Selasa, 12 Februari 2019

Diam

Dari Abu Hurairah ra diceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir,hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam." Uqbah bin Amir menceritakan, "saya bertanya kepada Rasulullah saw "Apakah keselamatan itu?" Beliau menjawab," Jagalah lisanmu, perluaslah rumahmu, dan menangislah akan dosa-dosamu." Diam adalah pondasi keselamatan dan merupakan penyesalan terhadap berbagai celaan. Oleh karena itu kewajiban diam di tetapkan oleh syara', perintah dan larangan. Sedangkan diam pada saat-saat tertentu adalah sifat pemimpin, sebagaimana ungkapan bahwa berbicara pada tempatnya termasuk perilaku yang baik. Abu Ali Ad Daqqaq berkata, "Barangsiapa yang mendiamkan kebenaran,maka ia ibarat syetan yang bisu." Sikap diam sambil memperhatikan merupakan bagian dari perilaku orang-orang yang baik. Allah swt berfirman : "Apabila dibacakan AlQuran maka hendaklah di dengarkan dan diperhatikan agar kamu sebagian mendapatkan rahmat." QS Al A'Raaf 204 Menyimpan mulut didepan orang yang diam merupakan sikap yang baik untuk menghindari kebohongan, umpatan dan kekejaman raja. Diam terbagi menjadi 2, yaitu diam secara lahir dan diam secara bathin. Orang yang bertawakal hatinya selalu diam dengan meninggalkan berbagai tuntutan ekonomi. Sedangkan orang yang berma'rifat hatinya akan selalu diam dengan mempertemukan ketetapan hukum melalui sikap yang baik. Oleh karena itu perbuatan yang baik adalah yang dapat dipercaya, sedangkan ketetapan yang baik adalahhal yang dapat diterima. Dzunun Almisri pernah di tanya oleh seseorang, "siapakah yang mampu menjaga diri?" "Orang yang betul-betul menjaga mulutnya" Jawaabnya. Menurut suatu riwayat, Abu Bakar Ashshidiq meletakkan batu kecil didalam mulut beliau agar bicaranya dapat diminimalkan. Sebgian ahli hikmah telah berkata "Manusia diciptakan Allah swt dengan mempunyai satu mulut, dua mata dan dua telinga agar dia dapat mendengar dan melihat lebih banyak dari apa yang dia katakan". @hmhartani 03082016mrabu_

Minggu, 10 Februari 2019

Tasyahud

اني وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk golongan orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah, dan aku adalah golongan orang muslim. التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيد نا مُحَمَّد وعلى آلِ سيد نا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى سيد نا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيد نا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سيد نا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيد نا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيد نا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيد نا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ . Segala kehormatan, keberkahan, dan kebaikan Allah. Salam, rahmat, dan berkah-Nya kupanjatkan untuk Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami sebagai hamba yang sholeh. Aku bersaksi (bersumpah dan berjanji) bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkan sholawat-Mu kepada Nabi Muhammad sebagaimana Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah nya Dajjal. by_hm_hart.

Shalat dan Hukumnya

A. Syarat Wajib Shalat Pengertian kata ‘syarat’ secara bahasa bermakna alamat. Sedangkan secara epistemologi ialah sesuatu yang harus ada (ada atau dilakukan) karena ketiadaannya akan menyebabkan tidak adanya sesuatu. Namun, keberadaannya tidak mengharuskan ada dan tidak adanya sesuatu. Syarat merupakan hal yang harus dilakukan sebelum melakukan sesuatu. Pengertian dari syarat wajib shalat adalah syarat yang menjadikan seseorang menanggung kewajiban untuk melaksanakan shalat. Syarat wajib shalat ada tiga, yaitu : Islam Balig Berakal. Jika salah satu dari tiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka seseorang tidak mempunyai kewajiban untuk shalat. B. Syarat Sah Shalat Syarat sah shalat adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh seseorang yang melakukan shalat agar shalatnya menjadi sah. Syarat sah shalat ada delapan, yaitu : Suci dari hadats besar dan hadats kecil Suci dari najis, baik pakaiannya, badannya, maupun tempat shalatnya. Menutup aurat Menghadap qiblat Memasuki waktu shalat Mengetahui fardunya shalat Tidak boleh mengitiqadkan fardunya shalat menjadi sunah Menjauhi hal-hal yang membatalkan shalat
C. Rukun Shalat Rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak dianggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud syahwi. Rukun shalat ada delapan belas, yaitu : Niat Berdiri jika mampu Takbiratul ihram Membaca surat al-Fatihah diawali dengan membaca bismillahirrahmanirrahim Ruku Thuma’ninah dalam ruku I’tidal Thuma’ninah dalam i’tidal Sujud Thuma’ninah dalam sujud Duduk diantara dua sujud Thuma’ninah ketika duduk diantara dua sujud Duduk terakhir Tasyahud dalam duduk terakhir Membaca shalawat dan salam kepada Nabi SAW Salam pertama Tertib Mualat D. Sunah Haiat Shalat Sunah haiat adalah amalan sunah dalam shalat yang apabila terlupa tidak perlu dilakukan sujud sahwi. Sunah haiat dalam mengerjakan shalat ada lima belas, yaitu : Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram, ruku, dan i’tidal Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri Membaca doa iftitah Membaca isti’adzah Mengeraskan bacaan ketika shalat jahr dan memelankan bacaan ketika shalat sirr Membaca amin Membaca surat lain setelah membaca al-Fatihah Bertakbir ketika hendak ruku dan bangun dari ruku Mengucapkan (Sami’Allahu liman hamidah) Membaca tasbih dalam ruku dan sujud Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha ketika duduk Menggenggam jari-jari tangan kanan, kecuali jari telunjuk dalam bertasyahud, dan mengembangkan jari-jari tangan kiri. Duduk iftirasyi dalam semua duduk Duduk tawarruk pada saat duduk terakhir Melakukan salam kedua E. Sunah Ab’ad Shalat Sunah abad ialah amalan sunah dalam shalat yang apabila terlupa harus melakukan sujud sahwi. Sunah ab’ad dalam shalat ada tujuh, yaitu : Membaca tasyahud awal Duduk dalam tasyahud awal Membaca shalawat kepada nabi dalam tasyahud awal Membaca shalawat kepada keluarga nabi dalam tasyahud akhir Membaca doa qunut Membaca shalawat kepada nabi dalam doa qunut Membaca shalawat kepada keluarga nabi dalam doa qunut F. Hal-hal yang Membatalkan Shalat Perkara yang membatalkan shalat ada sebelas, yaitu : Berbicara dengan sengaja Banyak bergerak Hadats Terkena najis Terbukanya aurat Berubah niat Membelakangi qiblat Makan Minum Tertawa terbahak-terbahak Murtad hmhart_ ٥/٠٦/١٤٤٠