang masuk neraka hanya gara-gara lalai dalam memberikan makanan kepada hewan piaraannya. Suatu ketika orang tersebut pergi meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama. Ia kunci seluruh pintu rumahnya sehingga kucing yang dipeliharanya tidak bisa keluar. Orang tersebut lupa menyiapkan makanan yang cukup buat hewan piaraannya. Akhirnya hewan tersebut mati karena kelaparan.

Dalam satu kesempatan Rasulullah bersabda, "Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah". (HR. Bukhari)
Jika kepada hewan saja Islam memberi porsi perhatian yang cukup besar, bahkan bisa menentukan nasib baik buruknya di akhirat, surga atau neraka, apalagi terhadap sesama manusia. Logikanya, Islam sangat besar menaruh perhatian dalam soal kemanusiaan.

Sayang, propaganda murahan yang disebarkan oleh kaum orientalis dan kaum missionaris untuk kepentingan missi mereka telah diterima mentah-mentah oleh bangsa Barat. Akibatnya kacamata mereka selalu hitam bila mendengar kata Islam. Pandangannya negatif dulu bila berhubungan dengan Islam.

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (qs : Al Baqarah : 109)

Memang - dan ini patut disyukuri - ada juga kalangan lain di Barat yang tidak seperti itu. Ada kalangan yang mengalami perubahan, mau belajar Islam dari sumber aslinya, al-Qur'an dan as-Sunnah. Dengan dukungan buku-buku bacaan karangan tokoh dan pemuka Islam, banyak di antara mereka yang mengerti dan cukup memahami ajaran Islam. Ada sebagian yang kemudian masuk Islam, ada yang sekedar bersimpati, ada pula yang telah berubah pandangannya, dari negatif menjadi positif. Namun kabar menggembirakan ini masih belum mampu mengubah pandangan mayoritas, sehingga yang muncul dan menjadi kebijakan negara tetap serba negatif.

“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami." Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (qs : Al An’am : 136)

Kembali pada soal hak-hak hewan, Islam memberi penjelasan yang panjang lebar. Pada tulisan ini hanya dibatasi pada hewan tunggangan, seperti unta, keledai, kuda, dan sebagainya. Hewan-hewan ini mempunyai hak atas tuannya.

“Dan mereka mengatakan : "Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki", menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan. Dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (qs : Al An’am : 138-139)

Pertama, apabila ia menghentikan perjalanan, maka hak hewan adalah mendapatkan makanan. Sebagaimana diketahui bahwa hewan tunggangan ini jenis binatang memamah biak, dimana hari-harinya disibukkan dengan makan. Jika makanan di luar telah habis, maka ia kembali memamah makanan yang telah ditelannya. Betapa sengsaranya hewan itu bila makanan di luar tidak tersedia, sementara makanan yang didalam sudah lumat semua.

Prinsipnya, semua hewan hendaknya mendapat makanan yang cukup. Sudah bisa dikatakan zhalim bila seseorang membiarkan hewannya kelaparan.
Kedua, bila melewati air, ia harus diberi minum. Unta adalah salah satu hewan tunggangan yang paling populer di kalangan bangsa Arab. Hewan ini termasuk ajaib, sehingga namanya disebut dalam al-Qur'an agar manusia merenungi keajaibannya. Salah satu keajaiabannya adalah kemampuan unta untuk menyimpan persediaan makan dan minum dalam jumlah yang besar. Karenanya, bila sudah minum unta tersebut bisa diajak melakukan perjalanan yang amat jauh dengan menempuh waktu berhari-hari.

Dalam kaitannya dengan binatang jenis ini, Rasulullah memerintahkan agar setiap kali hewan ini melewati sumber air, hendaknya diberi minum. Dengan begitu persediaannya selalu cukup, tidak sampai kehausan. Adapun binatang selain unta, maka haknya adalah mendapatkan minuman kapan saja ia haus. Karenanya, pemilik hewan ini harus selalu siap memberi minum. Ibarat mobil, ia tak boleh sampai kehabisan bensin.
Tentang pemberian makan dan minum pada hewan tunggangan ini, ummat Islam hendaknya hati-hati. Jangan sampai mengabaikannya, karena menganggap bahwa hewan-hewan itu tergantung belas kasih tuannya. Salah satu hadits, menyitir perkataan Rasulullah menyebutkan, Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Ketiga, kepala hewan tak boleh dilukai. Bagi pengendara hewan tunggangan, melecut hewannya dengan sedikit pukulan adalah suatu yang biasa, dan ini dibenarkan. Termasuk memberi pelajaran agar si hewan patuh pada perintah tuannya. Akan tetapi jika sampai memukul kepala hewan, itu sudah merupakan pelanggaran. Kepala adalah bagian vital yang tak boleh diperlakukan sembarangan.

Sama dengan manusia, bagian kepala merupakan inti dari semua organ tubuhnya. Bahkan kepala merupakan kehormatan. Seorang tidak pernah rela bila kepalanya diinjak, atau ditempeleng. Itu merupakan penghinaan. Jika demikian halnya pada manusia, maka pada hewanpun berlaku hukum yang sama. Hendaknya pemilik hewan tidak memukul bagian kepala hewannya, betapapun kesalahannya.

Keempat, bila seseorang pengendara hewan tunggangan terlibat dalam percakapan yang cukup lama, maka hendaknya ia turun. Dilarang duduk di atas punggung binatang pada saat percakapan berlangsung cukup panjang.

Islam sangat menghargai hewan, sehingga manusia hanya diperbolehkan memanfaatkannya sepanjang hal itu diperlukan. Boleh saja kita menyembelih hewan ternak, asal dilakukan dengan cara yang benar dan dagingnya dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia.

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. ( qs : Al An’am : 121)

Demikian halnya manusia boleh menggunakan hewannya untuk kendaraan, tapi jika sudah sampai di tempat tujuan, hendaknya segera turun agar hewan tersebut dapat beristirahat, lepas dari beban. Hal ini juga berlaku jika kita hendak bercakap-cakap yang agak panjang, lebih baik turun. Ini semua merupakan bentuk kasih sayang kepada sesama makhluk Allah yang bernyawa, yang punya rasa sakit, lelah, dan payah.
Kelima, hewan tunggangan tidak boleh diberi muatan yang melebihi kemampuannya. Allah menciptakan hewan dan segala isi bumi ini untuk memenuhi kepentingan manusia. Allah mempersilakan manusia menggunakan segala yang tersedia menurut kesukaannya. Akan tetapi Allah juga memberikan batasan-batasannya, sebab manusia adalah makhluk yang diserahi tugas dan tanggungjawab sebagai khalifah.

Seorang khalifah tidak saja pandai menggunakan apa yang telah disediakan Allah SWT, akan tetapi ia juga mampu memelihara, merawat, dan mengaturnya. Ia tahu ukuran-ukuran, dan memanfaatkan segala sesuatunya sesuai dengan ukuran tersebut.
Bila seekor hewan tunggangan hanya mampu mengangkat setengah ton, maka ia jangan diberi beban satu ton. Bila dilakukan, maka hal tersebut sudah merupakan kezhaliman. Kita harus punya belas kasih kepada hewan.

Banyak diantara pedagang ayam yang menjejali kandangnya sampai berimpitan. Tidak jarang ayam-ayam itu mati di perjalanan karena tak bisa bernafas. Sungguh kasihan.
Keenam, seseorang tidak boleh memaksakan hewan tunggangannya menempuh jarak yang di luar kemampuannya. Bila seekor kuda hanya mampu menempuh jarak 100 Km dalam seharinya, maka jangan dipaksa untuk menempuh jarak 200 Km. Ini suatu kezhaliman juga. Berilah tenggang waktu yang cukup agar hewan itu bisa beristirahat untuk kemudian berangkat lagi.

Termasuk perbuatan aniaya adalah memaksa hewan menempuh kecepatan yang tinggi sekedar untuk menyenangkan tuannya. Adu kekuatan fisik dengan saling menabrakkan jelas merupakan perbuatan haram. "Rasulullah melarang mengadu antara hewan-hewan ternak." kata Abu Dawud meriwayatkan.

“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah: "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa. (qs : Al An’an : 146-147)

Adapun mengadu kecepatan, jika hal itu dimaksudkan untuk lomba ketangkasan, masih bisa dibenarkan. Akan tetapi jika kemudian yang terjadi adalah pemaksaan, apalagi sampai menyakiti, maka jelas menjadi terlarang. Banyak orang yang berbuat sadis ketika melakukan kerapan sapi, misalnya. Hendaknya mereka ingat sabda Rasulullah, "Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis." (HR. Bukhari).

Kambing Ceria 2


SOPIR TAXSI

Karena ada kerjaan yang mau tidak mau harus di kerjakan dan tidak dapat ditinggalkan, maka si kelinci harus bekerja sampai larut malam alias lembur di kantornya. Dan ketika si kelinci ingin pulang, dia menyetop sebuah taksi untuk mengantarnya pulang. Lantas si kelinci pun berkata......Jl Gatot Subroto ya pak.....!
Sopir taksi itu pun hanya mengangguk, dan selama dalam perjalanan tidak terjadi percakapan antara si kelinci dengan sopir taksi tersebut. Karena si kelinci merasa tubuhnya terasa capek akibat bekerja seharian dan sampai larut malam. Setengah jam kemudian keheningan terjadi, sampai si kelinci kemudian ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi, dengan maksud menghentikan taksi, sesaat untuk mengambil uang di ATM di sekitar tempat tersebut. Lalu si kelinci menepuk pundak sopir taksi tersebut.

Dan tidak disangka-sangka setelah si kelinci menepuk pundak sopir taksi tersebut, ia secara membabi buta membanting setirnya kekanan dan kekiri sambil berteriak-teriak histeris, dan sampai akhirnya sopir taksi tersebut menabrak sebuah pohon, dan untungnya sopir taksi dan si kelinci tersebut tidak mengalami luka parah yang serius. Dan sopir taksi tersebut pun minta maaf pada si kelinci.

Maaf ya mbak....kata sopir taksi tersebut, mbak ngak apa-apa kan....? tanya nya lagi, mbak sih...pakei nepuk pundak segala.....jadinya saya kaget....kata sopir taksi itu lagi. Lho....masa di tepuk pundak saja kaget.....sahut si kelinci. Soalnya ......jawab sopir taksi......hari ini adalah hari pertama saya jadi sopir taksi, emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa sih......? tanya si kelinci. Ya mbak....jawab sopir taksi.......selama 15 tahun ini saya jadi sopir mobil jenazah.........hah...si kelinci kaget... pantesan.....!



JOKI KUDA


Si kambing yang seorang joki, jagoan pada balapan kuda, pada suatu ketika hendak bertarung pada sebuah kejuaraan balapan kuda. Karena sesuatu dan lain hal, si kambing terpaksa harus mengendarai kuda baru, persis di menit-menit terakhir ketika perlombaan akan di mulai. Si pelatih kuda kemudian menemuinya sebelum pertandingan tersebut. Kuda ini hebat lho.....kata pelatih kuda tersebut. Yang kamu perlu ingat adalah ketika kuda ini mau melompat, berteriaklah sekencang-kencangnya di telinganya, asyik broooo....dan jika itu kamu lakukan, kamu pasti bakalan sukses dan bisa jadi juara....timpal si pelatih kuda itu lagi.

Si kambing pun terpikir, bahwa itu ide paling gila yang ia pernah dengar, namun karena pertandingan akan segera di mulai, si kambing pun tidak sempat lagi bertanya-tanya. Dan beberapa saat kemudian pertandingan pun di mulai, dan seluruh kuda pun langsung berpacu di arena balapan kuda tersebut. Ketika menjelang rintangan pertama, di mana kudanya si kambing harus melompat melalui palang rintang, si kambing setengah hati menerapkan saran dari si pelatih kuda tersebut, dan akibatnya kudanya pun menabrak rintangan tersebut dan si kambing pun jatuh terpental dari atas kuda itu.

Si kambing yang pantang menyerah ini pun, ia dengan cepat kembali menaiki kuda tersebut dan terus memacunya, untuk melanjutkan pertandinganya. Dan pada saat putaran kedua, si kambing kembali melompati rintangan tersebut, dan si kambing pun ingat akan pesan dari pelatih kuda tersebut, namun si kambing hanya berbisik pada kuda yang ia tunggangi itu sambil berkata....asyik bro.....dan tak lama kemudian si kambing menabrak halang rintang untuk yang kedua kalinya, dan serta merta saja tubuhnya pun terpental dari atas kuda tersebut. Namun si kambing tak mau menyerah begitu saja, ia dengan sigap langsung menaiki kuda nya dan kembali dan melanjutkan perlombaan tersebut.

Si kambing yang tidak mau mengulang dua kesalahan pertama, pada saat di rintangan pada putaran berikutnya, si kambing berteriak sekeras-kerasnya di telinga si kuda.....asyik broooo........dan si kuda dengan sigap melompat halangan tersebut dan berhasil melewatinya. Perlombaan berlangsung terus, dan walaupun kuda si kambing termasuk tangguh, kegagalan di dua lompatan tersebut membuat mereka harus puas berada pada posisi kedua. Si pelatih kuda pun tidak puas akan hasil pertandingan tersebut, kemudian ia bertanya pada si kambing, tentang kesalahan apa yang terjadi sehingga kuda nya gagal melewati dua halang rintang pada saat putaran pertama dan kedua.

Lantas si kambing yang tidak mau kalah ini pun berbual.......tidak ada yang salah pada diri saya jawab si kambing. Ini gara-gara kuda budeg ini......! jawab si kambing......tuli maksud mu tanya si pelatih kuda tersebut, lantas si pelatih kuda itu pun berkata lagi......sebenarnya kuda ini tidak tuli tapi buta tau.....makanya kamu saya suruh teriak ....asyik broo.....pada saat kamu melewati halang rintang....hah si kambing kaget....jadi kuda ini tidak budeg tapi buta.......sialan lho....!



ULTAH NIKAH


Si keledai dan istrinya tengah merayakan hari ulang tahun pernikahanya, kelanggengan pasangan ini menjadi buah bibir di kota di mana mereka tinggal. Seorang wartawan kemudian mewawancarainya untuk menguak dan mencari tau rahasia kelanggengan perkawinanya tersebut.

Kemudian istri si keledai pun bercerita......ini di awali dari bulan madu kami, kami mendaki gunung dengan membawa seekor kuda untuk mengangkut barang-barang kami. Saat kami baru berjalan, kuda itu pun terpeleset dan jatuh. Melihat itu, maka suami saya si keledai langsung berkata.....itu adalah yang pertama. Dan kemudian kami pun melanjutkan perjalanan sampai kemudian kuda tersebut terjatuh lagi, kemudian suami saya pun berkata lagi.....ini adalah yang kedua. Terus kemudian kami pun berjalan sampai beberapa kilometer, sampai kemudian kuda tersebut pun jatuh untuk yang ketiga kalinya. Dan melihat akan hal itu, maka suami saya si keledai pun langsung mengambil pistol dari dari kantongnya dan menembaknya sampai kuda tersebut mati. Dan waktu itu saya langsung protes pada suami saya atas kelakuanya tersebut, tapi malah dia melihati saya dan berkata.....protesmu tadi.........itu adalah yang pertama......! hah apa hubunganya wartawan keheranan.

Dosa



D o s a


Selepas perang Hunain, Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya singgah di suatu tempat yang amat tandus. Di saat itu beliau memerintahkan kepada para sahabat untuk mengumpulkan apa saja, mulai dari batang-batang kayu, tulang-belulang, hingga rontokan gigi. Dalam waktu sekejap mereka berhasil menghimpun barang-barang tersebut hingga menumpuk menjadi onggokan besar. Saat itulah Rasulullah bersabda, "Tidakkah kalian melihat benda-benda ini ? Sama halnya dengan dosa-dosa yang terkumpul pada diri seseorang di antara kalian. Karena itu hendaknya orang takut kepada Allah, janganlah ia berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, karena semuanya akan dihitung." Terhadap dosa besar kita selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghindarinya, tapi terhadap dosa kecil kita sering mengabaikannya. Padahal himpunan dosa kecil bisa juga menjadi onggokan besar, bahkan menggunung.

Bila seseorang disodori segelas racun, tentulah ia berusaha untuk menjauhi. Ia tak akan menyentuhnya sama sekali, apalagi meminumnya. Bahaya racun itu tampak di depan mata. Akan tetapi terhadap racun-racun kecil yang menempel pada makanan yang terbuka, atau terdapat pada piring-piring yang kotor, atau pada tangan-tangan yang kurang bersih jarang diperhitungkan. Padahal justru yang kecil-kecil ini yang akan menjadi kanker ganas atau penyakit yang sangat membahayakan kesehatan.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong. (qs : Ali Imran : 21-22)

Diceritakan bahwa ada sebatang pohon raksasa yang sudah tumbuh sejak empat ratus tahun yang silam. Dalam umur yang sepanjang itu, pohon tersebut berkali-kali disambar petir, dan tak terhitung lagi terkena serbuan hujan salju, badai dan topan. Akan tetapi pohon itu tetap tegak berdiri seperti gunung yang enggan berbegser.
Pada suatu ketika datanglah segerombolan kumbang. Kerabat serangga itu memakan bagian dalam kulitnya dan perlahan tapi pasti menghancurkan inti kekuatannya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama pohon tersebut tumbang, rata dengan tanah.

“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (qs : Al An’am : 120)

Terlalu naif jika sampai terjadi, seorang mukmin menjadi pemuja berhala. Syirik besar ini paling mudah dihindari. Ia adalah dosa besar yang tidak diampuni Tuhan, kecuali dengan taubat sebelum mati. Akan tetapi terhadap syirik kecil, mudah sekali orang tersandung. Riya', misalnya sangat gampang hinggap pada diri kita. Padahal yang demikian itu termasuk syirik kecil. Kita tidak mau memuja berhala tapi memuja diri kita sendiri, apa bedanya?

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam la'nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (qs : Al Baqarah : 160-163)

Dalam riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad SAW. "Berdoalah kepada Allah agar Ia menjadikan Shafa ini gunung mas, sehingga kita dapat memperkuat diri melawan musuh." Maka Allah menurunkan wahyu kepadanya (S. 5: 115)

untuk menyanggupi permintaan mereka dengan syarat apabila mereka kufur setelah dipenuhi permintaan mereka, Allah akan memberikan siksaan yang belum pernah diberikan kepada yang lain di alam ini. Maka bersabdalah Nabi SAW: "Wahai Tuhanku, biarkanlah aku dengan kaumku, aku akan ajak mereka sehari-demi sehari." Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 164) yang menjelaskan mereka meminta Shafa dijadikan emas, padahal mereka mengetahui banyak ayat-ayat (tanda-tanda) yang luar biasa dari pada itu.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sanadnya baik dan maushul, yaitu hadits yang sanadnya tidak terputus sampai kepada Nabi SAW).

Pada kesempatan haji Wada', beliau mengingatkan manusia, "Wahai manusia, sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumi kalian ini selamanya. Akan tetapi ia cukup senang bila kalian melakukan dosa yang lain, berupa perbuatan-perbuatan durhaka. Karena itu waspadalah kalian terhadap godaannya yang akan mengancam agama kalian."

Memang tidak banyak orang jatuh karena menabrak gunung. Yang paling sering adalah orang terjatuh karena tersandung batu kecil. Itulah sebabnya Rasulullah menasehatkan kepada kita, "Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika ia bertumpuk-tumpuk pada seseorang, maka ia akan mencelakakan orang tersebut."

“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. ( qs : Ar Ra’ad ; 18)

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Ingatlah) suatu hari (ketika itu). Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): "Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu." Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: "Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami). (qs : Yunus : 26-29)

Rasulullah telah memberikan perumpamaan. Suatu kaum singgah di suatu padang terbuka. Ketika tiba waktu makan, para lelaki berangkat mencari kayu api. Kemudian mereka kembali sambil membawa masing-masing sepotong kayu. Setelah dikumpulkan, maka terdapatlah seonggok kayu bakar. Kemudian mereka menyalakan api. Akhirnya mereka dapat mematangkan makanan yang mereka panggang di atas api tersebut. (HR Ahmad)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( qs : Al An’am : 82)

Dosa-dosa kecil yang terhimpun pada diri manusia bisa jadi akan memanggang pelakunya di akhirat hingga matang. Tubuhpun meleleh, tulang belulangnya hancur. Akan tetapi karena siksa akhirat, tubuh itu utuh kembali, kemudian dibakar lagi, hancur dan utuh kembali. Begitu siklus seterusnya. Na'udzubillah.

Kambing Ceria 1



MASALAH BARU


Seorang dokter menerima pasien seorang laki-laki yang sudah tua dan sering sakit-sakitan ini yang tak lain adalah si keledai. Dokter......kata si keledai....saya sudah betul-betul putus asa, hidup ini terasa begitu kejam dan menyiksa. Memang betul, saya mengerti itu....sahut sang dokter. Kita pada dasarnya pasti memiliki berbagai masalah dan persoalan.

Lantas si dokter pun terus berkata....masalah anda bisa saja diatasi, dokter menenangkan hati si keledai. Dan menurut hemat saya anda membutuhkan perawatan khusus selama satu tahun kedepan dengan biaya Rp 100.000 per minggunya.
Dan sejenak suasana hening, sampai kemudian si keledai itu mengeluh lagi, dokter hal ini memang akan menyelesaikan masalah saya, tapi bagi saya ini adalah merupakan masalah baru lagi bahkan lebih berat bagi saya........si dokter pun terdiam atas perkataan si keledai tersebut....emang gue pikirin.....!



KAGUM

Pada suatu saat Si kambing tengah berjalan-jalan, dan tiba-tiba ia mendengar sebuah suara .....stop......diam di tempat kata suara tadi. Kalau lho maju selangkah saja maka lho bakal kena musibah......dan si kambing pun berhenti dan tak lama kemudian sebuah batu besar terjatuh persis di depan si kambing, sekonyong-konyong saja si kambing jadi kaget dan sekaligus kagum. Kemudian si kambing berjalan lagi kurang lebih seratus meter, kemudian si kambing mendengar lagi suara yang sama......stop.....diam di tempat......kalau lho maju selangkah lagi maka kamu akan tertabrak mobil......si kambing pun berhenti, dan beberapa saat kemudian sebuah mobil avanza melaju dengan sangat kencangnya persis di depan si kambing.

Maka timbullah rasa penasaran dan keingin tahuan dari benak si kambing, lantas si kambing pun berkata...lho siapa...? maka suara itu pun berkata saya adalah malaikat penjaga kamu....dan lantas si kambing pun balik bertanya....lalu di mana kamu waktu saya menikah .......hah......si malaikat bingung.....!



CERITA

Si domba yang baru duduk di kelas dua SD ini, suka sekali mendengar cerita dongeng yang di bawakan bapaknya. Tampa mengubah alur cerita, bapaknya yang lumayan iseng ini rupanya suka sekali menambah-nambah cerita versi dirinya sendiri.

Suatu hari di kelasnya si domba mendengar cerita tentang tiga monyet yang dibawakan oleh gurunya. Maka tak lama kemudian, sang guru tiba di bagian cerita dimana monyet pertama berusaha mencari pisang guna untuk dia makan......cerita sang guru tersebut. Maka pergilah monyet-monyet tersebut kepada seorang tukang kebun. Sesampainya disana ia berkata : maaf pak....bolehkah saya meminta pisang buat saya makan.......dan tak lama kemudian sang guru bertanya pada seisi kelas. Lalu apa jawab si tukang kebun tersebut....? tanya sang guru pada muridnya.

Saya tahu...saya tahu....jawab si domba, yang tiba-tiba mendadak berteriak dan sambil mengancungkan tanganya, tukang kebun itu pasti berkata....idiiihhhh....kok ada ya.....monyet bisa ngomong...ya...bukan bulan saja yang bisa ngomong.......jawab si domba sembari terdengar riuh tawa temen-temen nya sekelas.........dan pak guru pun hanya bisa terdiam.



MELAHIRKAN


Setelah didesak-desak oleh saudaranya-saudaranya, akhirnya si keledai yang seorang petani tersebut pun setuju untuk merelakan istrinya melahirkan di rumah sakit. Setelah dekat waktunya untuk melahirkan, si keledai pun membawa istrinya naik gerobak kerumah sakit di kotanya ia tinggal. Si keledai duduk diruang tunggu sambil menghisap rokok, kemudian beberapa jam setelah itu, seorang suster menjumpai si keledai dan memberitahukan bahwa istrinya sudah melahirkan.

Selamat ya pak....kata suster tersebut, putra bapak kembar tiga, kata suster tersebut lagi. Hah.....si keledai kaget.....tiga sekaligus......sampai-sampai rokoknya jatuh dari mulutnya saking terkejutnya. Kemudian segera si keledai mengambil senapan berburu dan berdiri dengan perasaan marah dan geram, kemudian si keledai bersiap untuk pergi.

Mau kemana pak.....? tanya suster tersebut, mau kemana....jawab si keledai dengan geramnya.... tentu saya mau bikin perhitungan dengan dua bajingan lainya itu.....jawab si keledai....weleh....weleh...waalahhh ndok.....!