Selasa, 24 November 2009

Kambing Ceria 9


BERTAHAN

Pada suatu hari, pada acara pengajian seorang ustadz sedang memberikan ceramahnya, ia menceritakan tentang kisah Nabi yunus, dia bisa bertahan sampai tiga hari di dalam perut ikan, kata ustadz tersebut dalam ceramahnya.

Dan tiba-tiba saja, dari arah belakang si kelinci bangkit dan berseru....tapi pak ustadz dibandingkan suami saya, itu masih belum seberapa dan tidak ada apa-apanya...suami saya jauh lebih sabar, untuk bertahan di dalam perut buaya....sahut si kelinci, memotong ceramah dari sang ustadz.

Lantas sang ustadz pun berkata...Masyaallah....memang berapa lama suami kamu di dalam perut buaya itu...? tanya sang ustadz....lantas si kelinci pun menjawab....ya...sampai hari ini , berarti sudah dua tahun ia berada dalam perut buaya.....hah sang ustadz kaget....!

ORANG KAYA

Si domba seorang yang sangat kaya raya dan terkenal selama hidupnya sangat pelit dan suka memeras temanya. Lima tahun sebelum meninggal si domba berubah total menjadi orang baik dan sangat dermawan. Lebih dari 10 Milyard uang nya ia sumbangkan untuk penbangunan Mesjid, Panti Asuhan, Panti Jompo dan dana amal lainya yang di butuhkan oleh masyarakat banyak. Pada pokok nya si domba berubah total 360 derajat dari tabiat sebelumnya.

Dan pada waktu meninggal, tetap saja dia harus masuk ke dalam neraka, akibat kejahatanya yang juga sangat besar. Namun karena amal kebaikanya yang tidak sedikit, maka malaikat memberikan dispensasi jenis penyiksaan yang ia kehendaki. Jika di gambarkan neraka itu ibarat kamar yang berderet-deret, setiap kamar berisi siksaan yang berbeda tergantung dari dosa yang di perbuat.

Akhirnya, si domba jatuh pada pilihan kamar penyiksaan yang berisi kumpulan manusia yang di rendam air tinja sebatas dada saja. Setelah tanda tangan sebagai persetujuan plus cap jempol, maka masuklah si domba kedalam kolam tinja tersebut.
Namun baru sekitar lima menit, si domba nyemplong sedada di kolam tinja tersebut, terdengar suara malaikat penjaga kamar tersebut melalui pengeras suara dari pinggir kolam, ya waktu istirahat sudah selesai...silahkan menyelam lagi.....!


HILANG ISTRI

Pada suatu pagi si keledai yang sudah jadi kekek-kakek ini pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama istrinya yang sudah jadi nenek-nenek ini. Namun saat berbelanja, ternyata ia baru sadar kalau si keledai telah terpisah dari istrinya. Dan si keledai pun berusaha untuk mencari istri nya tersebut, tetapi gagal, sebab si keledai itu punya penyakit pikun alias lupa-lupa ingat yang cukup parah.

Dan untung nya si keledai punya banyak akal, dan ia pun mendatangi seorang SPG yang sangat cantik dan seksi. Si keledai bertanya pada SPG tersebut....maaf dik bisa bantu saya...? si SPG menjawab...bantu apa ya kek...? lantas si keledai bercerita....begini....saya terpisah dengan istri saya...bisakah adik membantu saya...? Lantas si SPG menyahut....coba kakek minta bantuan pada bagian informasi di depan. Kemudian si keledai menyahut lagi....percuma dik...saya lupa dengan wajah dan baju yang di kenakan istri saya....timpal si keledai. Kemudian si SPG yang cantik dan seksi ini bertanya...terus....saya bisa bantu apa kek....? Lantas dengan entengnya si keledai yang sudah tua ini berkata......adik cukup duduk di dekat saya aja....nanti kalau ada nenek-nenek yang mendekat dan membawa pentungan....bisa di pastikan itu istri saya....hah si SPG kaget bukan kepalang.....!


BEGOG KOK SAMA

Suatu hari si keledai dan si domba yang sama-sama konglomerat ini lagi duduk santai di sebuah cafe sambil iseng ngegosipin sopir mereka masing-masing. Si keledai bercerita....hey lo tau kagak dom...sopir gue itu blo’on banget, elo ngak percaya coba liat toh di sana, si keledai sambil menunjuk sopir nya yang duduk di pojokan, lo liat dan perhatikan ya....si keledai menegaskan lagi.....kemudian beberapa saat si keledai memanggil sopirnya dan tak lama kemudian sopirnya datang menghampiri si keledai, ya boss...ada apa, sahut si sopir itu lagi, kemudian si keledai mengeluar kan uang sebanyak 10 dollar, dan mengasihkanya pada sopirnya tersebut, kemudian si keledai berkata....eh..lo..pir....ini uang 10 dollar, coba lo pergi ke show room mobil dan beli mobil BMW ya...kata si keledai. Dan si sopir ini pun menjawab...baik boss...segera saya laksanakan....dan si sopir ini pun pergi meninggalkan mereka berdua. Nah sekarang lo liat kan dom....kata si keledai pada si domba....bagai mana begog dan blo’on nya sopir gue.

Si domba pun tertawa terbahak-bahak....ha....ha...ha....dan tak mau kalah, itu sih masih belum seberapa kalo di banding sopir gue.....jauh lebih stupid and katro. Lo mau bukti.....coba lo perhatiakan baik-baik ya..... kata si domba pada si keledai. Dan tak lama kemudian si domba memanggil sopirnya, dan sesaat sopirnya telah datang seraya berkata....maaf ada apa ya pak....? kata sopir si domba tersebut. Kemudian si domba memberikan perintah....coba kamu pir...kamu sekarang pergi ke rumah saya, dan kamu lihat apakah saya ada di rumah atau tidak.......lantas si sopir pun bertanya terus pak......? kalau saya tidak ada kamu balik lagi kesini...... kata si domba pada sopirnya tersebut, dan segera saja sopirnya berlalu dan menuruti apa yang di perintahkan oleh majikanya tersebut. Dan sambil tertawa si domba berkata.....ha...ha....nah sekarang lo liat sendiri kan...... betapa stupid dan katronya sopir gue, tukas si domba pada si keledai.

Dan tak lama kemudian, kedua sopir tersebut bertemu di jalan, lantas mereka berbincang-bincang, mengenai boss mereka masing-masing, sopir si keledai memulai pembicaraanya....eh...you know...my boss..? pokoknya very....very stupid, masa dia kasih saya uang 10 dollar, eh .....dia nyuruh gue minta di belikan mobil BMW, mana mungkin lagi...? lagian ini kan hari libur, mana ada show room yang buka di hari libur sperti ini, dasar ngak punya otak.....cerita si sopir keledai pada sopir si domba.

Lantas si sopir domba ngak mau kalah, eh......lo pikir boss.... lo doang yang... very...very..stupid....boss gue malah lebih parah hebat dari itu, coba aja lo bayangin deh.....masa dia nyuruh gue balik ke rumah cuman ngeliatin doank....... apakah dia ada di rumah atau tidak.....cape deh.....sama-sama stopid....!

Masa Lalu



MASA LALU TONGGAK SEJARAH

Masa lalu adalah sejarah yang turut guna menentukan adanya sebuah masa depan, namun terkadang masa lalu ada yang harus di kenang dan adanya juga yang harus di buang, bahkan harus di campakkan jauh-jauh, Demi mada depan itu sendiri. Sejarah senantiasa menyimpan catatan istimema untuk dipelajari dan dicari makna-maknanya dan pelajaran yang dapat diambil, ditadabburi hikmah-hikmahnya. Di samping kisah-kisah buram nan suram yang juga perlu digaris bawahi. Tidak semua masa lalu berlalu dengan baik, adakalanya masa lalu tersebut membekas kenangan pahit yang harus di buang bahkan di campakkan jauh-jauh, dan juga kenangan indah yang selalu di kenang. Namun ada hal yang harus di ingat, bahwa sejarah dan masa lalu sangat menetukan peran kita dalam kedepan untuk meraih segala apa yang di rencanakan.

Sekali pun pahit, sungguh tidak ada babakan sejarah yang tidak memiliki arti. Semuanya menyimpan pelajaran yang dalam dan berarti. Dalam hal ini Islam telah menyimpan berhalaman-halaman yang panjang dan luas tentang berbagai bentuk penderitaan dan kisah sedih. Sebagian besar, kasus yang paling banyak menelan korban adalah karena bersinggungan dengan kekuasaan. Inilah institusi yang paling mudah bergolak bila bendera Islam sudah mulai berkibar dan ditancapkan di tengahnya. Terutama bila kekuasaan itu didominasi oleh orang-orang yang zhalim, ahlul-ma'shiyat, dan penyembah hawa nafsu.

“Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun. ( qs : Huud : 109 )

Ketika Bani Umayah berkuasa di Damsyk (Syam/Syria), Muawiyah adalah orang yang paling bermusuhan, utamanya dengan tampuk kekuasaan Islam yang dipilih secara mufakat sepeninggalan Rasulullah, yakni Khulafaur-Rasyidin. Puncak kebencian adalah ketika anaknya, Yazid menggantikan kekuasaannya. Yazid kemudian menjadi penguasa tunggal di Damsyk. Ia tidak segan-segan melakukan penekanan dan intimidasi dan kekerasan kepada mereka yang dianggap berlainan pandangan. Bahkan cucu Rasulullah Husain ra, bersama para sahabat yang setia dan keluarga Rasulullah yang lain dibantainya di padang Karbala. Kisah itu dalam agenda sejarah Islam menyimpan kenangan buram, hanya demi ambisi kekuasaan Yazid. Celakanya, Yazid justru menggunakan kaum muslimin untuk membantai saudaranya sendiri.

Para pembantai tersebut memang telah terbelokkan ideologinya, dari Islam kepada harta benda. Mereka menjadi gila kepada harta dan jabatan, juga perempuan seperti yang dilakukan oleh Yazid. Hura-hura dan mabuk-mabukan merupakan bagian dari kehidupan Yazid dan sebagian dari aparatnya. Ummat Islam kemudian terlena, akhirnya penindasan dan kesewenangan terjadi.
Di mana-mana yang namanya kisah sedih, telah pernah terjadi. Di Indonesia pun juga, Setelah sekian lama berada di bawah penjajahan kaum pendatang dan imprealis, ummat Islam masih harus bentrok sesama kaum muslimin selama beberapa puluh tahun. Keretakan itu masih ditambahi lagi dengan kisah pembantaian kaum intelek muslim di saat populernya pemikiran ala komunis. Dan kini pun, setelah pertentangan antar ummat mereda karena kesadaran ataupun kecapaian kenyataan membuktikan, ummat Islam belum berada di titik yang cukup membahagiakan.

Kemerdekaan dari belenggu satu musuh bukanlah puncak dari perjuangan. Islam jelas memperingatkan kepada kaum muslimin agar selalu hidup waspasda. Bila datang kemenangan, segera adakan istighfar secara massal.

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha penerima taubat." ( qs : An Nashr : 1-3 )

Alam kebebasan, membuka banyak kesempatan untuk berkarya. Termasuk di dalamnya untuk mengembangkan agama. Akan tetapi bila tidak diiringi dengan istighfar, keleluasaan itu bahkan bisa membuahkan musibah. Khususnya bagi ummat Islam, istighfar ini dimaksudkan agar kita tidak lupa diri. Agar kita tetap mempunyai keseimbangan dalam meniti hidup. Agar kemerdekaan tidak berubah menjadi kemurkaan.
“Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( qs : Ali Imron : 26 )
Kita tidak menginginkan hidup tertekan oleh penjajahan, juga oleh penguasa yang tidak membawa nama Allah di belakangnya. Hidup di bawah kendali selain nilai Islam, akan membawa kita tersesat, dunia akhirat. Sia-sialah kita hidup, bila akhirnya hanya akan kembali ke neraka.
Karena itulah, di saat musimnya perenungan ini, cobalah untuk ikut-ikut merenung. Bagaimana posisi kaum muslimin dalam percaturan saat ini? Di lingkungan kita, di kampung, di negara, bahkan di dunia ? Ummat Islam masih lebih banyak menjadi obyek keserakahan dan penindasan. Kita karena berbagai kekurangan masih gampang diperdayakan dan tertipu mentah-mentah. Karena kita melarat, kita mudah tergiur oleh iming-iming uang yang tak begitu banyak. Karena bodoh, kita gampang ditakut-takuti dengan sesuatu yang remeh. Karena tidak kreatif, kita gampang menyerah dan memberikan peluang kepada orang lain. Karena wawasan kita sempit, kita jadi tidak bisa memprediksi masa depan secara tepat. Akhirnya kita baru sadar setelah semuanya terjadi, setelah tanah-tanah kita yang dulu seperti tak berguna kini berubah menjadi pusat bisnis dengan harga melangit.
Jangan keburu langsung menyalahkan. Sebab, kita sendiri juga terlibat dalam proses pemiskinan yang menimpa diri kita dan ummat banyak. Kita memang terlambat sadar. Sekalipun memang, ada juga andil kondisi dan situasi, yang menyebabkan kita tidak punya wawasan berpikir cukup, dan membuat kita tak kunjung kreatif memanfaatkan sumber daya yang kita miliki.
Pembodohan, itu sendiri merupakan salah satu bentuk penjajahan juga. Di alam merdeka, seharusnya kita mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dan mencerdaskan diri. Tetapi bila kondisi itu tidak kita temui, maka arti dari kemerdekaan tidak lagi terlalu banyak. Kita keluar dari satu bentuk penjajahan, masuk ke bentuk penjajahan yang lain.
Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang ? Kita ingat firman Allah,
"Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang sudah terjadi, untuk masa depannya." ( qs : Al Hasyr : 18 )
Apa yang sudah terjadi, merupakan pengalaman. Bila itu pahit dirasakan, maka harus diwaspadai agar jangan sampai terulang lagi. Masa depan kita, generasi Islam setelah kita, harus lebih baik dalam segala-galanya.