Sabtu, 21 November 2009

Kambing Ceria 8


PERKASA

Si keledai yang udah tua renta dan udah berumur 75 tahun ini, menikahi seorang gadis yang baru berumur 21 tahun. Mereka memutuskan untuk tidur terpisah kamar, karena si keledai punya kebiasaan buruk yaitu kalau tidur sering ngorok dan kadang sering kentut alias buang gas. Karena si keledai tidak ingin mengganggu istrinya yang masih muda dan cantik itu tidur, maka di putuskanlah untuk tidur terpisah, si keledai tidur di kamar depan, sedang sang istri tidur di kamar belakang.
Pada malam pertama setelah pasangan yang tidak serasi ini menikah, si istri pun sudah siap-siap akan tidur. Dan tak lama kemudian terdengar pintu kamarnya di ketuk, dan ternyata suaminya alias si keledai sudah sia-siap pengen tempur dan singkat cerita, terjadilah belah duren pada malam pertama tersebut. Selang beberapa menit kemudian setelah selesai, kemudian si keledai meninggalkan istrinya dan masuk ke kamarnya di depan.

Lantas si istri pun kembali bersiap-siap untuk tidur, namun anehnya tak selang beberapa lama kemudian, terdengar lagi ada yang mengetuk pintu kamarnya. Dan ternyata suaminya si keledai datang, mau minta jatah lagi. Dan si istri pun melayaninya dengan baik, dan setelah selesai si keledai kembali meninggalkan kamar istrinya.

Dan kali ini sang istri yakin kalau tidak akan diganggu lagi oleh sang suami, dan dia pun kembali bersiap-siap untuk tidur. Namun tak lama kemudian pintu kamar di ketuk lagi, ternyata si keledai mau minta jatah ketiga kalinya. Walaupun si istri terkejut dan hampir tak percaya, si istri pun akhirnya mau melayaninya. Dan sang istri sangat terkesan dengan keperkasaan si keledai meski dia sudah bau tanah. Lantas si istri berkata pada suaminya si keledai.....saya tidak menyangka lho mas...kalau mas bisa sejantan dan se jago ini, tiga kali lho mas....dan tiga-tiganya memuaskan. Padahal dulu pacar saya itu umurnya jauh lebih muda, badanya pun jauh lebih kuat, tubuhnya sehat dan perkasa, tapi dia cuman tahan satu kali saja, tidak seperti mas ini....wah kuat banget kata si istri pada si keledai. Hah...si keledai terkejut.....jadi kamu.....pantesan pinggul ku rasanya linu-linu sahut si keledai.


LUNTUR

Si domba pada suatu hari datang menjumpai seorang dokter spesialis alat kelamin dan kulit. Tolong dok...saya punya masalah nih, kata si domba pada dokter tersebut. Lantas si dokter pun berkata....bukan hanya kamu saja yang punya masalah saya juga banyak punya masalah....memangnya masalah kamu itu apaan sih tanya dokter itu lagi. Begini dok...si domba menjelaskan masalahnya....salah satu buah jakar saya kok warnanya agak kehitaman dan saya tidak tahu penyebabnya dok...kata si domba. Lantas si domba melanjutkan keluhanya pada si dokter, terus terang saya tidak bisa tenang, dan jujur saja, jalan menuju kerumah saya itu melewati daerah lokalisasi, tapi saya cuman lewat doang, ngak mampir kok, saya tidak mau kena spilis apalagi AIDS dan HIV tukas si keledai.

Lantas si dokter pun berkata.....kamu tenang saja, coba tolong kamu berbaring biar saya dan suster periksa kata dokter itu lagi. Dan tak lama kemudian si dokter berkata.....kamu tidak usah khawatir, itu bukan termasuk penyakit kelamin kok, dan bukan masalah penyakit yang serius. Maksud dokter apaan sih.....tanya si keledai pengen tau. Lantas si dokter menjelaskan.....ya biasalah....kamu punya kebiasaan buruk ya....? kamu jarang pakai celana dalam, hah....si keledai terkejut. Kok dokter tau sih....lantas si di dokter berkata....kok tau...kok tau...ya tau donk...seraya si dokter melanjutkan penjelasanya, warna hitam pada buah jakar kamu itu, bukan penyakit kelamin melainkan lunturan warna celana jeans hitam kamu itu, kamu suka mimpi-mimpi di siang bolong sih....cetus si dokter lagi. Lantas si domba menyahut....kok tau sih....ya tau donk....tadi waktu suster memeriksa kamu, anu nya kamu ikut-ikutan naik.......! weleh-weleh...dok..dok...!


SETAN

Di dalam ruangan kuliah, seorang profesor ahli filsafat memberikan ceramahnya kepada mahasiswa nya, dan sang profesor ini melemparkan pertanyaan kepada para mahasiswa nya yang hadir di ruangan tersebut untuk di diskusikan dan di carikan jalan pemecahanya guna mencapai satu kesimpulan yang akurat dan valid.

Si profesor bertanya, adakah diantara kalian yang pernah melihat dan mendengar suara Setan, sekonyong-konyong saja para mahasiswa yang hadir dalam ruangan tersebut terdiam semua, atas pertanyaan yang di ajukan oleh sang profesor tersebut. Lantas si profesor bertanya lagi, adakah diantara kalian yang pernah melihat dan mendengarnya. Karena para mahasiswa itu terdiam semua atas pertanyaanya itu, maka si profesor ini pun mengungkapkan pendapat dan teorinya, yang pada kesimpulan akhirnya adalah setan itu tidak ada, tegas sang profesor.

Dan tak lama hening sesaat, terdengar suara dari deret bangku tengah, memecah keheningan di ruangan tersebut. Dia itu tak lain adalah si kambing yang ikut mata kuliah yang diberikan oleh sang profesor tersebut. Lantas si kambing berkata....tunggu dulu donk prof....kata si kambing protes, lantas si kambing melanjutkan perkataanya....nah teman-teman semua, adakah dia antara kalian ini, yang pernah melihat bentuk dan wujud otak profesor kita ini, adakah di antara kalian pernah menyentuh otak nya, atau melihat otak nya, dan ada yang pernah tau seperti apa rupa otak profesor kita ini, cetus si kambing lagi.

Lantas seluruh mahasiswa yang hadir di ruangan tersebut berkata serentak.....tidak tahu.....lantas si kambing melanjutkan lagi argument nya.....ya memang tidak ada yang tau......jadi kesimpulanya adalah profesor kita ini ngak punya otak, seru si kambing.....seraya gemuruh tawa riuh dari mahasiswa yang hadir di dalam ruangan tersebut. Dan si profesor pun hanya bisa terdiam seribu basa.


PAKAIAN DALAM

Si kambing, si keledai, dan si domba adalah mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi terkenal di kotanya, pada suatu hari mereka dapat tugas dari dosen mata kuliah mereka untuk melakukan riset dan penelitian tentang peninggalan barang purbakala di daerah pedalam Kalimantan. Nah mereka terdiri dari beberapa regu, dan mereka berada pada regu F yang di ketuai oleh si kambing. Setelah hampir dua minggu melakukan penelitian dan riset di daerah pedalam tersebut, pada suatu hari si kambing memeriksa regunya yang terdiri dari dua orang kawan nya itu.

Si kambing memerintahkan untuk berkumpul, nah pada hari ini ada yang saya ingin sampaikan kata si kambing, ada dua berita yang harus kalian ketahui, yaitu berita baik dan berita buruk. Lantas si keledai berkata, berita baiknya apaan sih bing.....? lantas si kambing menjawab berita baiknya adalah pada hari ini kita akan ganti pakaian dalam..... sekonyong saja terdengar suara dari anggotanya....hore....hore....siap ketua, kata si domba....emang sudah lama kita tidak ganti pakaian dalam....lantas si keledai bertanya lagi.....kalau berita buruknya apaan.....? si kambing pun menjawab....nah kalau berita buruknya....domba tolong tukar pakaian dalam kamu dengan si keledai...dan kamu keledai tukar pakaian dalam kamu dengan pakaian saya......yah...kalo itu mah ngak usah tukar aja sekalian.....sahut si domba.

Kekaguman


KEKAGUMAN

Sudah merupakn suatu fitrah bagi diri setiap insan, bahwa mereka pasti memiliki rasa kekaguman dan dan kecintaan terhadap sesuatu. Baik itu terhadap harta benda, perhiasan, wanita, dan lain sebagainya.Manusia dikaruniai oleh Allah perasaan mudah yang kagum terhadap suatu keindahan, kegagahan dan kekuatan, kecantikan, yang berada di luar dimensi dirinya. Hal seperti itu mendorong manusia mengekpresikan dan mengkreasikan gagasan yang ada dalam pikirannya menjadi karya nyata, mewujudkan sesuatu yang belum ada menjadi ada.

Dengan kagum pada keindahan, muncul ide-ide baru untuk membuat sesuatu yang lain, yang lebih indah. Alhasil unsur keindahan telah merambah ke segala bidang hingga ke detail-detailnya sekalipun. Mulai yang luas berupa gedung-gedung bertingkat, stadion, rumah mewah nan asri, hingga yang lebih kecil sekelas kendaraan, perangkat elektronik, bahkan juga barang-barang pecah-belah, alat-alat tulis, dan lain sebagainya, semuanya telah terpoles oleh upaya memperindah dan mempercantik yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia.

Bukan hanya dari segi keindahan, prestasi manusia yang berhasil mewujudkan berbagai impian itu juga cukup mengagumkan. Pesawat buatan manusia telah mencapai daratan planet lain yakni Mars, bahkan menginap beberapa lama di sana. Peralatan-peralatan mikro buatan manusia juga telah berhasil mendeteksi keberadaan makhluk-makhluk super-kecil seukuran virus HIV dan Ebola. Kapal-kapal selam pesawat tempur, satelit, dan produk manusia telah menjelajah hingga ke dasar laut yang gelapdan dalam sekalipun. Bahkan kini manusia telah berhasil mencangkokkan gen dari manusia ke sel kambing untuk di-klon. Dan bahkan ada yang sanggup melakuan cangkuk ginjal sekalipun. Apakah itu semua tidak cukup mengagumkan.

Akan tetapi kekaguman sebenarnya bisa berjalan menjadi salah arah. Itu bila rasa kagum yang ada hanya diperturutkan mengikuti kehendak hawa nafsu saja. Kekaguman yang seperti itu bahkan bisa menjerumuskan manusia yang membuatnya dapat kehilangan harkat dan martabat. Dalam kehidupan, betapa tidak sedikitnya manusia yang kehilangan martabat oleh karena kekaguman yang tak terkendali kepada harta-benda, kepada materi, pangkat dan jabatan, serta kedudukan yang basah. Mereka kehilangan harga nya sebagai manusia, karena kesilauanya dalam mengagumi dunia.

Kepada kaum muslimin, Islam memberi rambu-rambu yang sangat indah, jelas. Harta benda, keindahan, kemewahan, dan kemegahan yang disaksikan jangan sampai mempengaruhi kadar iman. Jangan sampai kelewat mengaguminya. Rasulullah saw bersabda "Apabila kamu melihat sesuatu yang menakjubkan, ucapkanlah, Maasya Allah, dengannya Allah akan menghilangkan daripadamu tipuan matamu.

Manusia sering begitu mudah tertipu oleh pandangan matanya sendiri. Segala yang dilihat atau dipandang oleh mata nampak sangat indah. Itu karena dalam pandangan mata ada godaan ('awarid), yang dengannya syetan dapat mempengaruhi hati manusia.
Bermacam makanan telah diolah manusia dengan berbagai jenis, gaya, rasa dan citra warna. Di antara jutaan manusia yang belum bisa makan secara wajar, telah bermunculan jenis-jenis makanan yang hanya dibeli karena gengsi. Sudah harganya melangit, makanan itupun tidak pernah habis dimakan oleh pemesannya, begitu pun juga minuman yang di minumnya.

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. ( qs : Al An’aam : 141 )

Islam melalui Rasulullah menuntun kita agar jangan diperbudak oleh kemauan perut serta hawa nafsu sesaat. Kita dianjurkan berhenti makan sebelum kenyang. Sepertiga perut kita disuruh dikosongkan dari makanan maupun minuman dan sepertiganya lagi harus di isi oleh udara. Itu agar kita bisa mengendalikan diri dari tuntutan nafsu yang tidak akan pernah kenyang dan merasa puas.

Sama halnya dengan makanan, pakaian juga salah satu kebutuhan yang membuat manusia terlena. Orang berlomba-lomba untuk mengenakan pakaian sebagus-bagusnya dengan model sefantastis mungkin. Para model, peragawan-peragawati, telah menyulap dan membutakan mata jutaan manusia dengan pakaian yang dikenakannya. Setiap musim muncul mode baru, dan setiap tahun berganti trend dan mode nya. Manusia tak pernah puas, dan cenderung kembali ke alam primitif dengan mengenakan pakaian seminim mungkin, bahkan terkadang muncul suatu lelucon mending ngak pakai pakaian sekalian.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. ( qs : Al A’raaf : 26 )

Kepada kaum muslimin Rasulullah dengan peringatan yang cukup keras, "Barangsiapa memanjangkan pakaiannya (sehingga menyerat di tanah) karena kesombongannya, maka Allah tidak akan memandangnya kelak pada hari kiamat." (HR Bukhari dan Muslim)
Sebaliknya Rasulullah bersabda, "Siapa yang menanggalkan pakaian yang mewah-mewah karena tawadhu' kepada Allah, padahal ia dapat (mampu) membelinya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di muka sekalian manusia untuk disuruh memilih sendiri pakaian iman yang mana yang ia kehendaki untuk dipakainya." (HR At-Tirmidzi)
Soal papan juga sering menjerumuskan hati manusia. Betapa orang gampang tertipu oleh penampilan, dan terdorong untuk mewujudkan dalam kehidupannya, dapat memiliki tempat tinggal yang mewah dan mentereng. Sementara semakin diburu, semakin banyak model yang ditawarkan, dan tidak pernah ada batasnya.

Sandang-papan merupakan tanda paling gampang dari melimpahnya harta seseorang. Manusia cenderung menunjukkan keberhasilannya dengan penampilan fisik. Selesai tempat tinggal, bertambah dengan kendaraan. Ada satu tambah lagi, lalu ganti yang lebih mahal. Kemewahan hidup selalu mengundang keirian, dan banyak orang begitu berbangga dengan kemewahan yang dimilikinya. Orang demikian akan mengagumi orang lain yang jauh lebih bergelimang kemewahan, dan berlomba untuk mencapainya pula. Pergulatan mencari kemewahan dunia pun tidak kunjung ada habisnya, ibarat di atas langit masih ada langit. Sepanjang manusia belum bisa membendung nafsu serakahnya, maka mereka akan terus merasa kurang sekalipun telah berhasil menguasai separuh dunia.

Banyak juga orang yang begitu memuja cinta dan asmara. Mereka tak henti-henti dan tak kunjung puas menikmati dan melumat keindahan dan kecantikan wanita lewat berbagai cara. Bisnis yang melibatkan kecantikan wanita, mengekploitasi kaum hawa ini telah mengglobal dan membius benak miliaran manusia dari kutub utara hingga kutub selatan. Tampilan yang tidak pantas dan seronok dari kaum hawa ini kadang sudah merupakan kebutuhan dan suatu komoditi. Hampir tidak satu produkpun yang dipasarkan menembus batas negara tanpa memajang gambar wanita dengan berbagai fose yang merangsang. Dan tidak pernah seharipun televisi, radio, koran-koran, terlupakan tidak menampakkan atau memperdengarkan sosok wanita.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( qs : An Nuur : 31 )


Itulah yang membuat manusia jadi keblinger, memuja sesuatu yang bersifat fisik semata. Orang dibuat lupa, bahwa manusia, sehebat dan secantik apapun, adalah makhluk biasa, yang bisa mati setiap saat. Bahkan kehebatannya itu tidak akan ada artinya bila tiba-tiba ia diserang sakit atau musibah sedikit saja.
Hal lain yang selalu membius jiwa manusia adalah kedudukan, pangkat, dan jabatan. Orang bahkan bisa dibilang mabuk, dengan jabatan yang berkait dengan kehormatan dan gengsi. Orang juga bisa tiba-tiba disanjung karena kedudukannya itu, dihormati setengah mati, dinomor satu kan dalam segala-galanya, karena kedudukan nya. Dan tak jarang dalam mencapai ini, tak peduli sesama harus disingkirkanya guna mencapai suatu tujuan yang sebenarnya adalah fana’ dan menipu belaka.

Sementara, sebagaimana sifat dunia, perburuan kedudukan ini tidak pernah ada akhirnya dan henti-hentinya. Naik pangkat, sebentar terasa nikmat, tetapi beberapa saat kemudian dirasakan kurang tinggi juga. Bila sudah sampai ke puncak, mau naik sulit, maka orang berupaya untuk menduduki posisinya itu selama mungkin. Begitu seterusnya dan seterusnya. Manusia lupa, bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. Kebanyakan orang hanya berpikir, yang penting atasannya senang, tanpa pernah mengukur, seberapa murka Allah melihat perbuatannya dan tingkah lakunya.

Orang yang nampak hebat, gampang sekali menumbuhkan kekaguman. Celakanya, manusia sekarang sangat gampang tertipu oleh kehebatan sesaat. Ketika demam sepakbola, pemain yang paling sering membikin gol langsung dipuja-puja. Segala tingkah lakunya ditiru, sekalipun mereka tidak pernah kenal dengan Tuhannya.
Di saat lain, bintang film yang di idolakan, Padahal siapa sih yang tidak mengerti, bahwa film itu tidak lebih dari manipulasi...? Dan lagi, kehidupan para bintang film, siapa yang tak kenal...? Bukankah mereka itu yang paling sering kawin-cerai, ganti-ganti pasangan layaknya binatang...? Apakah cara hidup seperti itu yang hendak dianut oleh para pemujanya....?

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." ( qs : An Nuur : 30 )

Musik dan pemusik juga satu hal lain yang membuat manusia keblinger. Ada bahkan yang sampai menyatakan musik adalah segala-galanya, hidupnya hanya untuk musik. Betapa bodohnya...? Apakah musik itu yang akan mengantarkan manusia ke gerbang surga....? Musik memang satu bentuk kreativitas yang menimbulkan kenikmatan, tetapi ia tidak memberikan jaminan apa-apa. Tanpa musik pun orang tidak akan meninggal atau kelaparan. Jadi mengapa orang mesti terbius dan meniru tokoh-tokoh musik, yang suka mengumbar aurat, serta bertingkah ala fornografi, dan bertingkah aneh-aneh hingga melanggar syariat....? Mengapa mesti menuhankan musik hingga di mana dan kapan pun senantiasa menuntut adanya alunan musik....?

“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka ( qs : Al Isra’ : 64 )

Marilah kita sadari, bahwa di atas segala yang bisa dilakukan manusia, adalah Allah swt, yang menciptakan segala yang ada maupun tiada. Sehebat-hebat manusia, tidak akan sehebat Rasulullah saw dengan segala sepak terjangnya, yang menolak dihormati terlalu tinggi, bahkan hanya dengan berdiri di saat ia datang. Setinggi-tinggi gedung, tidak ada yang mampu mencapai awan. Sedalam-dalam kapal menyelam, tidak pernah mampu menembus bumi. Dan sekreatif-kreatif sutradara, ia tidak akan bisa memastikan apa yang akan terjadi esok hari.

Menokohkan dan mengagumi seseorang, jangan sampai lupa pada jati diri sendiri. Mengapa harus dengan mengarak fotonya, memasangnya di punggung kaus, meneriakkan namanya, bila ternyata yang ditokohkan juga belum tentu masuk surga....? Mengapa harus mengorbankan diri, untuk sesuatu yang belum pasti......? Mengapa memuja kuburannya, padahal mungkin si ahli kubur sedang sibuk mengatasi siksa kubur.....?
Kembalikan lah segalanya kepada Allah swt. Hanya Dia yang layak disembah, dipuja, dipuji-puji, dan disanjung, sebagaimana setiap hari kita baca dalam surah al-Fatihah. Itulah batasan yang membedakan kita dengan ummat lain.

by_kambingbadal

Jumat, 20 November 2009

Kambing Ceria 7


PACAR BERCERITA

Pada suatu hari, Si kelinci dan Si domba yang mirip Romeo dan Yulia alias tarzan and delila ini, sedang asyik mojok bercinta alias ngedeath. Karena kelamaan mojok akhirnya mereka bosen juga. Akhirnya si domba bercerita pada si kelinci.

Say…elo tau nggak, kalo di rumah sakit jiwa itu tiap bulanya ada test kemampuan pasien ato semacam uji kelayakan pasien gito. Begini ceritanya, Di rumah sakit jiwa itu ada 2 orang pasien. Yang satu selalu bilang ah.…yes…..yes…..! dan yang satu nya lagi selalu bilang oh tidak….. oh tidak..…! Elo udah pernah denger ceritanya ini ya…. say….? Papar si domba pada si kelinci kekasihnya. Lantas si kelinci pun menjawab……..oh tidak…..pernah toh……!

Lantas si domba pun berkata : Nah berarti elo orang gila yang kedua itu say….…hah si kelinci kaget…sialan lho…! Kan lo bilang tidak…..sahut si domba.


MAYAT TERTAWA

Menurut sahibul hikayat alias cerita, ada tiga mayat di salah satu kamar mayat di sebuah Rumah Sakit. Anehnya ketiganya meninggal dalam keadaan kondisi tertawa. Dengan penasaran si penjaga kamar mayat bertanya pada dokter yang mengantar ketiga jenazah tersebut.

Pak dokter, mengapa mayat-mayat ini meninggal dalam keadaan kondisi tertawa semacam ini, tanya si penjaga kamar mayat pada si dokter. Kamu mau tau ceritanya…..sahut si dokter, begini…..mayat pertama ini meninggal dalam keadaan seperti ini, karena dia kena serangan jantung mendadak, pas tak kala ia mendengar menang lotere 1 Milyar.

Lalu bagaimana dengan mayat yang kedua ini…..tanya penjaga kamar mayat itu lagi, lantas si dokter bilang….kalo mayat yang kedua ini, kenapa dia mati dalam keadaan tertawa, dia juga mati akibat kena serangan jantung, ketika dia sedang asyik-asyik nya berduaan dengan seorang lonte, saking senangnya dia, maka mati deh…..!

Nah bagaimana dengan mayat yang ketiga ini dok….tanya penjaga kamar mayat itu lagi, nah kalo mayat yang ketiga ini, lain lagi ceritanya jawab sang dokter……dia mati dalam keadaan tertawa, disebabkan dia mati tersambar petir, dia kira kilatan petir itu disangka lampu diskotik yang bersinar-sinar…oh… begitu sahut si penjaga kamar mayat dengan heran….!


MASTURBASI

Pada suatu hari si keledai dengan tampang lesu dan kurang gairah serta semangat ini pergi berobat ke dokter langganannya. Disana ia curhat ke dokter langgananya tersebut, tentang bagaimana cara agar bila berhubungan intim dengan istri bisa jadi lebih lama dan kuat. Sang dokter pun memberikan tips dengan mengatakan, sebelum berhubungan intim lebih baik masturbasi dulu alias onani. Kebanyakan pria akan lebih lama berhubungan setelah melakukan masturbasi.

Ya udah kalo begitu. Mau gimana lagi. Yang penting lama dan kuat, papar si keledai. Dan ke esokan harinya selama di kantor, si keledai tersebut berpikir dan merenung untuk mencari tempat yang pantas dan aman untuk melakukan onani alias masturbasi ini, sebagaimana yang telah disarankan oleh sang dokter. Di kantor….? Ah…Gak mungkin…. pikir si keledai tersebut. Di wc kantor…..? wah…..Kurang nyaman, Di tempat parkir….? Terlalu terbuka. Kalo di pasar…..wah lebih gawat dan gila lagi……gerutu si keledai di dalam hati.

Akhirnya si keledai menemukan ide cemerlang. Dia memutuskan untuk melakukannya sepulang dari kantor di siang hari. Di dalam perjalanan pulang, si keledai menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Lantas keluar dan dia menyelusup ke bawah mobilnya seolah – olah ada kerusakan. Menyadari keadaan yang sudah dirasanya agak enakan dan aman tentram, si keledai kemudian membuka resleting celananya, menutup mata dengan rapat-rapat dan kemudian mengurut burungnya sambil membayangkan kejadian – kejadian indah bersama wanita-wanita cantik dan istrinya.

Ketika si keledai akan keluar, dia merasakan ada sebuah tendangan kecil di kakinya. Karena tidak mau kehilangan sensasi kenikmatan yang akan dirasakan, si keledai tersebut tetap menutup matanya sambil berkata : Ada apa..…nganggu orang lagi seneng aja nih……! Lantas terdengar suara……Sedang ngapain lo di bawah situ….? sahut suara tersebut yang ternyata adalah si kambing.

Tidak liat ya…..? gue lagi memperbaiki mobil gue dan beberapa bagian lainnya, sahut si keledai tersebut. Dan masih dengan mata terpejam, O..…begitu. Ya…. udah deh. Mumpung kamu masih di bawah situ, sekalian aja periksa rem-mu. Soalnya mobilmu udah terguling tuh sepuluh menit yang lalu, jawab si kambing tersebut. Hah…si keledai terkejut……dan ternyata mobilnya jauh di depan…sialan lo…!

KENCING

Pada suatu hari si kambing masuk wc umum. Di dalam ada seorang pria, bediri, tangannya buntung. Si kambing jadi kasian melihatnya, gila, gimana kencingnya to orang…..gerutu si kambing di dalam hati.

Sorry bro..….boleh gue bantuien ngak….tanya si kambing pada pria tersebut, lantas pria itu pun berkata…oh boleh…boleh…makasih ya…! Kemudian si kambing membantu membukakan restleting celana pria tersebut, terus memegangi burung pri itu, dan ketika selesai, wah…makasih ya…lo udah nolongin gue kalo ngak ada lo gue ngak bakal bisa kencing begini…..kata pria tersebut. Lantas si kambing menyahut…..wah ngak apa-apa lagi…! Tapi kok…..burung nya budukan gito sih…..kenapa toh…? Lantas pria itu menjawab…..ngak tau makanya saya jijik memegangnya…..dan si kambing baru sadar bahwa pri yang ia tolong tersebut adalah seorang waria……!

Cintaku


BERCINTA DALAM ISLAM
Di hiasi alam maya pada ini dengan cinta, cinta adalah sebuah anugrah yang terindah yang di berikan Tuhan pada makhluk Nya, kita mempunyai tanggung jawab pada diri sendiri untuk menempatkan cinta pada posisi yang sebenarnya. Namun ada hal yang harus di ingat, apakah cinta yang membawa kita kepada Tuhan, atau malah sebaliknya cinta menjadi kendaraan syaitan, untuk membawa diri kita ke lembah hina dan nista, dan jangan jadikan cinta sebagai pemuas nafsu syaitan. Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”( QS. Ali Imran : 14 ).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejawantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah sopan dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan rasa tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik pula.

“Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.


MENCINTA YANG DI CINTA

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lawan jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu( pernikahan ), maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta,melainkan hanya nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat, yang di tunggangi syaitan dengan iming-iming mimpi-mimpi yang indah namun kadang berakhir dengan penyesalan seumur hidup. “Jangan salahkan cinta, apabila menderita, bukan cinta yang buta, tapi jiwa terlena, cinta tanpa akal, berakibat patal, lagi-lagi alasan cinta”_( syair bang Rhoma_red).

Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin hanya sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas melaui surat cinta belaka atau dengan seutas tali syair yang mengoyak hati tak kala jiwa di rasuk hawa cinta . Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting, browsing, atau apalah namanya dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan dengan pernyataan dan tanggung-jawab penuh yang disaksikan oleh orang banyak.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( qs : Ar Ruum : 21 )

Terlebih-lebih ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan saja, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi pemimpin, pelindung dan pengayomnya. Bahkan mengambil alih kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya sampai ajal menjelang.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu the real gentleman. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita dan bapak dari anak-anaknya kelak. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau hanya sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Yang beraninya hanya menikmati sensasi seksual sesaat, tapi tidak siap menjadi the real man dan bertanggung jawab bahkan sebagai pria sejati, yang berwibawa dengan sikap ksatria.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu) ( qs : Ar Raad : 38 )

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi dan seks. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan mahram (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.( qs : Al Isra’ : 32 )

Sedangkan pada kenyataan pemandangan yang dilihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyarakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama. Dan semakin menurunya nilai norma dan susila sebagai manusia.

Kaum Barat yang mayoritas nasrani yang mengagung-agungkan paham kebebasan justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

KENCAN

Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda mudi yang berpacaran alias kencan, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah sebuah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak saja sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting, browssing lewat facebook alias Internetan, dan diteruskan dengan janji bertemu langsung atau lain sebagainya.

Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.

Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan yang tidak dapat di tawar-tawar. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri saling kenal satu sama lain, saling menyatukan pandangan, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. ( qs : Al Baqarah : 235 )

Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda, ”Wanita itu dinikahi karena 4 hal : 1. hartanya, 2. keturunannya, 3. kecantikannya dan 4. agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)

Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.

Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya., dan kadang malah bertolak belakang.

Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya ketika sedang di mabuk cinta. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. ( qs : Al Baqarah : 221 )

Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuan.

Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja. Dan dalam hal ini juga yang di rugikan adalah wanita itu sendiri. Pacaran tidak dapat di jadikan alasan untuk penjajakan, melainkan malah sebaliknya.

“Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ( qs : Al Forqan : 74 )

Munajat Cinta


MUNAJAT CINTA KEPADA ALLAH SWT

Tiadalah rasa cinta yang lebih besar dan menggetarkan hati, kecuali hanya cinta pada Allah SWT. Yang direalisai dengan wujud pengabdian yang tulus ikhlas hanya pada Nya, Cinta pada Allah bukan hanya shalat dan puasa saja misalnya, tapi cinta pada sesama, cinta pada negara, cinta pada keluarga, dan cinta pada orang tua, namun cinta yang tulus ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT, itulah sebenar-benar cinta, dan tentunya bernilai ibadah.
"Hati adalah tempat suci Allah, maka janganlah engkau menempatkan (sesuatu) di tempat suci Allah, selain Allah SWT."

Cinta kepada Allah merupakan puncak dalam beribadah, ibadah tertinggi adalah ibadah yang dilakukan penuh dengan kecintaan kepada Allah Swt. Setiap orang memiliki tingkatan-tingkatan dalam mencintai Allah Swt.

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( qs : Ali Imran : 191 )


Seseorang bertanya kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra, tentang tingkatan para pecinta. Imam berkat, "Tingkatan terendah mereka adalah orang yang menganggap kecil ketaatannya dan menganggap besar dosanya; dia beranggapan bahwa tidak ada di dalam dua rumah yang diambil selain-Nya." Orang tersebut kemudian pingsan. Setelah siuman, dia bertanya kembali, "Adakah derajat yang lebih tinggi dari itu?" Imam menjawab, "Ya, 70 derajat (peringkat)."

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( qs : Al Baqarah : 227 )

Hati yang sehat adalah hati yang selalu dibersihkan dari selain Allah dan tidak mensekutukan Nya dengan sesuatu apa pun jua. Hati ini senantiasa bertasbih, berzikir, bertahmid mensucikan asma-asma-Nya. Dalam hadist dikatakan, Hati yang sehat adalah (hati) yang bertemu dengan Tuhannya dan tiada sesuatu selain-Nya di dalamnya. Setiap hati yang di dalamnya (terdapat) syirik atau keraguan (syak), ia akan terjatuh. Dan sesungguhnya mereka hendak meninggalkan kesenangan duniawi agar hati mereka menjadi kosong untuk akhirat.

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. ( qs : Al Baqarah : 22 )

Jika seseorang di antara kita ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah Ta'ala, hendaknya dia melihat kedudukan Allah di hatinya, ini akan menyingkap nisbat keselamatan dalam hati tersebut.

“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud ( qs : Al Araf : 206 )

Jika kita mencintai seseorang, pasti di hati kita, dalam pikiran kita selalu berkecamuk dia yang kita cintai. Bahkan hati kita seolah hanya memikirkannya. Begitu juga dengan cinta kita kepada Allah Swt, terlihat dari sampai di mana Dia berada di hati kita. Dalam hadist dijelaskan, "Barangsiapa ingin mengetahui bagaimana kedudukannya di sisi Allah, lihatlah bagaimana kedudukan Allah di sisinya. Sebab, sesungguhnya setiap orang bebas untuk memilih (di antara) dua perkara, dunia dan akhirat. Karena itu, pilihlah perkara akhirat diatas dunia, (sebab) itulah yang dicintai Allah. Dan orang yang memilih perkara dunia, maka tiada kedudukan bagi Allah di sisinya."

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. ( qs : Ar Raad : 28 )

Tanda lain agar kita mengetahui apakah Allah selalu ada di hati kita adalah, apakah kita senantiasa berzikir, mengingat Allah tabaroka wa ta’ala. Zikir dapat mengantarkan cinta kepada Allah Swt. Rasulullah saw bersabda, "Tanda cinta kepada Allah Ta'ala adalah mencintai zikir kepada Allah, dan tanda benci kepada Allah Ta'ala adalah membenci zikir kepada Allah 'Azza wa Jalla."

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. ( qs : An Nisa : 103 )

Kemudian, jika kita mencintai seseorang kita akan rela bersusah payah untuk kekasih kita. Kita bekerja tanpa kenal lelah dalam mencari nafkah untuk keluarga kita, karena kita mencintai mereka. Kita rela menderita untuk orang-orang yang kita cintai. Karena itu ciri lain hati yang penuh cinta kepada Allah Swt adalah hati menyukai berlelah-lelah untuk Allah. Rasulullah menjelaskan, "Hati yang mencintai Allah adalah hati yang mencintai banyak berlelah-lelah untuk Allah, dan hati yang memalingkan perhatian dari Allah adalah hati yang mencintai kesenangan. Karena itu, wahai anak Adam, janganlah engkau menyangka bahwa engkau (dapat) mengetahui kedalaman sumur tanpa bersusah-payah. Sebab, sesungguhnya kebenaran (al-Haq) adalah sangat berat sekali."

Dalam untaian munajat cinta kepada Allah Swt terucap, Butalah mata yang tak (dapat) melihat-Mu, mata yang senantiasa diawasi. Dan merugilah perdagangan seorang hamba yang tidak membuatnya cinta kepada-Mu, sebagai bagian dari keuntungannya." Apa yang tertinggal setelah kehilangan-Mu, dan apa yang hilang setelah kehadiran-Mu?" Sungguh hati yang penuh cinta kepada Tuhannya, akan senantiasa bersih dan terhindar dari kekotoran.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ( qs : Al Ahzab : 35 )

Kamis, 19 November 2009

Kambing Ceria 6


KAMBING HOMO

Ini kisah tenteng sebuah peternakan kambing, dimana ada 15 kambing betina dan 1 kambing jantan yang umurnya rada sudah tua sekali. Karena merasa kambing jantan yang rada tua tadi sudah melewati masa produktifnya, maka si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 kambing jantan lagi yang masih muda biar hot dan produktif. Tentu saja hal ini membuat si kambing janntan tua menjadi merasa tersaingi, iri dan bakal di lupakan, dan syukur-syukur ngak di potong.

Eh, lo jangan serakah ya…. Kambing betina disini ada 15 ekor. Lho boleh ambil yang 5, sisanya biar untuk gue, kata si kambing jantan tua kepada kambing jantan muda yang baru datang itu. Tidak bisa….. Lho tau kan sudah tua dan loyo. Pokoknya semua buat gue aja, kata si kambing jantan yang lebih muda dengan sombong nya.

Oke….gue ngak masalah…..Kalau begitu kita berlomba saja, siapa yang menang boleh ambil semua kambing betina yang ada disini, ajak si kambing jantan tua.
Boleh saja….. Mau lomba apa……kata kambing jantan muda…..?
Lomba lari karung 1000 M…..kata kambing jantan tua……!
Oke…… nggak masalah….…gue…..!
Si kambing jantan tua terdiam sejenak. Tapi karena gue sudah tua, gue minta untuk lari dulu di depanmu 50 meter. Berani…….?
Siapa takut……….? ujar kambing jantan muda dengan yakin nya.


Lomba lari karung pun dimulai. Si kambing jantan tua lari dulu 50 meter baru kemudian menyusul si kambing jantan yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat. Sewaktu hampir melewati si kambing janta tua, si kambing jantan muda tiba-tiba menggelepar kesakitan, dan mati seketika karena ditembak oleh sang pemiliknya.
Sambil memungut bangkai si kambing jantan muda tadi, si pemilik menggerutu, Sial……! ini kambing jantan homo kesebelas yang aku beli bulan ini. Bukannya mengejar kambing betina, malah mengejar kambing jantan tua ini…..emangnya enak enak apa adu pedang-pedangan…….!” mbee…di kiraien homo….…ngak tau nya lomba lari karung lagi…..lebay deh….!



TIBA AJAL

Si keledai Seorang yang sedang menjelajahi hutan di pedalaman Borneo, tiba-tiba saja sudah dikepung sekelompok primitif yang haus darah.Oo… Tuhan matilah gue…..cetus si keledai, gumamnya. Tiba-tiba dari langit diatasnya ada kilatan cahaya, dan terdengar suara menggema :

Tidak anakku…… ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri didepanmu itu .

Si keledai itupun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombolan itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin dengan sekuat tenaga….. dan si pemimpin itu mati seketika. Dia berdiri di atas mayat si pemimpin.

Seketika 50 orang suku dari primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah dan penuh dendam, karena melihat pemimpinnya terbunuh. Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema:
Sekarang… baru ajalmu tiba anakku…..! hah…gila….si keledai terkejut….!



GAY

Pada suatu hari si domba memasuki sebuah bar and café, dan berkata pada bartendernya Hei bro….. tolong dong berikan gue 5 gelas Triquila…..oke…..!
Sang Bartender pun menjawab : Wow….lho pasti lagi buring alias suntuk ya…. dan sedang mengalami hari seperti di neraka hari ini.
Lantas si domba berkata : Ya…. Lho bener….. gue baru saja tahu kalo abang gue adalah seorang gay……alias homo-homoan.

Keesokan harinya si domba kembali datang ke bar dan café itu lagi, dan memesan minuman Doble Vodka…...Ketika bartender menjawab ada masalah apa lagi lho hari ini…… si domba menjawab : Aah…… aku baru saja mengetahui kalo ternyata adik laki-laki gue juga seorang gay……!

Pada hari ketiga si domba kembali mendatangi bar dan café tersebut lagi, dan kembali memesan 5 gelas Remmy Martien…..dan langsung meneguknya sekaligus. Bartender yang melihatnya lalu berkata : Ya Tuhan, tidak adakah dari anggota keluargamu yang menyukai wanita….!

Lantas si domba menjawab…… sambil meletakkan gelas minumanya, dan berkata dengan pandangan teler dan mabuk berat : Ya ada….. istri gue…..! hah si bartender makin heran……jadi istri lho juga lesbi…….pusing……10000 kll.




PENGEMIS DAN UNIVERSITAS

Si kambing yang Seorang mahasiswa pada sebuah perguruan tinggi, sedang asyik berbicara dan berbincang dengan seorang pengemis tua di depan kampus ISP alias ( Institut Ilmu Santet dan Ilmu Pellet ). Sudah lama mengemis di sini pak…....? tanya si kambing pada pengemis tersebut. Ya… iyalah….lebih kurang sudah 10 tahun . Wah…..sudah lama juga ya pak….sehari biasanya dapat berapa pak…..tanya si kambing lagi.

Ya ….paling 50 Ribu…..! wow banyak juga ya….kilah si kambing. Boleh lah…buat kehidupan keluarga saya….sahut si pengemis itu. Ehhhh……keluarganya ada di mana…….? Tanya si kambing. Anak saya semuanya ada 2 orang dua-duanya laki-laki, yang pertama ada di STIP alias (Sekolah Tinggi Ilmu Perdukunan)….dan yang kedua ada di STIBA alias (Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Alam Gaib),

Lantas si kambing berkata : wow…..wel..wel.….. hebat-hebat keluarga bapak ini..…boleh juga to…. Lantas si kambing bertanya lagi : Eh…...Anak bapak itu semuanya masih kuliah……..?
Lantas si pengemis itu pun menjawab : Oh…tidak…semua anak saya itu mengemis seperti saya ini bukanya kuliah…… Weleh-weleh….! Mbee….. !

Rabu, 18 November 2009

Sehat Di Balik Shalat


SEHAT DENGAN SHALAT

Nikmat yang sangat tinggi sesudah Islam dan iman adalah kesehatan. Allah telah menempatkan kesehatan jasad dan alat-alat tubuh sebagai amanat yang diserahkan kepada manusia untuk dipelihara dan dijaga agar berfungsi dengan baik, lalu digunakan untuk beramal shalih. Islam mengenal satu konsep yang dinamik tentang kesehatan dan di dalamnya tercakup pengertian tentang shihah yaitu keadaan jasmani yang memungkinkan seluruh anggota tubuh berfungsi dengan baik. Selain pengertian shihah masih ada pengertian tentang aafiyah, yakni suatu keadaan yang lebih afdhal dan dampaknya menjangkau kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. ( qs : Huud : 114 )

Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Islam menganjurkan kepada ummatnya untuk hidup serba sehat dan didahului oleh perintah mewujudkan kesucian dan kebersihan. Seorang yang akan shalat terlebih dahulu dianjurkan harus suci serta bersih dari hadats dan najis.
Perhatian Islam terhadap kesehatan ummatnya besar sekali. Itu dapat dilihat dari adanya beberapa dispensasi atau rukhshah yang diisyaratkan seperti kebolehan bertayamum bagi orang sakit dan dibolehkan berbuka puasa dengan menggantinya pada hari lain.

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. ( qs : An Nisa : 103 )

Perhatian Islam terhadap kesehatan dapat pula dilihat dari tuntunan mengenai cara mendapatkan makanan, mengolah dan memakannya. Islam memerintahkan manusia untuk memperoleh makanan dengan cara yang sah, halal dan jika seseorang makan atau minum hendaknya tidak berlebihan. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang diharamkan karena membahayakan kesehatan jasmani, rohani dan akal pikiran.



WUDHU.

Shalat pada hakekatnya bukan sekedar lambang pengabdian dan penghambaan diri kepada Allah, tetapi lebih dari itu. Syarat pertama sebelum melaksanakan shalat adalah membersihkan tubuh dari najis, baik pada pakaian maupun tempat yang akan digunakan untuk shalat.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. ( qs : Al Maidah : 6 )

Ditinjau dari segi kesehatan, wudlu merupakan unsur mendidik agar kebersihan tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada alat panca indra.
Setiap muslim selain mandi, dalam sehari semalam lima kali mencuci bagian tubuhnya. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit. Segi kejiwaan wudlu merupakan anjuran, bahwa kita harus bisa menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah. Sebagai contoh mata, mulut, telinga, tangan dan kaki harus suci agar tidak digunakan untuk hal-hal yang maksiat.

Mata merupakan salah satu alat panca indra yang mempunyai arti dan fungsi sangat penting artinya. Kenikmatan yang telah Allah berikan lantaran mata, tentunya kita tidak dapat menghitungnya. Di antaranya dengan dikaruniai mata kita dapat melihat berbagai keindahan alam yang telah diciptakan Allah. Tetapi mata juga merupakan pangkal dari setiap fitnah ataupun kemaksiatan, maka harus dijaga baik-baik.
Mulut merupakan organ tubuh yang sangat penting, misalnya untuk makan dan berbicara. Namun di sisi lain ibadah akan menjadi rusak atau batal kesemuanya hanya disebabkan mulut. Karenanya apabila kita hendak melakukan ibadah secara baik, maka hendaklah meninggalkan pembicaraan-pembicaraan yang tidak bermanfaat dan tidak ada artinya.
Telinga secara lahiriah harus bersih dari sumber penyakit dan secara kejiwaan telinga harus dijaga agar tidak digunakan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak baik (dilarang Allah). Demikian juga dengan tangan dan kaki, janganlah digunakan untuk sesuatu yang bertentangan dengan Allah.


SHALAT.

Setelah berwudlu, baru diperbolehkan melakukan shalat. Menurut Arif Wibisono (psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta), shalat bukan hanya mengandung nilai spiritual, tetaapi juga mempunyai aktivitas fisikal, menyegarkan badan dan jiwa dari segala ketegangan dan menumbuhkan perasaan kedamaian dan kepuasan. Djamaluddin Antjok (psikolog dari Universitas Gajah Mada) juga menyebutkan bahwa ada empat aspek dalam shalat yang kiranya bisa mempunyai hikmah untuk mengatasi gangguan-gangguan kejiwaan dan kecemasan. Empat aspek tersebut adalah olah raga, meditasi, sugesti dan kebersamaan.

Mengingat di dalam shalat ada aspek meditasi, maka shalat secara Islam dapat menggantikan obat penenang. Mereka yang stress, kehilangan kepercayaan diri, maag dan insomia dalam waktu singkat dapat sembuh dengan bershalat. Demikian juga pada kelompok pencemas akibat penyakit jantung, kanker dan asma, bisa hilang faktor kecemasannya, sehingga semangat untuk sembuh akan timbul dengan sendirinya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( qs : Al Baqarah : 277)

Di Jepang Dr. Kasamatsu dan Kiroji (1970) menyebutkan bahwa meditasi dapat mengaktifkan belahan otak sebelah kanan dan meningkatkan koherensi dengan belahan otak sebelah kiri. Prof. Dr. Andry dari Paris menyebutkan pula bahwa gerakan-gerakan dalam shalat akan menurunkan dan mengurangi penyakit kegemukan, rematik, diabetes, batu empedu, sembelit dan sebagainya. Gerakan otot pada waktu shalat dapat mengakibatkan urat-urat otot menjadi besar dan kuat. Prof. Dr. Kohlrasch dan Prof. Dr. Leube menyebutkan bahwa gerakan shalat dapat mengurangi dan mencegah penyakit jantung, paru-paru , penyakit perut sembelit, penyakit empedu, asma, kegemukan, diabetes dan rematik.

Dalam Al-Quran, shalat adalah satu-satunya cara untuk membersihkan jiwa dan raga manusia (QS Al-Mudatsir: 4-5). Sikap tubuh ketika melakukan shalat secara Islam sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad sesuai dengan wahyu Allah yang diterimanya.

Menurut Prof. Dr. HA Saboe sikap shalat yang baik adalah sebagai berikut: Sikap tangan menurut Iman Abu Hanifah, kedua tangan dilipatkan di atas daerah pusat atau sedikit di bawahnya. Tetapi Iman Syafi'i menghendaki dilipatkan di atas dada. Sedangkan Imam Malik menganjurkan kedua tangan itu tidak dilipat, melainkan dibiarkan bergantung sebagaimana biasanya.

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. ( qs : Al Baqarah : 177 )

Di antara ketiga sikap itu yang mempunyai syarat ilmu kedokteran adalah yang dianjurkan oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i. Sikap tangan yang dilipat merupakan sikap rileks atau istirahat yang sangat sempurna bagi kedua tangan. Sebab sendi siku, pergelangan tangan serta otot-otot dari kedua tangan berada dalam keadaan istirahat penuh. Sirkulasi darah berjalan sempurna ke jantung, produksi getah bening dan air jaringan yang terkumpul dalam kantong-kantong kedua persendian jadi lebih baik. Sehingga kedua sendi pergelangan mudah digerakkan dan mudah menghindarkan timbulnya bebagai penyakit persendian seperti pernyakit kekakuan sendi (rematik).

Sikap ruku'


“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. ( qs : Al Hajj : 77 )

jika dilakukan dengan sempurna dan benar sesuai dengan ilmu kedokteran banyak sekali manfaatnya. Antara lain menyehatkan ruas-ruas pinggang, ruas tulang leher, ruas tulang-tulang punggung dan ruas tulang pinggul.


Sikap sujud

dengan meletakkan jari-jari tangan atau telapak tangan di samping lutut menyebabkan bukan saja otot-otot akan menjadi besar dan kuat, akan tetapi juga menyebabkan pembuluh darah nadi (arteri) dan pembuluh balik (venae) serta pembuluh getah bening (lympha) akan terpijat atau terurut, sehingga peredaran darah dan getah bening jadi menjadi lancar di dalam anggota badan. Sikap sujud yang sempurna dapat membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan mengerasnya dinding-dinding pembuluh darah (arterio sclerosis).

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. ( qs : Al Fath : 29 )


Sikap duduk

tahiyat yang pertama disebut duduk iftirasy sedangkan sikap duduk tahiyat yang kedua disebut duduk tawarruk. Pada sikap duduk iftirasy sebenarnya kita duduk dengan otot otot pangkal paha yang di dalamnya terdapat salah satu syaraf pangkal paha besar (nervus ischadus) di atas kedua tumit kaki kita. Tumit kaki tersebut dilapisi oleh sebuah otot (musculus triceps surae) yang berfungsi sebagai bantal. Maka dengan demikian tumit menekan kepada otot-otot pangkal paha serta syaraf pangkal paha yang besar. Sehingga syaraf pangkal paha tersebut terpijat. Pijatan atau urutan tersebut dapat menghindarkan atau menyembuhkan suatu penyakit syaraf pangkal paha (neuralgia) dan pembuluh darah pada daerah pirenium menjadi besar dan lebih kuat. Pirenium adalah bagian dalam tubuh manusia yang sangat penting karena pada bagian tubuh ini terdapat alat kelamin.

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ( qs : Az Zumar : 9 )

Pada sikap duduk tawarruk di mana tumit kaki kiri dan tumit kaki kanan menekan pada pangkal paha sebelah kanan serta jari-jari kiri kanan berdiri di atas lantai. Keuntungan duduk tawarruk besar sekali dalam kesehatan tubuh, antara lain dapat menghindari penyakit wasir, menghindari kelenjar alat kelamin laki laki mengeras, dapat mengurangi liang dubur tersembul keluar (prolopsusrecti) atau rahim tersembul keluar (prolopsus uteri).

Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa shalat adalah salah satu saran yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan seseorang baik jasmani maupun rohani. Shalat yang dilakukan dengan sempurna berguna untuk memperlancar dan memperbaiki sirkulasi darah; melatih organ paru paru dan jantung serta menormalkan pernafasan dan denyut jantung. Juga meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot dan syaraf pengatur kelembaban kulit, menghambat proses penuaaan sel-sel jaringan organ tubuh serta membantu proses penyembuhan berbagai penyakit. Maka alangkah ruginya apabila ada ummat Islam yang tidak melaksanakan shalat dengan sempurna.

Selasa, 17 November 2009

Seks Dan Gaul Bebas


SEKS DAN GAUL BEBEAS
Pada jaman sekarang ini, di mana arus imformasi dan tekhnologi canggih yang begitu cepat. Tak dapat di pungkiri membawa pada gaya dan prilaku hidup kita yang juga mengalami perubahan. Seiring dengan laju dan tinggkat ekonomi yang semakin memuncak, tak dapat di pungkiri ini juga sebagian latar dari perubahan tersebut. Taraf perekonomian yang memuncak dimana lajunya pertumbuhan angka kelahiran yang tak terbendung serta sulitnya lapangan pekerjaan, ini juga merupakan masalah klasik yang tentunya sudah jadi berita basi untuk di bahas. Dengan perubahan yang begitu cepat sedikit banyaknya merubah gaya dan prilaku hidup kita sebagai manusia, salah satu contoh misalnya, SEKS DAN GAUL BEBAS.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( qs : Al Isra’ : 32 )


Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang sendi kehidupan antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan dan lainya :

Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam kejahatan, dosa dan keburukan, yakni berkurangnya keimanan si pelakunya, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, buruk kepribadian dan akhlaq, serta hilangnya rasa cemburu malu, baik terhadap manusia terlebih-lebih pada Tuhan Nya.

Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap, membuat hati menjadi gelap gulita dan mematikan sinarnya, menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya, akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan menjatuhkan martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia, Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga.Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan buruk dan tidak percaya.

“Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( qs : An Nisa : 25 )


Apa yang didapatkan dari para pelaku seks bebas dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diinginkannya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup sesaat dengan cara bermaksiat, maka Tuhan akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Tuhan tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahmi, durhaka kepada orang tua, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan perdukunan serta dosa-dosa besar yang lain. Seks bebas biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula. Seks bebas menghilangkan harga diri pelakunya dan merusakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya. Aib yang dicorengkan kepada pelaku seks bebas lebih membekas dan mendalam daripada dosa kafir misalnya, karena orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya, namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa karena walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukannya. Mudah-mudahan anda tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.


ZINA

Merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat amnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran informasi, dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina. Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus, walaupun hanya mendekatinya.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."( qs : An Nuur : 30 )


Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu dan malu.
Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.
Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan menjatuhkan martabatnya, baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.
Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.

Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya.
Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu ditembus oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapat dalam kehidupan ini adalah terbalik dari apa yang diingininya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup sesaat dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.

Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahmi, durhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah, sihir dan perdukunan, serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.
Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merusak masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan saja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.
Aib yang dicorengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada perbuatan kafir, misalnya, karena orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya, namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa karena walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukannya.

Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya, itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disadari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.
Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab). Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.
Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya.

Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.
Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. ( qs : Al Maidah : 5 )


Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.

HUKUMAN ZINA

Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata: “Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan yaitu:

Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fisik yakni dirajam seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.

Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina. Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan karena orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perampok, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa saja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.

Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pelajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikan umat.

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu ( qs : An Nuur : 33 )



Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang, demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang melakukannya hanya sekali.
Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merusak keutuhan rumah tangganya.
Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.
Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.

Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.
Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.
Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.
Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.


Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada siapa saja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa saja dan apa saja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah ‘putus asa’ dalam mencari rahmat Allah.

Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. 25:68-70)