Kamis, 10 Desember 2009

Kambing Ceria 17



PENJAGA PALANG K A

Pada suatu malam, telah terjadi kecelakaan di sebuah persimpangan kereta api yang kebetulan tidak di lengkapi dengan palang pintu pengaman. Akibat kejadian tersebut, sebuah mobil kijang avanza di tabrak oleh kereta api dan terseret hingga puluhan kilo meter. Pada kecelakaan tersebut menewaskan sopir dan seluruh penumpangnya. Atas kejadian tersebut, si domba sang penjaga palang pintu KA di hadapkan ke muka persidangan.

Saat di Pengadilan, si domba san penjaga palang pintu KA itu ngotot mengatakan bahwa dirinya sudah memperingatkan mobil dengan cara mengayun-ayunkan lampu senter ke arah mobil tersebut berkali-kali, namun kurang lebih sekitar satu menit sebelum kereta api melintas. Untuk meyakinkan Hakin dan Jaksa Penuntut Umum, sampai-sampai si domba memperagakan bagai mana ia memberi peringatan dengan cara mengayunkan senter kearah mobil itu. Dan akhirnya Hakim memutuskan kecelakaan itu bukan kelalaian si penjaga palang pintu KA, dan si domba pun di bebaskan dari berbagai tuduhan.

Sedang di luar sidang Pengacaranya memberi jabat tangan dan memuji segala usahanya untuk meyakinkan Hakim dan Jaksa. Dan semua peserta sidang bahwa si domba telah bertindak benar sesuai dengan prosedur.

Uih....padahal tadinya saya deg-degan setengah mati, kata si domba, memangnya kenapa tanya pengacaranya....bukankah anda benar-benar tidak bersalah...! lantas si domba menjawab....soalnya saya tidak yakin juga apakah LAMPU SENTER saya MENYALA apa tidak.....? waduh....gawat nih orang...!


TAWURAN

Pada suatu hari seorang kakek tengah membaca koran dengan asyiknya, dan yang menjadi perhatianya adalah berita tentang tawuran anak-anak sekolah. Dan kebetulan sang cucu yang sudah duduk di bangku SMU ini berada di sebelah nya. Si kakek tersebut tak lain adalah si keledai yang pada waktu mudanya hobi benar dengan yang namanya tawuran.

Dengan nada sombong si keledai berkomentar tentang berita tawuran yang ia baca di koran tersebut. Waduh....payah anak-anak sekolah jaman sekarang, cetus si keledai. Emangnya kenapa kek...? tanya sang cucu. Si keledai menyahut....masa kalau berantem beraninya cuman keroyokan doank....! lantas si cucu balik bertanya...emangnya pas jaman kakek dulu....ghimana....? kemudian si keledai bercerita tentang masa mudanya....dulu kakek pernah di keroyok oleh lima orang sekaligus....dan kakek cuman sendiri saja....dan kakek tidak lari...!

Terlihat sang cucu dengan antusias mendengarkan cerita si kakek....terus...terus bagaimana....? ya....kelima-limanya masuk parit semua.....si cucu semakin panasaran...wah....kekek memang hebat....satu lawan lima, kakek berani....masuk parit semua lagi...hebat banget....puji si cucu pada kekeknya. Lantas si keledai melanjutkan ceritanya....tapi sayangnya cu....kakek berada di paling bawah di dasar parit tersebut, karena kelima-lima nya meng injak-injak kakek....hah dikirain kakek yang menang sahut si cucu...tak taunya cuman......!


LUPA


Seorang pasien datang untuk berkonsultasi pada seorang dokter. Dokter, akhir-akhir ini saya betul-betul jadi pelupa. Apa yang mesti saya lakukan dok....? si dokter menjawab....Membayar terlebih dahulu....sebelum kamu lupa....!



PERAMAL

Di tempat praktik seorang Peramal, tertera tulisan Hanya Rp. 10.000_ per 2 kali pertanyaan. Seorang tamu yang baru saja datang dengan dongkolnya berkomentar, lho....kok tarifnya mahal amat...hanya untuk dua pertanyaan lagi....!

Lantas si peramal berkata....ya...benar memang itu sudah tarifnya, kemudian si peramal itu berkata lagi....nah....sekarang silahkan anda ajukan pertanyaan yang kedua.....hah orang tersebut kaget....makanya....!


RASA PENASARAN

Si kambing masuk ke sebuah warung, ia pun duduk disebelah lelaki setengah mabuk yang sedang asyik meilin-milin sesuatu dengan ibu jari dan telunjuknya. Itu apaan sih....tanya si kambing dengan nada penasaran.

Entahlah....saya juga ngak tau....jawab lelaki yang agak mabuk tadi, lantas lelaki itu pun berkata lagi....seperti plastik, tapi kalau di pegang rasanya seperti karet, lembek-lembek dikit, timpal lelaki itu lagi. Kemudian lelaki mabuk itu memperlihatkan benda yang ada di jari telunjuknya....seperti plastik bukan....kata nya lagi pada si kambing.

Si kambing yang baru datang ini pun semakin penasaran lalu ia menerimanya, dan mengamatinya dengan seksama, kemudian meilin-milinnya dengan mengunakan ibu jari dan telunjuknya....iya...iya...kata si kambing lagi, kamu memang benar, mirip seperti plastik, tapi kalau dipegang seperti karet, apa ya namanya...? lantas si kambing bertanya lagi pada lelaki yang sedang mabuk itu....eh....ngomong-ngomong dari mana kamu dapatkan ini....!

Lelaki mabuk itu pun menjawab....dari hidung saya....(waduh sialah ingus ternyata). Sumpah si kambing.....!