Jumat, 08 Januari 2010

Kambing Tertawa 3



KENA TILANG

Pada waktu malam mingguan si domba yang baru saja beli motor, dia ngebut-ngebutan pada sebuah jalan bersama teman-temanya. Dan sialnya pada waktu itu pada jalan tersebut sedang diadakan razia, dan sialnya lagi si domba sendiri yang di ciduk dan di tangkap , sedang teman-temannya yang lain pada kabur semua.

Saat di kantor polisi si domba mendapat interogasi dari pihak kepolisian, salah seorang polisi berkata....maaf....di jalan ini batas kecepatan maksimum adalah 60 km/jam....kok kamu sampai melewati 130 km/jam. Lantas si domba menjawab sambil ngeyel....ya....saya cuman sekedar mau ngabisin bensin doang....saja pak....?

Lantas polisi berkata lagi....oh begitu...kalau begitu saudara saya tilang karena ngebut di jalan dan membawa motor diatas kecepatan rata-rata maksimum. Lantas si domba berkata....lo kok pak....ongkos tilang nya mahal banget....?
Lantas dengan enteng si polisi menjawab....saya cuman mau ngabisin....TINTA....doang.....!


PESAWAT TERBANG

Sebuah pesawat terbang sedang melintasi samudra Hindia, dan tiba-tiba saja terjadi guncangan yang mengagetkan. Lantas salah seorang dari pramugari pesawat tersebut berkata....para penumpang di harap tenang, kenakan pelampung pengaman kalian masing-masing, karena pesawat sebentar lagi akan jatuh. Sedang si pramugari mengetahui bahwa pelampung pengaman tersebut kurang satu....lantas si pramugari tadi berkata lagi....diantara kalian siapa yang bisa berdo’a.....? Kemudian dengan tiba-tiba si keledai mengacungkan tanganya....si keledai pikir dia di minta untuk mendoa’kan mereka.

Lantas si pramugari berkata pada si keledai....untung saja....sekarang serahkan....PELAMPUNG MU.... kepada ku. Dan kamu berdo’a saja kepada Tuhan, agar kamu di selamatkan....papar si pramugari itu.
Lantas si keledai berkata....waduh...mbak....kalau begitu saya di pesawat saja deh.......!


MOBIL VW

Pada suatu siang yang agak mendung dan kelihatanya hari mau turun hujan, si kambing bermaksud untuk membeli mobil antik dan tua yang sesuai dengan isi kantongnya. Akhirnya setelah tawar- menawar dan terkesan dengan penawaran salah seorang makelar mobil, di sepakatilah si kambing membeli mobil VW Kodok.

Dan tak lama kemudian hujan pun turun dengan lebatnya, bahkan di jalan raya yang di lalui si kambing tergenang air, karena mampetnya got yang penuh dengan sampah. Maka tak urung lagi, mobil itu pun mogok, lewat Handphone si kambing marah-marah dan mengumpat kepada makelar mobil tersebut, katanya mobil Kodok, kok kena air sedikit saja sudah mogok. Kodok kan tahan air dan panas, mana ada Kodok takut air, Goblok kamu....sumpah si kambing....dan makelar itu pun hanya bisa terdiam..............!


POLITIKUS

Pada suatu hari, sebuah bis yang berisi rombongan para politikus berkunjung ke daerah terpencil di sebuah pegunungan untuk berkampanye dan mengambil simpati hati rakyat. Jalan menuju daerah tersebut berliku-liku dan banyak sekali tikungan tajam dan disisi kanan- kiri jalan terdapat jurang yang sangat dalam.

Setelah mengadakan kampanye politiknya, rombongan tersebut pun pulang ke kota, namun naas nya di tengah jalan bis tersebut kecelakaan dan masuk jurang, para penumpang yang berada didalam bis tersebut tewas dalam kecelakaan itu. Beberapa penduduk segera melakukan pertolongan dengan menguburkan para penumpang bis tersebut. Dan sehari kemudian setelah peristiwa itu terjadi, para polisi datang ke lokasi kejadian lalu menanyakan kepada para penduduk setempat.

Salah seorang dari polisi bertanya pada warga setempat....kemarin ada kecelakaan bis rombongan politikus. Bagaimana dengan penumpangnya, apakah masih ada yang hidup....? lantas salah seorang dari peduduk memberikan keterangan....iya....kemarin sih....ada beberapa penumpang merintih....tolong saya pak....saya masih hidup.

Lantas polisi itu bertanya lagi....lalu mana penumpangnya yang masih hidup itu sekarang....? lantas penduduk itu pun menjawab....sudah kita kubur pak....bapak kan tau sendiri kejujuran para politikus...bilangnya A tapi nyatanya C....paling mereka kemarin ngaku hidup....padahal sih...sebenarnya sudah MATI....jadi kami KUBUR saja......!

Muslim Dalam Pergaulan



kambing relegi

HUBUNGAN MUSLIM DAN NON DALAM PERSFEKTIF ISLAM

يأيها الناس انا خلقنكم من زكر وأنثى وجعلنكم شعو با وقبا ئل لتعار فوا, ان أكرمكم عند الله أتقىكم, ان الله عليم خبير.


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( qs : Al Hujuraat : 13 )

Islam adalah agama universal yang ajarannya ditujukan bagi umat manusia secara menyeluruh. Inti ajarannya selain memerintahkan pada penegakan keadilan dan eliminasi kezaliman, juga meletakan pilar-pilar perdamaian yang diiringi dengan himbauan kepada umat manusia agar hidup dalam suasana persaudaraan dan toleransi tanpa memandang perbedaan ras, suku, bangsa, dan agama. Karena manusia pada dasarnya berasal dari asal yang satu dan sama. Kita sebagai umat Islam tidak hanya sekedar diminta memberi rasa kedamaian, pekerjaan, menampung, dan memberikan perlindungan keamanan bagi kaum musyrik atau non muslim. Tidak hanya pula sekedar membimbing mereka kepada kebenaran dan menemukan arti kebaikan serta kebenaran, tapi juga melengkapinya dengan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan, sehingga mereka benar-benar merasa aman. Apakah ada prinsip-prinsip lain yang lebih baik atau lebih manusiawi atau lebih adil dari prinsip toleransi yang ditetapkan dan di ajarkan Islam ini.....?

يأيهاالناس اتقوا ربكم الزى خلقكم من نفس وحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء, وتقوا الله الزى تساءلون به والأرحام, ان الله كان عليكم رقيبا.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. ( qs : An Nisa’ : 1 )

Islam mendorong para pengikutnya agar bersikap tolerasi dengan pengikut agama dan bersikap positif terhadap sosial dan budaya, karena Allah Swt telah menjadikan manusia sebagai khalifah yang mempunyai tanggung jawab kolektif dan menyeluruh untuk membangun bumi ini, baik secara moril maupun materil.

والى ثمود أخاهم صلحا, قال يقوم اعبدو ا الله مالكم من اله غيره, هوأنشاكم من الأرض واستعمركم فيها فاستغفروه ثم توبوا اليه, ان ربى قريب مجيب.

“Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata : Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya). ( qs : Huud : 61 )

Samuel P. Huntington dalam teori Clash Civilization menghimbau konflik antar suku bangsa dan negara. Ia selain mengkonfrontasikan kebudayaan barat dengan kebudayaan lain, juga merubah konflik ekonomi dan ideologi sebagai konflik budaya, dimana konflik mendatang sangat terkait dengan konflik budaya ini, termasuk konflik keagamaan di berbagai negara seperti di Israel dan Palestina. Imigran Eropa ke Amerika di masa lalu yang berupaya mengeleminir penduduk setempat atau suku Indian dengan pembantaian masal. Hal yang sama juga dilakukan di Australia, pembantaian juga dilakukan bagi bangsa lain yang berbeda ras dengan imigran.
Hubungan tidak harmonis antara muslim dengan kelompok non muslim telah melahirkan sejumlah salah pengertian, sehingga timbul opini yang keliru dan pernyataan yang berisi provokatif dan penyebar sikap kebencian dan permusuhan terhadap Islam. Islam dituduh sebagai agama teroris, mengandung ajaran membunuh orang secara membabi buta dan merupakan ancaman bagi keberlangsungan kebudayaan sosial budaya modren. Ini disebabkan pencambur adukkan antara Islam sebagai agama yang berdasar Al Qur’an dan Hadist dengan aksi segelintir orang Islam yang ekstrim dan tidak bertanggung jawab. Dari sini terlihat urgensi topik prinsip hubungan muslim dan non muslim dalam Islam untuk menjelaskan petunjuk Allah Swt dan Utusan Nya Nabi Muhammad Saw tentang hal tersebut. Bagaimana para sabahat Nabi dan umat Islam dari masa ke masa menerapkan prinsip dan nilai Ilahi dalam menciptakan kehidupan yang damai di tengah-tengah masyarakat yang berbeda agama, budaya, ras, suku, dan bangsa. Prinsip hubungan muslim dengan orang lain dijelaskan Allah Swt dalam Al Qur’an dan melalui Utusan Nya Nabi Muhammad Saw, dimana harus terjalin atas dasar nilai persamaan, toleransi, keadilan, kemerdekaan, dan persaudaraan kemanusiaan. Nilai-nilai Qur’ani inilah yang direkomendasikan Islam sebagai landasan utama bagi hubungan kemanusiaan yang berlatar belakang perbedaan ras, suku bangsa, agama, bahasa dan budaya. Karena nilai-nilai Qur’ani diatas terkait dengan hubungan muslim dengan non muslim, tentu timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan non muslim dalam pandangan dan persfektif Islam.
Arti Non-muslim sangat sederhana, yaitu orang yang tidak menganut agama Islamn atau di luar Islam. Tentu saja maksudnya tidak mengarah pada suatu kelompok agama saja, tapi akan mencakup sejumlah agama dengan segala bentuk kepercayaan dan bebagai variasi ritualnya.

ان الزين ءامنوا والزين ها دوا والصبئن والنصرى والمجوس والزين أشركوا ان الله يفصل بينهم يوم القيمه, ان الله على كل شء شهيد.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. ( qs : Al Hajj : 17 )


Kelompok yang di kategorikan sebagai non muslim diantaranya :


Pertama, Ash-Shabi’ah, yaitu kelompok yang mempercayai pengaruh planet terhadap alam semesta.

Kedua, Al-Majus, adalah para penyembah api yang mempercayai bahwa jagat raya dikontrol oleh dua sosok Tuhan, yaitu Tuhan Cahaya dan Tuhan Gelap yang masing-masingnya bergerak kepada yang baik dan yang jahat, yang bahagia dan yang celaka dan seterusnya.

Ketiga, Al-Musyrikun, kelompok yang mengakui ketuhanan Allah Swt, tapi dalam ritual mempersekutukannya dengan yang lain seperti penyembahan berhala, matahari, dan malaikat.

Keempat, yang disebut Al-Dahriyah, kelompok ini selain tidak mengakui bahwa dalam Alam semesta ini ada yang mengaturnya, juga menolak adanya Tuhan Pencipta. Menurut mereka alam ini eksis dengan sendirinya. Kelompok ini agaknya identik dengan kaum atheis masa kini.

Kelima, Ahli Kitab, dalam hal ini terdapat dua pendapat ulama. Pertama, mazhabi Hanafi berpendapat bahwa yang termasuk Ahli Kitab adalah orang yang menganut salah satu agama Samawi yang mempunyai kitab suci seperti Taurat, Injil , Suhuf, Zabur, dan lainnya. Tapi menurut Imam Syafii dan Hanbali, pengertian Ahli Kitab terbatas pada kaum Yahudi dan Nasrani. Kelompok non muslim ini disebut juga dengan Ahli Zimmah, yaitu komunitas Yahudi atau Nasrani yang berdomisili di wilayah umat Islam dan mendapat perlindungan pemerintah muslim.

Persamaan adalah prinsip mutlak dalam Islam dalam membina hubungan sesama manusia tanpa beda seperti ditegaskan Rasulullah Saw dalam hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik :

" الناس مستوون كاسنان المشط ليس لاحد على أحد فضل الا بتقوى الله"

“(Asal usul) Manusia adalah sama, tidak obahnya seperti gigi. Kelebihan seseorang hanya terletak pada ketaqwaannya kepada Allah Swt.


Hadist diatas secara tegas menyatakan bahwa di depan kebenaran dan hukum, semua harus dianggap sama dan terjamin kehormatan, harga diri, dan kebebasannya. Kelebihan seseorang hanya dilihat dari sejauh mana konsistensinya terhadap kebenaran serta sebesar apa antusiasnya untuk berbuat kebajikan dan menjauhi diri dari tindakan melanggar hukum, kejahatan dan kezaliman. Persamaan dan keadilan itu ibarat dua sisi uang logam yang bila salah satu sisinya hilang, sisi yang lain tidak ada artinya. Stabilitas sosial dan masyarakat tidak akan tercapai, bila keduanya menjadi sirna. Untuk itu merupakan suatu keharusan untuk memberlakukan keadilan kepada semua pihak tanpa melihat perbedaan strata status sosial. Menurut ajaran Islam siapa saja harus memperoleh keadilan, baik raja, maupun jelata, atasan, atau bawahan, dan muslim, atau non muslim, karena manusia pada dasarnya adalah sama. Hak non muslim lainnya adalah kehidupan yang layak di hari tua dan merupakan fardu kifayah bagi umat Islam, pembebasan bila ditawan musuh, dan menduduki jabatan publik, selama tidak terkait langsung dengan ajaran Islam seperti Imam , Jihad, dan sebagainya.

Kalau dilihat dari realita prinsip persamaan dan keadilan yang terjadi di negara barat yang dianggap sebagai simbol pembela HAM, persamaan hak, dan keadilan masa kini, agaknya masih jauh panggang dari api, atau sesuai dengan simbolnya. Karena nilai-nilai lokal dan domistik yang telah terbentuk oleh lingkungan, pandangan hidup dan budaya setempat terkadang masih menyelimuti nilai-nilai tersebut. Implementasi nilai-nilai universitalitas itu berbeda dari suatu negara ke negara lain. Sebagai contoh masalah persamaan hak berwarga-negara di masing-masing negara di barat tidak sama. Di Jerman dan Jepang misalnya, tidak diakui persamaan hak dalam masalah kewarga-negaraan dan terbatas bagi penduduk asli. Meski migran Turki sudah tiga keturunan di sana, tapi tetap tidak berhak menyandang kebangsaan Jerman. Berbeda dengan Perancis, Negara ini menganut prinsip perbedaan mutlak antara kehidupan umum dan kehidupan pribadi. Secara individual semua warga negara mempunyai hak yang sama, tapi tidak untuk komunal. Artinya negara ini tidak mengakui hak berkelompok, termasuk kelompok budaya, dan agama. Seperti juga terjadi di sebagian negara Arab, ini sebagai salah satu contoh. Dalam konteks hubungan dengan non-Muslim, Islam selain menetapkan persamaan dan keadilan sebagai dasar utamanya, juga menegaskan prinsip tolerasi yang tidak kalah pentingnya dengan prinsip persamaan dan keadilan.

ولاتشتوى الحسنه ولا السئة, ا دفع بالتى هى أحسن فاءزا الزى بينك وبينه, عدوة كانه ولى حميم. وما يلقها الا الزين صبروا ومايلقها الازو حظ عظيم.

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. ( qs : Fushilat : 34-35 )


Bahkan Al Qur’an tidak sekedar menghimbau umat Islam agar bersikap toleransi yang dianggap sebagai syarat mutlak bagi kehidupan yang damai, tetapi meminta komitmen mereka agar bersikap adil. Bukan dalam arti dapat menerima orang lain saja, tetapi harus menghormati budaya, kepercayaan, dan distinksi peradabannya.

لاينهكم الله عن الز لم يقتلو كم فى الد ين ولم يخر جوكم من ديركم أن تبروهم وتقسطوا اليهم, ان الله يحب المقسطين.

”Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. ( qs : Al Mumtahanah : 8 )

Hubungan tidak saja berkembang atas dasar prinsip keadilan dalam artian siapa saja harus memperoleh haknya, juga meningkat ke level al-ihsan atau memberi santunan. Al-Ihsan ini lebih tinggi nilainya dari perolehan hak. Ajaran toleransi ini sangat mendasar dalam Islam terutama bila terjadi perbedaan pendapat atau perselisihan atau konflik. Tapi kapan dan apa penyebab terjadinya perselihan atau konflik yang tidak jarang memunculkan sikap kebencian dan permusuhan terhadap lain dan bertentangan dengan prinsip toleransi...?

Dalam konteks menghadapi anggapan dan sikap kelompok non muslim, Islam telah menggaris metode yang dipakai dalam menghadapi mereka seperti dijelaskan Allah Swt :

وما كنت تتلوا من قبله, من كتب ولا تخطه, بيمينك, ازالارتاب المبطلون.

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu, andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu). ( qs : Al ‘Ankabuut : 48 )


Secara historis, terdapat sejumlah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat menerapkan prinsip toleransi yang disebut Al Qur’an tadi dalam hubungan dengan kelompok non muslim. Antara lain adalah perjanjian-perjanjian yang dilakukan nabi Muhammad Saw dengan kabilah Tughlub yang isinya membiarkan mereka menganut agama sendiri di luar Islam, perjanjian dengan masyarakat Nasrani di Najran dan Yahudi di beberapa kawasan sekitarnya yang intinya memberikan kebebasan beragama, melaksanakan ritual peribadatan dan mendirikan gereja dan sebagainya. Termasuk juga perjanjian dengan kaum musyrik Makkah waktu itu yang pada dasarnya menunjukkan sikap tolerasi yang luar biasa. Sikap toleransi luar biasa yang ditunjukkan Rasulullah terlihat ketika perjanjian Hudaibiyah yang antara lainnya berisi peryaratan kaum Quraiys yang sangat tidak fair, yaitu umat Islam yang datang kembali ke pangkuan Quraisy atau kembali kepada musyrik, tidak dipermasalahkan dan tidak disuruh kembali. Bila seorang muslim datang kepada Nabi tanpa seizin walinya atau yang berwenang harus dikembalikan. Perjanjian yang hanya menguntungkan pihak musyrik, diterima nabi Muhammad Saw, bahkan ada sahabat Nabi tidak sependapat waktu itu.


Bahkan untuk menghormati hubungan yang berdasarkan persaudaraan kemanusiaan dan prinsip tolerasi tadi, Allah Swt melarang umat Islam melukai perasaan non-muslim, dengan mencela ajaran agama, meskipun animisme seperti yang dimaksud dalam Al Qur’an.

ولا تسبوا الز ين يدعو ن من دون الله فيسبوا الله عدوا بغير علم, كزلك زينا لكل أمة عملهم ثم الى ربهم مر جعهم فينبئهم بما كانوا يعملون.

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. ( qs : Al An’am : 108 )

Kita sebagai umat Islam tidak hanya sekedar diminta memberi pekerjaan, menampung dan memberikan perlindungan keamanan bagi kaum musyrik. Tidak pula sekedar membimbing mereka kepada kebenaran dan menemukan arti kebaikan, tapi juga melengkapinya dengan kasih sayang, perhatian dan perlindungan dalam perjalanan, sehingga mereka benar-benar merasa aman. Apakah ada prinsip lain yang lebih baik atau lebih manusiawi atau lebih adil dari prinsip toleransi yang ditetapkan Islam ini.....?

Kamis, 07 Januari 2010

Love of Allah



time celebrate love

Indeed, there is no happiness that is very precious and special than getting and feel the love of God be exalted. All Muslims yearning and longing for it, because the longing in spirit. they that within Islam for the truth to get and feel the love of God exalted with various kinds of roads. Then the number of roads in the travel, making Islam the group, and those who are in the group and then became a different understanding with each other.

Indeed, the difference Essentially it all comes from a deep and yearning for the love of God be exalted, but we all do not realize that the desire to love God who made us so different way.

All caused at least awareness of the nature of the soul Love God will all things even in ourselves, then we shall all be recriminations, critical, insulting, inciting, envy, blame, defend their opinions because they feel the most right groups in toward God. Indeed there is pride in himself is a trap Eve lust that leads to the damage to themselves and to others. Was pointed, critical, insulting, inciting it does not hurt ....? And if it's not a fault ...?

All Praise be to Allah who has created something in Love. With Love God, all things exist. What ever is in our self from hair, skin, blood, flesh, tendons, bone, brain, vision, hearing, smell and taste, it's all delicious grace of God. With pleasure that we present in the evidence that God shows love to His slaves include all of us.

Why do we not realize that love is grace of God which comes directly from him. Not through the process of learning, love it grows by it self whether you like or not like it, love will blossom in the niche of the heart, making uncertain mood. Love is like a time bomb which, if fallen into the liver over time, making the heart is always longing, if the desire is inherent in one's heart is not worth anything anymore in the eyes of him. Which always imagined and remembered just who he loved he even wants to merge with who he loved. What does it mean that a lot of property, money, luxury cars, storey house, a beautiful wife if heart not find a true love of Allah SWT.

Love is revealed to his heart every particular human beings to prove that God really loves and care for her. Allah says :

"Say : Unto whom all that is in heaven and on earth ...?." Say: 'Allah," He has his set of Self Love and He will gather you on the Day of Resurrection that there is no doubt. And the people who harm themselves they had not had faith ".
(Qur'an, Al-An'am: 12)


And the Prophet Isa a.s. had said, which listed in the Qur'an :

"If You punish them, then they are indeed servants thou, and if You forgive them, verily Thou art the Mighty, the Wise".
(Qur'an, al-Maa'idah: 118)


In the opening surah Al-Fatiha has explained that Allah is Compassionate and Merciful. Then why do we still do not realize, that because of God's Love is all there. Seven layers of heaven, seven layers of the earth and what is between them all as evidence of Allah Valentines. Humans are the lucky ones who get the love of God, Love of God, etc. The definition of God. That is the meaning of God is "Bismillaahirrohmaanirrohiim". (In the name of Allah the Most Gracious, Most Merciful).

People who understand himself will be more love of God Lord of everything other than God. That the people who will find peace and tranquility and he thought soul will become clear in thinking and wise spoken, a noble mind. Those are in line with what the taught by the Prophet Muhammad Saw.

That humans live in this world only once, if we do not know and do not understand ourselves and can not put ourselves on the right track then we will get.
Unite in love of God, and scatter Grace to anyone, corroborate the soul of Islam, stating that there is only Islam and Islam is not Islam but the group is the holy religion which guides man to the Straight Way. Establish soul with "Aqidah". Look at the testimony you are a good heart, that there is nothing I would view anything there was an Allah Sciences. So do not you think when he saw something, because if you think the same bad you thought to God. Get used to be kind enough to think about what had happened either in yourselves or outside of you then just as you would have thought good enough to God.

There's still the slightest thing, too, but all with the permission of Allah.

Kambing Tertawa 2



KERJA DI SENAYAN

Pada suatu hari di salah satu ruangan di gedung Wakil Rakyat, tengah tampak seorang anggota dewan terhormat yang baru diangkat jadi anggota Legeslatif, ia tampak masih canggung, lugu, dan serba kikuk, dia tak lain adalah si kambing yang tengah lolos jadi anggota Legelatif dan kerja di sanayan. Rupanya si kambing wakil dari daerah, dan dia belum pernah bekerja dan punya ruangan kantor yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangan nya.

Dan setelah di buka ternyata tengah berdiri dihadapanya tiga orang dengan koper besar dan segolongan kabel....! Wah....ini pasti dari stasiun TV yang mau mewawancarai gue....pikir si kambing di dalam hati. Agar tampak berwibawa dan sok membela kepentingan rakyat kecil, sambil melihat jam dan mengangkat telepon si kambing berkata....maaf tunggu sebentar....saat ini saya harus menghubungi ketua Fraksi untuk memberikan laporan hasil-hasil sidang hari ini, kata si kambing pada tiga orang yang berada di hadapanya.

Setelah beberapa puluh menit kemudian si kambing menelepon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi. Sambil menyebutkan-nyebut demi Rakyat Banyak, atau Kepentingan Wong Cilik, dengan nada keras-keras supaya terdengar oleh tiga orang tamunya tadi. Setelah selesai sambil meletakkan gagang telepon si kambing berkata pada tiga orang tamunya tersebut....nah....sekarang wawancara bisa kita mulai.....anda-anda semua dari Stasiun TV kan....?

Lantas ketiga tamunya tadi tampak bingung dan saling pandang satu sama lain, akhirnya salah satu dari mereka berkata....maaf pak....kami datang ke sini untuk memasang saluran....TELEPON....di ruang kerja bapak.....? hah.....si kambing hanya bisa terdiam malu.....Makanya kalau jadi Wakil Rakyat jangan betingkah............!


KELUPAAN

Pada suatu tengah malam, istri si keledai membangunkan si keledai yang tengah tertidur pulas. Sang istri berkata....pak...pak....ayo bangun....bangun pak....dengan mata yang masih mengatuk si keledi menjawab....ada apaan sih....ngeganggu orang tidur saja....!

Kemudian sang istri menjawab....kamu lupa meminum obatnya ya.....lantas si keledai bertanya....obat apaan sih....? si isteri menjawab....OBAT TIDUR....!


SUAMI PROGRAMER

Sebelum memutuskan untuk menikah dengan seorang lelaki yang bekerja di bidang IT dan Maintenance Komputer. Si kelinci berbincang-bincang dengan tetangga sebelah rumah yang kebetulan suaminya adalah seorang Desaign Grafis dan Software Engineer, si kelinci minta pendapat dan tukar pikiran dengan tetangga nya tersebut.

Tetangganya itu berkata pada si kelinci....sebaiknya kamu pikir dulu masak-masak dan jangan sampai menyesal di kemudian hari. Lantas tetangga nya tersebut pun bercerita panjang lebar pada si kelinci mengenai suaminya yang seorang Desaign Grafis dan Software Engineer ini. Begini lo....pada suatu hari ketika suami saya pulang dari kantor.....cerita tetangganya itu pada si kelinci.

Suami saya berkata pada saya....selamat malam sayang....saya sekarang lagi....PLEASE CHEEK IN SYNTAC ERRORS.....lantas si istri pun bertanya....apa-apaan sih kamu....apa kamu bawa pesanan yang aku minta....lantas si suami menjawab.....BAD COMMAND OR FILE NAME.....si istri makin bingung dan bertanya lagi....tapi....saya kan sudah pesan dari pagi tadi, waktu kamu mau berangkat kerja.

Lantas si suami berkata....MODIFY WINDOW_SCREEN TITLE....PUSH MENU MSYS_THISFORM RELEASE....RED EVENT....QUIT.....! Si istri malah bertambah bingung dan bertanya lagi....bagaimana tentang beli mesin cuci yang baru....? si suami menjawab lagi..... VARIABLE NOT FOUND....si istri semakin bingung apa yang di katakan sang suami terus berkata....ok deh....kalau begitu saya minta kartu kredit card kamu saja....biar aku sendiri yang berbelanja.

Si suami pun menjawab....SET ORDER TO TAG....APPEND BLANK....WITH THISFORM....REPLACE....END WITH....mendengar jawaban si suami yang aneh tentu saja membuat marah sang istri dan berkata....apakah kamu lebih mencintai komputer kamu....ketimbang aku istrimu sendiri....atau jangan-jangan kamu hanya mempermainkan aku saja.....bentak si istri marah. Kemudian si suami dengan tenang menjawab....SHARING VIOLATION....ACCESS DENIDED....TOO MANY PARAMETERS....lantas dengan jengkel si istri berkata....inilah kesalahan saya terbesar....kalau saya menikahi orang idiot seperti kamu....si suami kemudian menjawab lagi.....DATA TYPE MISMACTH....PLESEE CHEEK ANY SYNTAG.....saking marahnya si istri kemudian menyumpah....kamu tidak berguna....betul-betul tidak berguna....lantas si suami menjawab lagi....SET DATE TO BRITHIS....CLOSE ALL....SET TALK OFF...SET CENTURY ON...IT’S BY DEFAULT....si istri semakin marah dan berkata....mana gaji kamu....?
Sang suami dengan santai menjawab....UNKNOWN VIRUS.....VIRUS NO DETECTIVE....?


CUMA LEWAT

Suatu hari lewatlah seseorang yang bernama si kambing di sebuah stasiun kereta api di kota di mana ia tinggal. Si kambing asyik melewati rel-rel kereta api, kemudian si kambing bertanya kepada petugas yang ada di stasiun tersebut.

Si kambing berkata....selamat siang pak....apakah ada kereta yang sudah lewat pak....? kemudian petugas itu pun menjawab....barusan sekitar lima belas menit yang lalu. Lantas si kambing bertanya lagi...kalau begitu kapan lagi kereta lewat....si petugas pun menjawab....sekitar setengah jam lagi ada kereta yang lewat....kalau setelah itu....tanya si kambing lagi....lantas petugas itu menjawab lagi....ya...sekitar dua jam dari sekarang....oh begitu....sahut si kambing.

Lantas si petugas itu balik bertanya....sebenarnya adik ini mau kemana sih....kok dari tadi cuman nanya kereta api yang mau lewat.....!
Lantas si kambing dengan enteng menjawab....saya cuman mau....NYEBERANG REL.....doank....pak....? Hah.... si petugas kaget...sialan lo.....!


NGELER

Gue kesel banget sama penyakit gue ini....kata si domba pada si kambing sahabatnya, pada suatu saat di sebuah warung....lho....emangnya lo punya penyakit apa....? tanya si kambing pada si domba.

Lantas si domba berkata....itu....kalau pas lagi tidur gue pasti ngeler dan ngorok....kemudian si kambing menyahut....oh....itu biasa aja kali....? biasa bagai mana....tanya si domba heran.

Lantas si kambing menerangkan....namanya juga orang tidur....biasa kalau ngiler....kan TIDAK bisa MELUDAH....jawabnya enteng.

Dunia Dan Cobaan


kambing relegi
UJIAN DAN DUNIA

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أفنَاهُ؟ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ؟ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ؟ وَمَا ذَا عَمِلَ فِيمَ عَلِمَ؟

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam dari sisi Tuhannya di hari kiamat hingga ditanya tentang lima hal. Tentang umurnya untuk apa ia gunakan, tentang masa muda nya pada apa ia habiskan, tentang harta nya darimana ia peroleh, dan kemana ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari ilmunya..?

Nikmat bukan pemberian cuma-cuma yang kita bebas mempergunakan nya semau kita. Bahkan ia merupakan amanah bagi kita yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Tidak asing bila sekarang ada orang yang masih mengaku muslim namun tidak lagi peduli dengan kewajiban dan agamanya, ambisi dunia telah menyita seluruh waktu, tenaga, serta pikiranya untuk mencapai kemegahan di dunia. Tak peduli apa yang ia lakukan itu dapat membawa kesengsaraan bagi saudaranya yang lain. Janganlah seseorang tertipu bila melihat orang kafir dan para pelaku maksiat diberi kemewahan dunia dan kedudukan terpandang serta nikmat yang berlebih. Karena itu adalah istidraj atau jebakan belaka. Adalah suatu anggapan yang keliru bila cobaan hanya terbatas pada yang tidak mengenakkan saja. Sebut saja misalnya kemiskinan dan suatu penyakit yang dideritanya. Pandangan yang sempit tentang cobaan tersebut merupakan akibat dari ketidak tahuan seorang tentang kehidupan dunia. Padahal Allah Swt di banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah Saw di sekian haditsnya, bahwa nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan sebagai cobaan.

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. ( qs : Al Anbiya’: 35)

Dalam ayat lain, Allah Swt juga berfirman :

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ. وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ. كَلَّا بَل لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: ‘Rabbku telah memuliakanku. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata : ‘Rabbku menghinakanku. Sekali-kali tidaklah (demikian) ( qs : Al Fajr : 15-17)

Allah Swt menguji hamba-Nya dengan memberikan kemuliaan, nikmat, keluasan rezeki, pangkat, dan jabatan serta sederet gelar yang disandangnya. Sebagaimana pula Allah Swt mengujinya dengan menyempitkan rezeki. Dalam ayat ini Allah Swt mengingkari orang yang menyangka bahwa diluaskannya rezeki seorang hamba merupakan bukti pemuliaan Allah Swt kepadanya dan bahwa disempitkannya rezeki adalah bentuk dihinakannya seorang hamba. Allah Swt mengingkari dengan mengatakan Sekali-kali tidak, yakni bahwa perkara yang sebenarnya tidak seperti yang diucapkan oleh sebagian orang. Bahkan Allah Swt terkadang menguji dengan nikmat, sebagaimana terkadang Allah swt memberi nikmat sebagai cobaan.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا ءَاتَاكُمْ

“Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. ( qs : Al An’am : 165)

Juga firman-Nya :

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalannya. ( qs : Al-Kahfi : 7)


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

إِنَّ لِكُلِ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya bagi tiap umat ada fitnah (ujian yang menyesatkan), dan fitnah umatku adalah harta.

Musibah dianggap sebagai nikmat karena musibah yang menimpa seseorang adakala nya sebagai penghapus dosa yang dilakukannya, atau untuk meninggikan derajatnya, atau sebagai cambuk peringatan agar dia kembali ke jalan Allah Swt. Segala nikmat yang diperoleh hamba dalam bentuk apapun, baik yang bersifat materi atau non-materi, yang bersifat duniawi atau ukhrawi, maka patut untuk disyukuri. Tentunya semakin banyak dan besar suatu nikmat maka kewajiban untuk bersyukur pun semakin besar.

Bersyukur merupakan ibadah yang besar, sebagaimana firman-Nya :

وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ( qs : An Nahl : 114)

Mensyukuri nikmat juga dapat melanggengkanya nikmat tersebut bahkan ditambahkannya. Namun sebaliknya, mengkufuri nikmat dan menggunakannya pada kemaksiatan serta kemungkaran juga faktor utama dari dicabutnya nikmat tersebut.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. ( qs : Ibrahim : 7)

Tentunya merupakan sikap yang sangat tercela bila seorang tidak mau berterima kasih kepada Sang Pemberi nikmat. Terlebih lagi sampai menggunakannya pada jalan kemungkaran dan kemudharatan. Bila seperti ini seseorang menyikapi pemberian Allah Swt, maka azab Nya lebih dekat ketimbang rahmat, dan kenikmatan yang sudah di ambang pintu untuk meninggalkannya. Ini persis seperti yang dialami oleh kaum Saba’ dahulu. Di mana kaum Saba’ nama suatu kabilah Arab yang tinggal di Ma’rib, Yaman telah mampu membuat bendungan raksasa sehingga negeri itu subur dan makmur. Namun kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan mereka ingkar kepada Allah Swt dan mendustakan para rasul. Maka Allah Swt menimpakan azab berupa banjir hebat yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib. Kerajaan Saba’ yang waktu itu mencapai puncak kemewahan dan kemakmuran hanya tinggal cerita. Negeri itu menjadi kering keruntang dan kerajaan Saba’ pun runtuh. Allah Swt telah kisahkan tentang runtuhnya kerajaan Saba’ dalam Al-Qur’an.

لقد كان لسباء فى مسكنهم ءاية, جنتان عن يمين وشمال, كلوا من رزقربكم واشكرواله, بلدة طيبةورب غفور. فأعرضوا فأرسلنا عليهم سيل العرم وبدلنهم بجنتين زواتى أكل خمط وأثل وشئ من سدر قليل. زلك جزينهم بماكفروا, وهل نجزى الاالكفور
.

“Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. ( qs : Saba’ : 15-17 )

Meyakini dalam hati bahwa nikmat yang diterima semata-mata pemberian Allah Swt. Seperti inilah sikap seorang mukmin, dia tidak menisbatkan nikmat kepada kekuatan, kepintaran, keberaniannya, dan lainya. Memuji Allah Swt atas segala karunia-Nya dengan mengucapkan puji syukur dan mengerjakan segala perintah dalam kehidupannya. Karena selalu mengingat pemberian Allah Swt akan mendorong untuk bersyukur. Hal itu karena manusia mempunyai tabiat menyukai orang yang berbuat baik kepadanya. Menggunakan nikmat untuk taat kepada Allah Swt bukan untuk maksiat, serta merealisasikan beragam amal shalih dan kebajikan sebagai bentuk mensyukuri nikmat. Karena nikmat hanyalah titipan yang seharusnya dijaga dan tidak dipergunakan kecuali pada batasan-batasan yang dibolehkan dalam agama. Nabi Muhammad Saw berabda :

أَفَلَا أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْداً شَكُورًا

“Mengapa aku tidak ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur. ( HR. Al-Bukhari )

Allah Swt memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman As dan shahabat Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana Dia memberi kemewahan dunia sementara kepada para musuh-Nya semisal Fir’aun dan Qarun. Hal ini seperti yang Allah Swt firmankan :

كُلًّا نُمِدُّ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

“Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu, dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. ( Al-Isra’ : 20 )

Oleh sebab itu janganlah seorang tertipu bila melihat orang kafir dan para pelaku maksiat diberi kemewahan dunia dan kedudukan terpandang serta nikmat yang berlebih dari kita. Karena itu adalah istidraj atau jebakan bagi hamba Allah Swt yang ingkar, Nabi Muhammad Saw bersabda :

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah Swt memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah. ( HR. Ahmad )

Di saat kran dunia dibuka lebar-lebar maka manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya meskipun ada sesuatu yang harus dikorbankannya. Persaudaraan yang dahulu terjalin erat kini harus rusak berantakan karena ambisi kebendaan dan keduniawian. Sikap saling cinta dan rasa benci yang dahulu diukur dengan agama, sekarang sudah terbalik timbangannya. Karena dunia mereka menjalin persaudaraan, dan karenanya pula mereka melontarkan kebencian. Dengan ini mereka tega memutuskan tali kekerabatan, mengalirkan darah, dan melakukan beragam kemaksiatan dan kemungkaran. Seperti inilah bila kemewahan dunia menjadi titik puncak tujuan seseorang. Nabi Muhammad Saw bersabda :

مَا الْفَقْرُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا فَتُهلِكُكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُم

“Bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi aku khawatir akan dibuka lebar (pintu) dunia kepada kalian, seperti telah dibuka lebar kepada orang sebelum kalian. Nanti kalian akan saling bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah bersaing untuknya. Nantinya (kemewahan) dunia akan membinasakan kalian seperti telah membinasakan mereka. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tentunya semakin jauh suatu masa zaman kenabian maka akan didapatkan kenyataan yang lebih pahit dan lebih menyedihkan dari sebelumnya. Tidak asing bila sekarang ada orang yang masih mengaku muslim namun tidak lagi peduli dengan kewajiban dan agamanya. Ambisi dunia telah menyita seluruh waktu, tenaga, dan hartanya. Orang seperti ini bila di ajak kepada kebaikan, maka seribu alasan akan dikemukakan untuk tidak mengindahkanya. Dunia yang fana ini nantinya akan di tinggalkan, segala kemampuan yang telah di curahkan akan berujung sia-sia dan takkala azal datang menjemput. Namun yang terbawa hanyalah amal kebaikan sewaktu masih hidup di dunia fana. Nikmat bukan pemberian cuma-cuma yang kita bebas mempergunakannya semau kita. Bahkan ia merupakan amanah bagi kita yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). ( qs : At-Takatsur : 8)