Selasa, 01 Desember 2009

Kambing Ceria 7


KEMBALIKAN

Si domba seorang pedagang yang kaya raya, namun sayang nya ia terkenal pelit. Pada suatu saat si domba pun meninggal dunia, dan di alam baqa’ sana ternyata si domba mendapati dirinya sedang berdiri di depan pintu surga.

Kamu tidak boleh masuk, sebelum kamu menceritakan amal kebajikan kamu semasa hidup di dunia, kata malaikat penjaga surga tersebut. Lantas si domba pun menceritakan kebajikan nya sewaktu di dunia, saya telah memberi uang kepada salah seorang pengemis, kata si domba, berapa banyak tanya malaikat, cuman seratus perak, si domba menyahut, coba di cek seru si malaikat kepada asisten nya. Kemudian asisten malaikat tersebut mengecek setumpukan dokumen yang berisi catatan kebaikan si domba, dan si asisten tersebut menagguk-angguk, benar...benar...ada catatan nya.

Cuman itu saja kebaikan kamu tanya malaikat lagi, si domba kemudian mengingat-ingat kebaikan nya yang lain. Akhirnya ia ingat, dan berkata..oh..ya....sekitar tujuh tahun yang lalu, saya pernah memberikan uang kepada seorang pengamen jalanan, berapa...? tanya si malaikat, yah...sama cuman seratus perak. Dan malaikat pun kembali memerintahkan kepada asistenya untuk mengecek, dan terlihat asistenya mengangguk-angguk sebagai tanda membenarkanya tentang ucapan si domba.

Kemudian si malaikat menyruh menunggu si domba, karena harus mendiskusikanya secara tertutup dengan para asisten nya. Jadi bagaimana...? apa yang mesti kita lakukan...tanya malaikat pada para asisten nya. Begini saja boss...saya ada usul kata salah seorang asisten malaikat tersebut. Bagaimana kalau kita kembalikan saja uang yang Rp. 200_ perak itu, terus kita suruh si domba untuk menemui malaikat penjaga neraka......!


IKAN

Si kelinci pergi ke sungai bermaksud untuk mencuci baju, ketika baru saja memulai mencuci, si kelinci melihat seekor ikan yang terjepit di antara bebatuan, begitu si kelinci menghampirinya, si ikan berkata kalau kamu menolongku, aku akan mengabulkan tiga permintaanmu, tapi ada yang harus kamu ingat, suami mu akan mendapat 10 kali lipat dari permintaan yang kamu ajukan.


Akhirnya, si kelinci pun menolong ikan tersebut, dan si kelinci menyebutkan permintaanya, pertama si kelinci meminta kepada sang ikan ajaib itu untuk mengubah wajah nya agar terlihat sangat cantik, ingat kata si ikan ajaib itu, apabila kamu meminta kepadaku maka suamimu akan menjadi orang yang paling tampan sedunia. Mengingat permintaan si kelinci ngak masalah...dan cring....wajah si kelinci berubah menjadi sangat cantik.

Permintaan kedua, si kelinci ingin menjadi kaya raya, ingat kata si ikan ajaib, suami mu akan akan kaya sepuluh kali lipat dari jumlah hartamu. Lantas si kelinci menjawab...ah ...tidak apa-apa. Milik nya ikan kan milik ku juga....dan cring....jadilah si kelinci menjadi orang yang terkaya di desanya.

Lantas si ikan ajaib berkata...ok...dua permintaan mu sudah terlaksana, sekarang apa permintaan mu yang ketiga...? lantas si kelinci pun menyebutkan permintaanya yang terakhir....aku ingin...kena serangan jantung ringan saja.....hah...!


BEDAH PLASTIK

Istri si keledai mengalami kecelakaan hebat, wajahnya terbakar dengan luka parah yang cukup besar. Akibat dari ledakan kompor di dapur rumahnya, satu-satunya cara, wajahnya harus dioperasi plastik, sayang nya, dokter tidak bisa melakukan transplantasi kulit dari bagian tubuh si istri keledai tersebut, karena kondisinya sangat kurus, maka sebagai jalan keluar, di ambilah kulit pantat si keledai suaminya. Dan si keledai meminta kepada dokter untuk merahasiakan prihal ini kepada khalayak ramai.

Operasi transplantasi kulit pun berjalan dengan sukses dan lancar. Dan wajah istri si keledai kembali terlihat pulih seperti sedia kala, bahkan terlihat lebih cantik. Semua orang pun menjadi terkagum-kagum dengan hasil operasi tersebut. Sementara itu istri si keledai tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya itu. Ia pun merasa berhutang budi pada si keledai.

Sayang...terima kasih ya...aku tidak tahu dengan cara apa aku harus membalas budi baik mu, ungkap istri si keledai pada saat mereka berduaan. Lantas si keledai pun berkata...sayang...kamu tidak perlu berterima kasih dan merasa berhutang budi pada ku. Ini kebahagianku terbesar, karena kamu sudah sembuh seperti sedia kala, dan aku juga merasa bangga dan berharga menjadi suami mu ketika melihat ibumu mencium pipimu......(pikir si keledai di dalam hati...rasaien tercium pantat gue).