
SEPATU BUAYA
Pada suatu siang, si kelinci pergi ke toko sepatu dan ingin membeli sepatu dari kulit buaya, dia bertanya kepada penjual di toko sepatu tersebut. Tapi si kelinci kecewa karena harga dari sepatu yang dia ingin kan sangat mahal harganya dan dia tidak sanggup untuk membelinya. Si kelinci berkata...mahal amat sih harganya pak.....? lantas si penjual pun berkata, kalau kamu ingin murah harganya...ya nangkap aja buaya nya sendiri.
Kemudian si kelinci balik kerumah dengan perasaan sedikit kesel, dan kemudian si kelinci tertegun sejenak akan perkataan si penjual sepatu tadi. Maka timbul inspirasi di benak si kelinci untuk pergi ke sungai besar sambil membawa senjata api. Dan secara kebetulan si penjual sepatu itu tengah berada di tepi sungai besar itu. Dan dia melihat apa yang di kerjakan oleh si kelinci, ia terkagum-kagum saat melihat dua ekor buaya mati di tumpuk di pinggir sungai tersebut.
Sementara itu si kelinci, terlihat sedang asyik membidikkan senjata apinya ke se ekor buaya lainya, dan suara tembakan pun terdengar, kemudian si kelinci menyeret buaya itu ke pinggir sungai. Sembari berkata dengan nada yang agak marah, dasar buaya sialan.....ini sudah yang ketiga kalinya saya menembaknya....tapi dasar buaya...kenapa kamu ngak pakai sepatu juga......hah....aduh....si penjual sepatu semakin bingung.......!

BUDEG
Si keledai dan istrinya adalah pasangan yang sangat harmonis dalam keluarga, namun sang suami si keledai akhir-akhir ini merasa mempunyai problem terhadap istrinya. Ia menyangka dan mengira istrinya menjadi tuli dan budeg. Sebab setiap kali di panggil oleh si keledai, istrinya tidak pernah menyahut. Kemudian si keledai memutuskan untuk berkonsoltasi dengan dokter pribadinya.
Kemudian si keledai menjelaskan panjang lebar kepada si dokter tentang masalah yang ia hadapi sekarang ini. Lantas si dokter pun memberikan saran....coba kamu nanti waktu pulang, jarak sekitar lima meter dari istrimu, kamu coba panggil dia. Lantas si keledai balik bertanya...bagai mana kalau istri saya tidak menyahut juga dok, lantas si dokter menjawab...kalau istrimu belum menyahut dalam jarak lima meter, coba kamu panggil lebih dekat lagi, ya...kira-kira jarak dua meteran, lantas si keledai bertanya lagi....bagai mana kalau belum menyahut juga....? lantas si dokter berkata....oh kalau begitu kamu lebih mendekat lagi.....ya kira-kira jarak satu meter, kalau istri kamu tidak menyahut juga, maka ia ada kemungkinan tuli, jawab sang dokter.
Dan setibanya di rumah, si keledai langsung mempraktikkan apa yang telah di nasehatkan oleh dokter pribadinya tersebut. Ketika istrinya sedang asyik memasak di dapur, sekitar jarak lima meter si keledai memanggil...hay sayang......kamu sedang memasak apa...? namun si istri tidak menghiraukan panggilan dari si keledai. Kemudian si keledai mulai curiga, lalu ia mendekat sekitar dua meteran, seraya berkata....hay sayang sedang masak apa kamu.....? dan akhirnya si keledai mulai kesal, karena istrinya tidak menjawab juga, kemudian si keledai maju dalam jarak satu meter dari istrinya, dan berteriak dengan sekeras- keras nya....HAY SAYANG SEDANG MASAK APA KAMU...?
Dan tiba-tiba sang istri berbalik badan sambil melotot tajam pada suami nya si keledai, seraya berkata......bapak ini kenapa sih....sudah tiga kali saya bilang....saya sedang memasak nasi....masih tanya juga....memangnya kuping bapak budeg..ya....dan si keledai pun jadi kaget serta heran....hah...yang budeg dan tuli ini apa istriku atau aku sendiri pikir si keledai di dalam hati.....! hayo tebak.......?
KUCING PINTER
Pada suatu pagi si kelinci sedang bergurau dan berbincang dengan tetangga sebelah rumah nya, keduanya saling membanggakan kepintaran kucing, hewan piaraan mereka. Si kelinci dengan sedikit sombong menceritakan tentang kucing kesayanga nya, kucing saya mbak....kalau tiap pagi, pasti dia nugguien tukang koran, dan begitu loper koran datang, kucing gue langsung mengambil koran tersebut dan meletakkan nya diatas meja. Lantas sang tetangganya pun menyahut....ya...itu saya tahu.....sambil terkejut lantas si kelinci bertanya pada tetangga nya tersebut, dari mana mbak tahu tentang kucing saya itu.
Lantas tetangga nya si kelinci pun menyahut....ya iyalah saya tahu...soalnya kucing saya bercerita pada saya, tentang kucing kamu......hah... si kelinci makin heran dan bingung....pikir aja lagi.......!

TURIS
Si kambing yang berprofisi sebagai sopir taksi, pada suatu hari ia mendapat tumpangan seorang toris asal Inggris yang ternyata toris ini agak lancar dan fasih dalam berbahasa Indonesia. Dan suatu kebetulan mereka melalui daerah pancoran ( Jakarta_red). Kemudian sang toris bertanya, wah....bagus juga ya patung ini, namanya apa ya pak....? tanya si toris pada si kambing, si kambing menjawab oh...Patung Pancoran namanya, lantas si toris bertanya lagi, berapa lama orang Indonesia membangun Patung Pancoran itu. Lantas si kambing menjawab yah....kira-kira dua tahunan mister.

Oh....begitho.....sahut si toris, tapi kalu di negara saya, membangun semacam ini paling butuh waktu lima bulan selesai, jawab sang toris dengan agak sombong. Dan ketika mobil mereka melewati daerah sekitar Menara Mulia ( Jakarta_red), lantas si toris itu pun berkata, wah bagus juga ya gedung itu, berapa lama orang sini bangun bangunan semacam itu, tanya si toris lagi, lantas si kambing pun menjawab.....yah mungkin sekitar dua tahunan juga mister. Oh...wow kalau begitu cukup lama juga ya....lantas si toris pun berkata lagi.....kalau dinegara saya paling butuh waktu tujuh bulan sudah selesai, masih dengan agak sombong.
Dan takkala mereka melewati daerah Bundaran HI (Jakarta_red), si toris itu pun bertanya lagi, kalau bundaran semacam ini butuh berapa lama orang Indonesia membangun, lantas si kambing menjawab lagi.....oh kalau bundaran HI itu mister, di bangun kurang lebih dua tahunan juga, lantas dengan sedikit sombong si toris berkomentar, kalau di negara saya, bangun bundaran semacam itu paling butuh waktu sembilan bulan pasti sudah selesai, kilah sang toris tersebut.

Kemudian si kambing mulai merasa jengkel pada toris asal Inggris tersebut, dan tak lama kemudian mereka melalui Tugu Monas. Wah....tugu ini sangat bagus juga ya...kata si toris, lantas si kambing menjawab ya sudah tentu mister, lantas si toris bertanya itu tugu apa namanya dan butuh berapa lama, membangun tugu tersebut, lantas si kambing dengan agak jengkel menjawab.....oh sorry mister.....kalau itu saya tidak tahu mister.......soalnya waktu kemarin saya lewat di sini, tugu tersebut masih belum ada....sahut si kambing dengan jengkel....hah si toris heran......makanya....Indonesia....!