
kambing in relegi
KEDAMAIAN DIANTARA CINTA
Cinta....Secercah dalam ingatan, sorot itu meredup, ada cahaya terbiaskan, tertunduk.…penuh dukanya tak terukur..…memahami sedih, pilu di hati, namun yang ada hanya takjub dalam sesaknya dada, benarkah cinta milik ku, cahaya itu lepas mengalir di pipi, menangis tanpa nada, tertatap paras sendu, ia sangat berduka…coba ntuk mengerti galaunya, tak dapat ku lakukan diantara iba dan ragu, benarkah cinta milik ku,…tertunduk...malu....! Damai yang di damba tak kunjung tiba, kibas bayangan kelam menerpa suramnya cerita, masa lalu berlalu duka, jelang harapan apakah sirna, damai di nanti berlalu sudah, apakah cinta hadirkan damai yang indah...?
Cinta and Love..... bagi yang tidak menyukainya menyebutnya sebuah tanggung jawab, bagi yang sedang jatuh dengannya, menyebutnya sebuah permainan indah, bagi yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian dan harapan, bagi yang mencintai, menyebutnya sebuah takdir dan anugrah. Kadang hanya Tuhan yang mengetahui baik buruknya, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang cinta pun melukai hati, supaya hikmah Nya bisa tertanam dan terpatri didalam dada. Jika kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang terkadang sulit untuk dimengerti dan di pahami, namun tetap harus percaya bahwa ketika cinta mengambil sesuatu pilihan, cinta telah siap memberi yang lebih baik. Mengapa harus menunggu.....? Sampai kapan.....? Karena walaupun cinta ingin mengambil sebuah keputusan, cinta tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun cinta ingin cepat, cinta tidak ingin sembarangan. Karena walaupun cinta ingin segera menemukan orang yang di cintai, cinta tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian cinta itu sendiri. Jika ingin berlari, belajar berjalan dulu, jika ingin berjalan, merangkak lah dahulu, Jika ingin berenang, belajar mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya lebih baik menunggu orang yang dicintai, ketimbang harus memilih. Tetapi lebih baik menunggu orang yang dicintai, ketimbang memuaskan cinta, dengan permainanya. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlampau singkat, untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah dan tidak tepat, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Perlu di ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam semalam, Kota Paris tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus tumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan proses waktu yang lama. Dan penantian cinta tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan waktu dan banyak hal, iman, keberanian, pengharapan, dan penantian, menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan. Pada akhirnya Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu dan menanti, karena sebenarnya cinta itu anugrah dan Rahasia Ilahi yang tak seorang pun tahu.
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. ( qs : Ali Imran : 159 )
Cinta adalah roh kehidupan penyepuh hati dan rasa aman serta damai bagi anak manusia. Bila hukum grafitasi dapat menahan bumi dan planet-planet dalam tata surya sehingga tidak berbenturan, terbakar dan hancur berantakan, maka hukum cinta atau kasih sayang adalah hal yang dapat mempertahankan hubungan manusia sehingga tidak berbenturan lalu terbakar dan menjadi peperangan. Itulah nilai cinta yang sudah dikenal manusia sejak dahulu sampai sekarang ini. Mereka mengatakan Seandainya kasih sayang mendominasi kehidupan, manusia tidak lagi memerlukan keadilan dan undang-undang. Cinta dapat merubah pahit menjadi manis, merubah cuka menjadi anggur, cinta dapat merubah kandang menjadi taman, cinta dapat merubah bakhil menjadi dermawan, cinta dapat merubah setan menjadi nabi, merubah iblis menjadi malaikat, dan dengan kekuatan cinta gubuk tua bisa menjadi sebuah istana, derita dapat tersulap jadi bahagia, itulah cinta. Setiap orang pasti pernah mencinta, minimal pada orang yang sangat berjasa dirinya, yaitu ibu dan bapak nya.
“Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlahm: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri . ( qs : Asy Syuura : 23 )
Seorang ulama salaf mengatakan_
"Cinta kasih dapat mengubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, kotor menjadi jernih, sakit menjadi sembuh, tahanan menjadi taman, derita menjadi nikmat. Itulah cinta kasih yang melunakkan besi, meluluhkan batu, membangkitkan orang mati dan meniupkan kehidupan.
Seorang sastrawan menulis_
"Tampak dari kejauhan cahaya menyinari lautan, bagaikan bintang memberi penerangan, aku ingin di masa mendatang menjadi seperti bintang ini, siapa yang tidak ingin seperti bintang ini di masa depannya ? Apa yang terjadi ? Ilmu hanya memberikan pemikiran yang kering, kerja hanya memberikan cucuran keringat dan kebencian. Harta hanya memberikan rasa khawatir, ketakutan dan kesulitan. Cinta kasih itulah mutiara satu-satunya yang memberikan rasa aman, ketenangan dan kedamaian.
Kami mencintai segala-galanya, bahkan kami mencintai bencana sebagaimana kami mencintai kenikmatan. Cinta kasih dapat membangkitkan kekuatan untuk melawan, lalu jiwa tergugah bangkit seolah-olah melompat. Disamping itu cinta kasih adalah angin segar yang mendinginkan panasnya pertikaian. Kami mencintai kehidupan, adakah orang yang mencintai seperti ini ? Bila dapat melakukannya sungguh ia adalah pahlawan. Sesungguhnya orang yang dapat bercinta kasih seperti ini hanyalah orang-orang yang memperoleh manisnya iman di hatinya. Iman adalah satu-satunya sumber cinta kasih yang jernih dan abadi. Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah, satu-satunya yang dapat mencintai segala sesuatu walaupun pada bencana, duka cita dan nestapa. Ia mencintai alam ini awal dan akhirnya, hidup dan mati.
Orang yang beriman, dengan aqidahnya ia dapat menembus rahasia alam, sehingga ia mencintai Allah pemberi kehidupan, sumber segala yang ada, sumber pertolongan dan bantuan. Ia akan mencintai Allah seperti cinta seseorang pada keindahan, ia telah melihat jejak ciptaannya di alam yang kokoh ini.

"Dia-lah dzat yang telah memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. ( qs : As Sajadah : 7-9 )

Ia mencintai Allah karena menusia mencintai kesempurnaan. Pada hakekatnya tiada kesempurnaan selain kesempurnaan Allah SWT. Segala fenomina kesempurnaan yang serba relatif dan normatif, yang kita lihat itu tidak lain adalah atom-atom yang bersumber dari-Nya dan membutuhkan-Nya. Ia mencintai Allah karena ia mencintai perbuatan baik. Jiwa manusia mempunyai watak mencintai orang yang berbuat baik padanya. Lantas perbuatan baik manakah yang dapat menyamai perbuatan Dzat yang telah menciptakannya dari tiada menjadi ada, dan menjadikan nya sesosok manusia yang sempurna, Lebih dari itu lagi Allah telah menundukkan semesta alam ini hanya untuk manusia.
"Apakah kalian tidak melihat bahwa Allah telah menundukkan untuk kalian apa saja yang ada di langit dan di bumi. ( qs : Luqman : 20 )
Karenanya cintanya kepada Allah, mestinya melebihi cinta seorang manusia kepada kedua orang tuanya, bahkan melebihi cinta kepada kekasihnya, istri, anak, dan dirinya sendiri terlebih-lebih dari sekedar harta benda serta kedudukan. Ia mencintai segala sesuatu yang datang dari hatinya dan segala sesuatu yang dicintai Allah, ia mencintai Malaikat Nya, mencintai kitab Nya, yang diturunkan untuk melepaskannya dari dari kegelapan menuju cahaya terang benderang, mencintai Nabi Nya yang diutus sebagai rahmat kepada alam semesta, mencintai setiap manusia pelaku kebaikan dan perdamaian. Ia berdo'a seperti do'a Rasulullah SAW, "Ya Allah, berilah aku karunia mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang Kau cintai, dan jadikanlah cintamu itu lebih aku sukai daripada air yang dingin.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). ( qs : Al Baqarah : 165 )

Seorang mu'min mencintai alam semesta , sebagaimana ia mencintai Tuhannya. Karena alam adalah ayat dan tanda kebesaran Tuhannya. Dan dari apa yang dilihat dan didengar, serta dirasakan tentang kehidupan di maya pada ini, tak lain adalah sebagai tanda dan bukti nyata dari keagungan Sang Pencipta.
"Ia-lah dzat yang menciptakan dan menyempurnakan dan menentukan dan membimbing. (qs : Al Qamar : 49 )
Alam bukanlah manusia, akan tetapi ia adalah makhluk yang ditundukkan untuk berkhidmat pada manusia agar dapat membantunya melaksanakan tugas ke khalifahannya di bumi. Segala sesuatu yang ada di alam bertasbih membesarkan nama Allah dengan bahasa yang kadang-kadang tidak dipahami oleh anak manusia. Bahkan terlebih-lebih merusak dan memberdayakan secara membabi buta.
"Langit yang tujuh dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya bertasbih kepada-Nya, tiada sesuatu pun kecuali bertasbih kepada-Nya, akan tetapi kalian tidak memahami tasbihnya. ( qs : Al Isra' : 4 )
Alam ini tidak jahat yang harus dihancurkan segera, akan tetapi merupakan kitab Allah, terbuka untuk orang yang dapat membaca dan buta huruf sekalipun. Di situ terbaca ayat-ayat kekuasaan, rahmat, kebesaran, dan nikmat-Nya. Tiada satupun di alam ini diciptakan sia-sia tanpa makna. Semuanya menjalankan fungsinya sesuai kehendak Allah SWT untuk kelangsungan kehidupan sampai tiba ajalnya dan untuk berkhidmat kepada khalifah yang terhormat.
“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. ( qs : Al A’raaf : 10 )
Sebagian manusia melihat kegelapan dengan suatu pandangan takut dan benci, dan melukiskannya sebagai dewa kejahatan yang memerangi dewa sinar dan kebajikan, maka bagaimanakah perasaan mereka memahami malam, sementara separo waktu berupa malam ?
“Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( qs : Ali Imran : 31 )
Seorang mu'min mencintai hidup seperti ia mencintai alam. Kehidupan bukanlah penjara yang harus dijauhi, akan tetapi merupakan missi yang harus dilaksanakan dan nikmat yang harus disyukuri. Karena hidup di dunia adalah jalan untuk menuju kehidupan yang sesungguhnya, kekal serta abadi.
"Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan mati dan memohonnya sebelum datang kepadanya, karena sesungguhnya bila ia mati terputus amalnya dan bertambah umur seorang mukmin bertambah kebaikannya. ( HR : Muslim )
Orang mukmin mencintai hidup karena dengannya, ia dapat menegakkan hak-hak Allah di muka bumi, dan ia pun mencintai mati karena dengan kematianlah ia dapat dengan segera menemui Tuhannya. Karena seberapa pun senang dan susahnya hidup di muka bumi, dan profesi apapun yang di gelutinya, semua tak lain adalah sebagai cobaan, dan jalan untuk mengharap keridhaan Nya.
"Barang siapa mencintai bertemu dengan Allah, maka Allah pun mencintai bertemu dengannya. ( HR : Bukhari-Muslim )
Sewaktu Rasulullah disuruh memilih antara bertemu dengan Tuhannya dan menetap di dunia ini, beliau bersabda :
"Aku memilih sahabat tertinggi. Ketika Ali ibnu Abi Thalib RA ditikam oleh Abdurrahman ibnu Muljam, ia berkata : Demi Tuhan pemilik Ka'bah... ! Aku beruntung. Ketika Bilal menjelang mati istrinya menjerit, "Oh betapa sedihnya ! Mendengar itu Bilal berkata kepadanya, Jangan berkata begitu tapi berkatalah, Betapa senangnya ! Esok aku akan bertemu sahabat-sahabat ku tercinta, Muhammad dan sahabat-sahabat tercintanya.
Khalid ibnu Walid ketika mengirim surat kepada panglima perang tentara Parsi atau Romawi ia mengakhiri suratnya setelah menyeru untuk berdamai dan masuk Islam dengan ucapan, Dan jika tidak, aku akan mengirimkan kepada kalian satu kaum yang mencintai maut seperti kalian mencintai hidup.
Orang mukmin mencintai kepada sesama manusia, karena mereka adalah saudara, teman mengabdi kepada Allah. Mereka semua adalah satu nasab, keturunan dan juga memiliki satu tujuan dan satu lawan, Satu keturunan, seperti firman Allah :
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. ( qs : An Nisaa' : 1 )
Aqidah Islam tidak membatasi faktor etnis, suku, dan budaya, seorang muslim berkeyakinan bahwa semua manusia adalah dari Adam. Perbedaan bahasa, warna kulit hanya sebagai dalil akan kekuasaan Allah, keagungan pencipta pencipta, dan ayat dari ayat-ayat-Nya.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." ( qs : Ar Ruum : 22 )
Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid ibnu Arqam, ia berkata, Rasulullah SAW setiap selesai shalat berdo'a. "Ya Allah Tuhan kami dan Tuhan segala-galanya, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu, Ya Allah Tuhan kami dan Tuhan segala-galanya, aku bersaksi bahwa hamba-hamba seluruhnya adalah bersaudara.
Betapa tingginya kedudukan ukhuwah basyariyyah atau persaudaraan sesama manusia dalam jiwa seorang muslim. Ukhuwah ini menempati peringkat setelah tauhid mengesakan Allah dan pengakuan kerasulan Muhammad SAW. Al-Qur'an mengajarkan kepada muslim untuk menghormati sesama makhluk apapun, termasuk binatang melata, serangga dan burung-burung.
"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami apakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Rabblah mereka dihimpunkan. ( qs : Al An'aam : 38 )
Rasulullah bersabda :
"Seandainya anjing-anjing itu bukan suatu ummat dari ummat, tentu aku perintahkan untuk dibunuh.

Demikianlah sikap mental seorang mukmin kepada sesama manusia. Tidak menonjolkan faktor etnis, fanatik daerah dan kesukuan, tidak membenci tingkat sosial dalam strata masyarakat, tidak bersifat rasis, akan tetapi rasa cinta kasih, perdamaian dan persaudaraan bagi sesama manusia. Seorang mukmin dengan aqidahnya ia mencintai alam seluruhnya, ia mencintai Allah, alam semesta, mencintai hidup dan mati, mencintai takdir, manis dan pahitnya, mencintai manusia seluruhnya, dan hanya membenci syaitan dan kelompoknya dengan kebencian yang dibarengi rahmat dan kasih sayang dan cinta kebaikan untuk manusia seluruhnya. Cinta kasih seperti ini merupakan bukti imannya kepada Tuhannya dan penuntunnya ke surga, tepatlah sabda Nabi SAW :
"Demi dzat yang diriku berada di tangannya, tidak akan dapat masuk surga sebelum kalian beriman dan tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai.
Rasa cinta yang timbul dan didasari atas rahmat dan anugrah dari Allah SWT, mencinta karena Allah dan benci pun karena Allah. Itulan cinta yang sebenar-benar cinta.
“Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( qs : Al Mumthahanah : 7 )
by_kambingbadal
sebuah catatan dari manusia bodoh