Kamis, 12 November 2009

Nagkring Di Jalan


Nongkrong di Jalan

Orang bilang masa remaja adalah masa yang paling indah, masa di mana seseorang mencari jati dirinya. Namun terkadang tanpa disadari kadang masa remaja di jadikan masa yang hura-hura dan keramaian, sehingga masa depan yang menantang didepan kadang harus terlupakan dan harus berujung sesal di belekang. Masa remaja masa yang penuh dengan sejuta mimpi ingin menggapai apa yang menjadi cita dan keinginan untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Kadang banyak yang tergelincir hanya dengan kebahagiaan dan kenikmatan sesaat.

“Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. ( qs : An Nisa : 120 )

Berhati-hatilah duduk-duduk di pinggir jalan. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagi kami sesuatu yang tidak dapat kami tinggalkan. Dalam berkumpul itu kami berbincang-bincang." Nabi SAW menjawab, "Kalau memang suatu keharusan, maka berilah jalan itu haknya." Mereka bertanya lagi, "Apa yang dimaksud haknya itu, ya Rasulullah?" Nabi SAW menjawab, "Palingkan pandanganmu dan jangan menimbulkan gangguan. Jawablah tiap ucapan salam dan ber-amar ma'ruf nahi munkar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Duduk-duduk di pinggir jalan memang mengasyikkan. Disamping pasang aksi dan jual tampang, juga mengobrol ke sana ke mari, bercanda ria, dan menikmati pemandangan di depannya. Menggoda orang yang lewat, terutama perempuan tidak terlepas dari aktivitas itu. Bahkan sampai berani mengganggu dan merayu.
Kegiatan seperti ini telah menjadi kesenangan dan membudaya di kalangan muda-mudi dari zaman ke zaman. Malahan bukan hanya pemuda-pemudi saja yang menyenangi duduk-duduk di pinggir jalan ini, tapi pada tingkat orang dewasa dan orang tua juga menyukainya.

“Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. ( qs : Al Maidah : 92 )

Di zaman Rasulullah SAW hal ini pun merupakan kesenangan para sahabat, sehingga beliau mewanti-wanti dan memberi batasan tentang adab-adab yang harus dipenuhi oleh orang-orang yang senang duduk-duduk di pinggir jalan. Di antara ketentuan-ketentuan itu seperti dalam hadits di atas :

Pertama, palingkan pandangan. Pandangan mata, sesuatu hal yang membahayakan karena akan mempengaruhi hati dan menggerakkan nafsu birahi yang bergejolak. Walaupun cepatnya pandangan secepat larinya anak panah dari busurnya, ia akan menyangkut dalam hati. Dan hati bisa menyeret pada keinginan untuk melampiaskan hasratnya itu.
Karena berbahaya pandangan mata itu, Allah memerintahkan untuk menundukkan pandangan itu. Perintah ini tertera dalam surah An-Nuur 30-31 :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.....

Ibnu Qayyim berkata, "Pandangan mata adalah penyebab dan penggerak utama adanya nafsu birahi, maka menjaga pandangan mata merupakan penjagaan atas kemaluan. Barangsiapa membiarkan pandangan matanya berkeliaran untuk melihat sela-sela kemaksiatan, sesungguhnya Allah telah menciptakan sebagai cermin dari hati. Jika hamba ini menggerakkan matanya guna memandang barang haram, niscaya hatinya akan menggerakkan dan mempengaruhi nafsu birahi dan hasratnya. Dan jika seseorang memelihara pandangan matanyanya, niscaya hati tidak akan menggerakkan nafsu birahi.
Kedua, jangan mengganggu. Nongkrong-nongkrong di pinggir jalan terasa kurang asyik bila tidak menggoda dan mengganggu orang. Gatal lidah rasanya bila tidak melontarkan kata-kata pada orang yang lewat di depan matanya. Keinginan itu pastilah muncul bagi orang yang senang duduk-duduk di pinggir jalan, bahkan ada juga yang tujuannya memang demikian. Untuk Rasulullah SAW memberikan persyaratan untuk tidak mengganggu orang, bila pekerjaan nongkrong di pinggir jalan ini tidak bisa ditinggalkan. "Kaffuladzai", jangan menimbulkan gangguan.

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. ( qs : Al Maidah : 105 )

Ketiga, membalas ucapan salam. Islam telah mengatur tentang adab-adab salam sedemikian rupa, yang mencakup hukum memberi salam, hukum menjawabnya dan siapa yang lebih duluan salam.
Apabila berjumpa sesama muslim, Rasulullah memerintahkan untuk saling mengucapkan salam. Yang meda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk, yang berkendaraan kepada yang berjalan kaki, yang berjumlah sedikit kepada yang banyak, dan laki-laki memberi salam kepada wanita. Wanita dilarang memberi salam kepada laki-laki.
Berdosa hukumnya bila ada salam tidak dijawab, karena hukum menjawab salam adalah wajib. Maka dengan itu Rasulullah memerintahkan untuk selalu menjawab salam orang yang lewat ketika kita nongkrong di pinggir jalan.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( qs : At Taubah : 71 )

Keempat, ber-amar ma'ruf nahi munkar. Bila suatu ketika di depan mata kita terjadi kezaliman, jangan sampai dibiarkan terjadi tanpa kita turun untuk mencegahnya. Sudah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar. Cegahlah dengan tangan, atau dengan hati, tapi itu selemah-lemahnya iman. Jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata kita, apalagi kita mampu untuk mencegahnya. Jika kita membiarkan, tunggulah siksa Allah di hari pembalasan kelak.

"Sesungguhnya Allah Azza Wajalla tidak menyiksa awam karena perbuatan dosa orang-orang yang khusus sehingga mereka melihat kemungkaran di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya. Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam." (HR. Ahmad dan At-Thabrani).

Kelima, tunjuki jalan bagi orang yang bertanya. Kewajiban lainnya bagi orang-orang yang duduk-duduk di pinggir jalan adalah memberikan bantuan dan menerangkan dengan jelas bagi orang yang memerlukan bantuan tersebut. Layani dengan baik, tanya apa keperluannya, mau ke mana, dan jawablah dengan baik lantas tunjuki jalan atau tempat yang dia cari, lebih baik lagi kalau diantarkan ke tempat yang dituju. Itulah kewajiban yang diperintahkan Rasulullah kepada orang-orang yang duduk-duduk di pinggir jalan.

Nabi SAW mendatangi serombongan orang yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan, lalu beliau berkata, "kalau memang harus kamu lakukan maka balaslah ucapan salam dan tolonglah orang yang dizalimi. Tunjuki jalan bagi orang yang bertanya." (HR. Abu Daud)

Jelaslah bahwa Rasulullah SAW selalu menegur pada orang-orang yang duduk-duduk di pinggir jalan. Memalingkan pandangan, jangan mengganggu, menjawab salam, ber-amar ma'ruf nahi munkar, menolong orang yang dizalimi, dan menunjukkan jalan bagi orang yang bertanya. Bila hal-hal ini tidak bisa dilaksanakan, maka sebaiknya menghindari untuk duduk-duduk di pinggir jalan. Perbuatan ini membuka peluang untuk mengerjakan maksiat dan terus menambah tabungan dosa kita, yang akan dipertanggungjawabkan di hari kemudian. Pekerjaan yang demikian bila kita jauhi akan menghindarkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna, dan ini merupakan ciri orang beriman yang beruntung.

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna." (QS. Al-Mu'minun: 1-3).

Kambing Ceria 4


BERSALIN

Si kelinci pada suatu saat ketika ia mau melahirkan, ia tengah di tangani oleh salah seorang dokter specialis kandungan. Ketika kepala sang bayi mau keluar dan terlihat berwarna agak kehitaman, si dokter pun kaget dan langsung bertanya pada si kelinci. Nyonya, kata si dokter yang menangani proses melahirkan tadi, apakah anda pernah selingkuh dengan orang afrika, lantas si kelinci dalam kesakitan saat melahirkan tersebut masih kuat untuk memberikan jawaban, iya dok.....jawab si kelinci, tapi cuman sekali saja dok......!

Dan tak lama kemudian, sebagian tubuh bayi itu pun mulai kelihatan, dan si dokter melihat kulit dari si bayi tersebut berwarna ke kuning-kuningan, lantas si dokter pun bertanya .......apakah nyonya pernah selingkuh dengan orang jepang.....lantas si kelinci pun menjawab.....iya dok......tapi cuman sekali doank......dan proses melahirkan pun berlanjut lagi, dan saat kakinya yang berwarna sawo matang mulai kelihatan dan dokter pun bertanya lagi......nyonya.......apakah anda pernah selingkuh dengan orang thailand.....lantas si kelinci pun menjawab lagi...........ia dokter.....tapi cuman sekali.

Dan si dokter pun akhirnya berhasil menarik si bayi, dan saat ia mengankat si bayi tersebut, maka si bayi itu pun menagis. Melihat tangisan si bayi, maka si kelinci pun langsung bersyukur.
Syukurlah........kata si kelinci......setidaknya ia tidak sampai menggonggong......emang apaan sih...!



MENANG LOTRE


Si keledai yang sudah berusia senja itu, ketika ia memenangkan lotere berhadiah 100 juta, sanak dan saudaranya sangat cemas mendengar berita ini. Karena si keledai telah lama mengidap penyakit darah tinggi dan jantung, dan mereka sangat khawatir bahwa berita ini akan mengejutkan si keledai. Maka para sanak keluarganya pun berunding dan di putuskanlah, kita lebih baik menyuruh dokternya saja untuk menyampaikan berita ini. Usul dari anak tertua dari si keledai yang sudah berumur 95 tahun tapi senang sekali ikut main lotere ini.

Dan dokter pun segera datang dan situasinya di terangkan kepadanya, kalian tidak perlu cemas, katanya, saya sudah terlatih dalam saat-saat genting seperti ini, saya yakin saya dapat menyampaikan kepadanya secara halus.....papar sang dokter pada sanak kerabat si keledai.

Saya jamin keselamatanya, segalanya akan beres, bila saya yang menangani. Dan sang dokter pun mendatangi si keledai yang sudah tua renta itu, dan pelan-pelan mengutarakan tentang berbagai permainan. Lantas si dokter pun berkata....nah.....seandainya kakek memenangkan lotere, apa yang akan kakek lakukan............katakanlah ya.....menang seratus juta umpama......tanya sang dokter pada si keledai.

Apa yang saya lakukan....si keledai balik bertanya.....? ya....tentu saja saya berikan separuhnya kepada dokter itu pasti donk.......! dan mendengar jawaban si keledai tersebut.......maka si dokter pun langsung jatuh pingsan dan mati karena serangan jantung.



SUPERMARKET


Si kambing memasuki sebuah supermarket, dan tak lama kemudian ia menyadari bahwa ada seorang gadis cantik yang tengah memperhatikanya dari tadi. Merasa agak canggung, maka si kambing pun berinisiatif bertanya. Mmmm...apakah saya mengenal anda....?.....saya rasa anda adalah ayah dari salah seorang anak saya.....jawab wanita cantik tersebut.
Maka si kambing pun berpikir sejenak, dan menyadari bahwa anak yang di maksud dari wanita cantik ini bisa jadi adalah anak hasil dari selingkuhan pertamanya dan satu-satunya yang ia lakukan beberapa tahun lalu. Kemudian si kambing pun lantas bertanya pada wanita cantik tersebut, oh.....jadi anda seorang penyanyi di cafe, yang saya selingkuhi empat tahun silam kan....? tanya si kambing.

Bukan......wanita itu menjawab, dan si kambing pun jadi heran dan tertegun sejenak, lo....jadi kamunya siapa...? anak anda adalah murid di kelas saya......jawab wanit cantik itu.......dan si kambing pun jadi malu karena telah tidak sengaja bercerita pernah berselingkuh pada guru dari anaknya tersebut.........!



BAGUN DAN TIDUR


Pada suatu ketika anak si keledai mengeluhkan masalahnya pada ayahnya, yang tak lain adalah si keledai. Pa.......kata si anak........saya sedih pak.....karena mama tidak tahu dan mengerti bagaimana mengurus anak dengan baik......kata sang anak pada ayahnya si keledai.

Lho.....kenapa emangnya....si keledai balik bertanya pada anaknya, kamu tidak baik berkata begitu sayang, apalagi dia ibumu........jawab si keledai pada anaknya.
Ya....habis pak.....jawab sang anak....karena mama selalu menyuruh saya tidur di malam hari saat saya belum mengantuk, dan membangunkan saya di pagi hari pada saat saya masih mengantuk. Weleh.....weleh nduk...itu namanya malas.......!

Hidup Bagaikan Burung



HIDUP BAGAI BURUNG

Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah dan sangat berperan di muka bumi? Apakah hanya untuk makan, kawin dan bikin pondokan, rumah mewah, gelimangan harta benda dan perhiasan serta pernak-pernik dunia yang tidak berujung....? Perlu sekali kita sebagai seorang muslim untuk mengetahui itu semua. Apalah artinya kita hidup di dunia ini bila tidak mengetahui peran dan fungsi kita. Tidak ada nilai lebih yang kita dapati, bila dalam kehidupan ini tidak mengetahui arah dan tujuannya.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

" Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." ( qs : Al Baqarah : 30 )


Dalam al-Qur'an terdapat kisah yang sangat menarik untuk dijadikan uswah. Di mana ada seorang ibu yang bercita-cita ingin menjadikan anknya seorang hamba yang shalih. Hamba yang akan menegakkan agama Allah di permukaan bumi.
Kisah itu tertuang pada surah Ali 'Imran 35: "(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'."

Dia tidak menginginkan anaknya menjadi seorang yang punya gelar kesarjanaan, jabatan dan kedudukan yang terhormat. Dia tidak menginginkan sesuatu yang sifatnya keduniawian yang hanya berkisar pada pemenuhan kebutuhan perut, syahwat dan tempat tinggal.

Mencari nafkah memang perlu, bahkan wajib. Demikian juga mencari tempat tinggal, juga perlu. Akan tetapi hidup yang dikaruniakan Allah ini, bukan hanya untuk mencari makan, lalu menikah dan beranak pinak saja. Setelah anaknya dewasa disuruhlah mereka mencari nafkah sendiri.

Jika hidup hanya seperti ini, sama dengan hidupnya burung. Pagi-pagi sudah bertebaran mencari makanan, kembali ke sarang perutnya sudah kenyang. Anak-anaknya yang masih kecil-kecil di dalam sarang dikasih makanan yang dibawanya. Malamnya kumpul kembali sekeluarga di sarang. Pekerjaan ini terus berlangsung setiap hari sampai anaknya bisa mencari makan sendiri. Burung-burung yang telah dewasa mengerjakan pula rutinitas seperti seniornya. Mencari makan, kawin, bikin rumah dan membesarkan anak.

Bila gelar, pangkat dan kedudukan yang tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan perut dan di bawah perut, tentulah hidupnya berada pada derajat yang rendah. Tidak ada cita-cita lain dalam hidupnya kecuali untuk itu. Bekerja untuk mencari makan. Makan untuk bekerja. Berputar terus dari itu ke itu.
Padahal tugas manusia bukan untuk itu. Tugas manusia adalah menjadi khalifah, wakil Allah di muka bumi. Sebagai wakil Allah, haruslah ia berusaha menjalankan aturan-aturan Allah di permukaan bumi. Menegakkan kalimah-Nya dan memenangkan agama-Nya.
Jika hidup hanya unutk mencari makan saja, cecak pun bisa. Dia yang hanya menempel di dinding dan tidak bisa terbang, tapi tetap bisa hidup dengan memakan hewan-hewan yang punya sayap. Dia hanya menunggu nyamuk-nyamuk yang kekenyangan hinggap di dinding, sehingga dapat menangkapnya dengan mudah.

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. ( qs : Al Baqarah : 268 )

Lihatlah istri 'Imran, dia hanya mencita-citakan anaknya menjadi anak yang shalih dan berkhidmat di Baitul Maqdis. Dia tidak mencita-citakan anaknya mendapatkan pangkat, kedudukan, kekayaan dan lain sebagainya yang sifatnya hanya duniawi semata.
Adakah di zaman sekarang ini seorang ibu yang mempunyai cita-cita seperti itu? Rasanya hanya sedikit orang saja yang mempunyai cita-cita seperti itu. Pastilah kita dapati kebanyakan ibu-ibu menghendaki anaknya mempunyai status sosial yang tinggi. Punya gelar, kedudukan, pangkat, jabatan, atau menjadi orang kaya.
Cita-cita yang dimiliki istri 'Imran ini memang langka dan aneh menurut ukuran dan pola pandang orang sekarang. Tapi itulah cita-cita yang akan membedakan kedudukan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia mulia karena fungsi kekhalifahannya didayagunakan. Yakni menegakkan kalimah tauhid di belahan bumi manapun. Itulah tugas utama seorang hamba. Dari tingkat rasul sampai kepada tingkat kita sebagai manusia biasa.

Sang ibu bila mempunyai cita-cita yang mulia ini, janganlah lupa bila telah terlahir seorang anak, maka cepat-cepatlah meminta pertolongan, perlindungan dan pemeliharaan Allah dari syetan yang terkutuk. Syetan tidak akan tinggal diam membiarkan anak tersebut mencapai cita-citanya. Pastilah dia akan menggoda, merayu dan membisikkan bisikannya yang penuh tipu daya agar anak tersebut langkah-langkahnya menyimpang dan tersesat. Syetan akan berusaha menggelincirkannya pada jalan yang menjerumuskannya pada kemungkaran.

Inilah perlunya meminta pertolongan dan perlindungan Allah. Jika Allah telah melindunginya pastilah dia akan terpelihara dari godaan syetan yang akan menyesatkannya.
Akan tetapi cita-cita yang luhur, agung dan mulia saja belum cukup untuk mendapatkan anak yang diidam-idamkan itu. Masih ada perangkat lain yang menunjang tercapainya tujuan ini. Yakni pendidikan dan lingkungan.

“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). ( qs : Ar Ra’d : 25-26 )

Maryam -anak keluarga 'Imran- menjadi hamba yang shalihah dan taat berkat adanya didikan dan lingkungan yang mengantarkannya. Dia dididik oleh manusia pilihan Allah, Nabi Zakaria. Maryam dididiknya dengan baik dan pemeliharaan yang penuh kasih sayang. Tumbuhlah Maryam menjadi seorang manusia yang suci. Manusia yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT.

Jelaslah di sini bahwa untuk mewujudkan cita-cita itu perlu pendidikan, lingkungan dan suasana yang mendukung. Keinginan untuk menjadikan anak yang shalih harus didukung faktor-faktor tersebut. Tanpa itu, jangan harap bisa menjadi kenyataan. Berat untuk mewujudkan kalau anak-anak kita dididik dengan pendidikan yang jauh dari norma-norma agama.

Pendidikan yang berkiblat ke Barat yang sekuler, adalah pendidikan yang membentuk kepribadian anak menjadi materialistis dan hedonis. Ditambah lagi dengan lingkungan yang bisa menyeret pada tindak kelakuan menyimpang dari fitrah kemanusiaan. Yang hanya menumbuhkembangkan dominasi nafsu dan mematikan peran serta ruh.
Langkah-langkah yang dipakai atau digunakan untuk membentuk anak yang shalih dan mempunyai cita-cita menegakkan kalimah Allah adalah dengan memasukkan anak-anak kita pada tempat yang telah dikondisikan untuk itu. Di tempat yang sudah menyiapkan perangkat-perangkat yang memprogram proses penumbuhan cita-cita mulia ini. Lingkungan dan pendidikan yang bisa menjabarkan tentang tugas dan kewajiban seorang hamba yang diciptakan Allah.

Apa perlunya Allah menciptakan manusia? Dan apa peranannya di muka bumi? Apakah hanya untuk makan, kawin dan bikin pondokan? Perlu sekali kita sebagai seorang muslim untuk mengetahui itu semua. Apalah artinya kita hidup di dunia ini bila tidak mengetahui peran dan fungsi kita. Tidak ada nilai lebih yang kita dapati, bila dalam kehidupan ini tidak mengetahui arah dan tujuannya.
Untuk mencari tempat atau lingkungan seperti itu di zaman sekarang ini memang cukuplah sulit. Lingkungan yang ditata secara alamiah, ilmiah dan Islamiah. Lingkungan yang menumbuhkembangkan ghirah keislaman dan pendayagunaan peranan manusia sebagai seorang khalifah. Seseorang yang menjadi pesuruh-pesuruh Allah dalam menerapkan aturan-aturan-Nya, ayat-ayat-Nya atau ketentuan-ketentuan-Nya di permukaan bumi. Seseorang yang akan berjuang terus selama kalimah la ilaha illallah belum bisa ditegakkan. Selama syariat-syariat Allah belum dijalankan. Dan selama firman-firman Allah belum diterapkan.

Kesulitan untuk mencari tempat seperti ini janganlah menjadikan kita berputus asa. Insya Allah bila kita telah mencita-citakan untuk li i'laikalimatillah yang mulia dan berusaha untuk terus mencari, pastilah Allah akan mengantarkan kita pada tempat yang diidamkan. Allah SWT akan mengantarkan dan menunjuki jalan kepada hamba-Nya yang selalu mencari kebenaran. Hidayah Allah akan diberikan kepada makhluk yang Dia kehendaki.

“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. ( qs : Ar Ra’d : 18 )

Sungguh agung cita-cita ini. Tiada lagi cita-cita yang bisa mengantarkan kemuliaan kecuali cita-cita menegakkan kalimah Allah. Berbahagialah hamba-hamba Allah yang berkeinginan mendapatkan derajat kemanusiaan yang tertinggi dan terhormat. Cita-cita yang akan mendapatkan imbalan dari Allah berupa kenikmatan yang tiada taranya, yakni jannah. Kenikmatan yang belum pernah terlintas pada pendengaran, penglihatan, dan hati. Hidup kekal selamanya dalamnya.

Minggu, 08 November 2009

Kambing Ceria in 3




BULAN DATANG


Pada suatu hari, di sebuah kelas Sekolah Dasar, pak
guru memerintahkan pada murid-murid nya untuk menggambar sekaligus mengarang.
Maka para murid-murid yang duduk di kelas 3 SD tersebut mengerjakan apa yang di
perintahkan oleh sang guru tersebut. Kemudian pak guru menghampiri si kelinci
dan bertanya…apa yang sedang kamu gambar, lantas si kelinci pun menjawab…bulan
datang pak…! Hah..pak guru kaget..maksud kamu datang bulan..ya pak sahut si
kelinci, lantas pak guru itu pun bertanya lagi..apa yang menarik dari gambar
ini?”:”Saya sendiri bingung apa yang menarik dari datang bulan..pak..Yang jelas
setelah kakak saya yang masih SMA menyatakan terlambat datang bulan selama tiga
bulan,.Ayah saya tiba-tiba mendadak jantungan, ibu menangis, dan pemuda yang
kos di sebelah rumah saya bunuh diri..pak sahut si kelinci…! mbee…



PANCASILA


Seorang guru bertanya pada si domba muridnya , siapa
yang menulis Pancasila ,coba kamu sebutkan, dan si domba berkata, saya tidak
tau, pak, soalnya pada waktu Pancasila di tulis saya belum lahir..cetus si
domba, dan sontak saja hal ini membuat marah gurunya, akhirnya si domba di hukum
berjemur di lapangan upacara ...hingga sore hari. Setibanya di rumah si domba menangis
tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya, kenapa kamu…? Berkelahi?”si
domba menjawab, “Bukan Pak, tapi saya tadi di hukum jemur oleh pak Guru.”
Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”si domba menjawab, “Karena saya tidak dapat menjawab siapa yang menulis
Pancasila.. pak” Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu
sembari menghardiknya…bodoh kamu…,“Kenapa tidak mengaku saja kamu yang
menulisnya…!!!”


KOMPUTER BELAJAR

Si kambing baru saja belajar komputer. Suatu siang si
kambing menelepon toko tempat dia baru saja membeli komputer barunya, "Halo, selamat siang, ini kambings. Saya tidak bisa membuka facebook
pak... Setiap saat saya coba klik pada Internet Explorer nya keluar tulisan No Network (Jaringan Tidak
Ditemukan) . Padahal Modem nya sudah saya taruh persis di depan computer saya,
Pak!" Dan pada hari yang lain, si
kambing ketakutan sebab dia
menghilangkan sesuatu dari monitornya, dan menelepon toko komputer itu lagi,
"Wah ada masalah gawat nih, Pak. Teman saya si keledai baru saja menginstall kan 'Screen Saver' aquarium di monitorku. Tapi
setiap saya menggerakkan mouse, 'screen
savernya' hilang!" dan ikan nya pun
turut lenyap pula pak….?



FACEBOOK LAGI

Si Keledai yang sudah TOP (Tua Ompong Peot) menghampiri cucunya yang sedang sibuk mengutak-atik handphone alias jawwal. "cucu ku dari tadi kakek liat kamu ketawa-ketiwi. Emangnya adaapa ya…kakek jadi penasaran nih…cetus si keledai. "Iya, nih Kek. Sang cucu menjawab saya baru punya facebook. (Sambil tetap...sibuk dan tidak perduli pada si keledai.).emangnya facebook bisa bikin ketawa ya..si keledai bertanya,iya nih.. Kek!" Ada kambings bisa bicara, bisa nulis-nulis, suka sama cewek lagi,: "Wah, kalau begitu kebetulan., tolong belikan facebook donk buat kakek. “Kakek lagi suntuk nih...ngak ada cem-cem an….si keledai menyahut "…walah dasar..TOP.


TERBANG PESAWAT

Si kelinci baru
pertama kalinya naik pesawat terbang alias kapal terbang dan si kelinci duduk didekat jendela alias pintu emergency di
atas sayap. Ketika pesawat lepas landas and take
out menembus kabut tebal dan cuaca agak buruk dan terus naik, sang pilot
membiarkan lampu jelajahnya tetap menyala-nyala. Selama ...setengah jam si kelinci
ini memandangi lampu yang berkedip-kedip
di ujung sayap dan kemudian dia membunyikan lampu bel memanggil pramugari.Setelah
pramugari yang cantik and seksi datang Si kelinci berkata : "Maaf, Mbak, tolong beri tahu
Pilot ya…bahwa dia lupa mematikan lampu resting kanannya. (sein)" toh coba aja liat
sendiri masih kedap- kedip kan….weleh-weleh….mbeee…



MAKAM TUA

“Kalau gue mati nanti,” kata si keledai kepada sohibnya si kambing, “kuburkan gue dimakam yang udah tua saja.ya..” Emangnya kenapa…?” tanya si kambing, “Agar kalau Malaikat Mungkar & Nangkir nanti datang, gue bisa terlewat dari mereka, karena mereka tentu mengira bahwa kubur tuaku sudah diperiksa.”…mbeee….10000X



ARTIS NYANYI


Si kambing kaget ketika masuk halaman belakang sebuah rumah sakit jiwa, karena dia mendengar ada orang bernyanyi.Setelah dia cari ternyata suara seorang pasien rumah sakit jiwa tersebut. yang ternyata si keledai,Cuma anehnya, si keledai menyanyikannya dengan posisi tengkurep,Dengan heran si kambing terus mengamati si keledai tersebut. Dia berpikir, sepertinya si keledai sudah sembuh.Lebih kaget lagi,kemudian si keledai tersebut telentang dan menyanyikan lagu yang lain "aku masih… seperti yang dulu ? Karena penasaran, si kambing menghampiri si keledai dan bertanya, “Hai, mengapa lho tadi menyanyi dengan tidur tengkurep dan sekarang telentang..? Dengan kalem si keledai menjawab, “Ya iyalah, karena tadi Disc A, sekarang Disc B.”


NYANYI DIKAMAR MANDI

Si kambing sambil bernyanyi riang di kamar mandi… Topi saya bundar.. Bundar topi saya...Kalau tidak bundar..Bukan topi saya...Nenek ku sudahtua..Tidak bisa loncat jendela….Kalau bisa loncat jendela..…Bukan nenek saya…..he.he..mbeee….!