Selasa, 01 Desember 2009

Kambing Ceria 4


KODOK

Si kelinci yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar ini, pada suatu hari mengadakan penelitian terhadap se ekor kodok. Dan si kelinci ini berkata pada se ekor kodok itu, Loncat...loncat... dan aneh nya kodok tersebut pun meloncat sejauh 50 cm. Kemudian si kelinci mematahkan satu kaki dari kodok tersebut, dan kembali berteriak....loncat....loncat....dan kodok itu pun meloncat sejauh 40 cm, dan kemudian si kelinci mencatat hasil dari penelitianya tersebut.

Selanjutnya si kelinci mematahkan lagi satu kaki dari kodok tersebut, dan terus berteriak....loncat.....loncat....dan ternyata kodok itupun meloncat sejauh 30 cm, terus si kelinci mencatat nya lagi. Kemudian si kelinci mematahkan kaki ke tiga dari kodok tersebut, seraya memerintahkan...loncat....loncat....dan dengan susah payah kodok itu meloncat sejauh 20 cm, dan si kelinci kembali mencatat hasil dari analisis dan penelitianya tersebut.

Karena masih belum puas akan hasil dari analisis penelitian dan statistik nya ini, maka si kelinci itu pun mematahkan kaki kodok yang ke empat kalinya, dan merupakan kaki kodok yang terakhir. Lalu si kelinci berteriak...loncat.....loncat....namun si kodok itu diam saja, sekali lagi si kelinci berteriak....loncat.....loncat....dan kodok itu masih tidak bergeming dari tempatnya. Dan dengan wajah yang sangat serius si kelinci yang masih kecil ini memperhatikan, dan kemudian ia menarik sebuah kesimpulan pada penelitian nya........tanpa kaki, maka si kodok akan menjadi tuli dan budeg.....!..... weleh...weleh....!


CACAT

Si domba seorang yang sangat tampan dan gagah ini, merasa bahwa tuhan pasti telah menciptakan seorang perempuan yang sangat cantik sebagai pasangan hidupnya. Maka karena itu, si domba berkeliling untuk mencari jodohnya tersebut. Kemudian sampailah ia di sebuah desa, dan si domba bertemu dengan seorang petani yang memiliki 2 orang anak perempuan yang sangat cantik.

Kemudian si domba tersebut memberanikan diri untuk menemui petani itu, dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini satu dari anak petani tersebut. Dan yang anehnya si domba bingung untuk menentukan pilihanya, dan si petani itu pun menganjukkan saran kepada si domba untuk mengencani anak nya satu per satu.

Di hari pertama, ia pergi berduaan dengan anak yang pertama, dan ketika pulangnya ia berkata kepada bapak petani, maaf anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil. Yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanannya. Dan dia mempunyai mata yang agak sedikit juling, kata si domba pada si petani tersebut.
Dan pada hari selanjutnya, si domba pergi bersama anak kedua dari putri petani tersebut. Dan begitu pulang si domba dengan riang dan gembira mendatangi petani dan berkata padanya, inilah yang saya cari-cari selama ini, ia benar-benar sempurna, kata si domba pada si petani tersebut.

Dan tak lama kemudian, menikahlah si domba dengan anak kedua dari petani itu, dan selang tiga bulan kemudian. Istrinya si domba ini pun hamil dan singkat cerita istrinya pun melahirkan. Maka dengan sangat bahagia si domba menyaksikan istrinya yang telah melahirkan tersebut. Dan ketika si anak lahir, si domba begitu kaget dan terkejut sembari rasa kecewa, karena anak nya agak jelek. Dan si domba pun menemui petani itu lagi, dan bertanya......kenapa bisa terjadi seperti ini pak...? anak bapak kan cantik.....dan saya sendiri tampan....lantas mengapa anak saya jelek....kata si domba.

Dan petani itu pun menjawab.....waktu itu dia sudah hamil....hah...si domba kaget...sialan.....kena getahnya gue...!


NERAKA BAYANGAN

Si keledai yang seorang berkebangsaan Indonesia, meinggal dunia, dan di alam lain ia sedang menuju ke neraka. Dan di sana si keledai menjumpai berbagai macam dan aneka neraka bagi tiap asal negara masing-masing. Pertama-tama, ia melihat neraka nya orang Jerman, di situ si keledai melihat orang di siksa dan di dudukkan di atas kursi listrik selama satu jam penuh. Kemudian di siksa dengan di baringkan diatas ranjang paku selama satu jam. Dan terakhir mereka di cambuk sepanjang hari.

Karena kedengaranya tidak menyenangkan, maka si keledai pun berjalan menuju ketempat di mana orang Inggris dan AS, serta Francis, dan beberapa negara lain yang ia lihat. Dan ternyata si keledai mendapatkan pemandangan yang hampir sama dengan neraka nya orang Jerman tersebut. Dan kemudian si keledai terus menuju ke neraka nya orang Indonesia.

Disana ada pemandangan yang aneh, si keledai ketika memasuki kawasan neraka nya orang Indonesia, ia merasa aneh dan heran, karena si keledai melihat antrian yang begitu sangat panjang guna menunggu giliran untuk masuk kedalam neraka tersebut. Dan dengan tercengang si keledai pun bertanya pada antrian yang terakhir. Apa yang kalian lakukan di sini...... dan mengapa antrian nya bisa sepanjang ini......? tanya si keledai pada orang yang berdiri di antrian paling akhir tersebut.

Lantas orang tersebut menjawab......pertama-tama, di dudukan diatas kursi listrik selama satu jam, kemudian di baringkan di ranjang paku selama satu jam lagi, dan terakhir penjaga neraka akan mencambuk selama sepanjang hari. Lantas si keledai balik bertanya...lha...wong sama saja dengan neraka yang lain, saya tadi telah melihat nerakanya orang Jerman, neraka nya orang Inggris, neraka nya orang AS, bahkan neraka nya orang Francis, saya sudah lihat semua, sama saja hukumanya, papar si keledai pada orang tersebut.

Lantas si keledai bertanya lagi dengan nada penasaran.....terus mengapa di sini banyak orang yang ngantri......? lantas orang tersebut pun menjelaskan atas pertanyaan si keledai yang baru saja datang untuk mengantri guna masuk neraka itu......begini, masalah nya pemeliharaan di sini to sangat buruk, kursi listrik nya aja ngak nyala, ada orang yang mencuri paku dari ranjang paku tersebut, dan kebetulan penjaga neraka di sini adalah mantan pejabat dan pegawai negeri, jadi, ia cuman datang, tanda tangan, absen, lalu pergi deh..ke kantin...asyik kan....? lantas si keledai mengangguk-angguk....enak juga ya...pantesan antrian nya panjang.....!


NABRAK

Si kambing seorang yang masih muda, sedang mengendarai motor dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan tiba-tiba saja motor nya di rem secara mendadak. Untuk menghindari seorang kakek yang sedang menyebrang jalan. Dasar kakek begok, budeg lagi, sudah tua, ompong, peot lagi, T.O.P. kok di piara... kakek.....mau mati...ya.... teriak si kambing dengan nada kesal.

Lantas si kakek pun berkata...kamu yang .....BEGOK.....! masa nabrak kakek-kakek saja kamu tidak bisa.....hah si kambing bingung...sialan....!