Sabtu, 12 Desember 2009

Peran Pria Dan Wanita






kambing in relegi
Peran Pria dan Wanita Dalam Perspektif Islam

يأيهاالزين ءامنو الاتتخزوا عدوى وعدوكم أولياء تلقون اءليهم بالمودة وقد كفرا بما جاء كم من الحق يخرجون الرسول واءياكم, أن تؤمنوا با الله ربكم اءن كنتم خرجتم جهدا فى سبلى وابتغاءمرضاتى, تسرون اءليهم بالمودةوأنا أعلم بما أخفيتم وما أعلنتم, ومن يفعله منكم فقد ضل سواءالسبيل. اءن يثقفو كم يكو نوا لكم أعداء ويبسطوا اءليكم أيد يهم وألسنتهم بالسوء وودوا لو تكفرون. لن تنفعكم أرحا مكم ولا أولدكم, يومالقيمة يفصل بينكم, والله بما تعملون بصير. قد كانت لكم أسوة حسنة فى اءبرهيم والز ين معه, اءز قالوا لقو مهم اءنا برءؤا منكم ومما تعبد ون من دون الله كفرنا بكم وبدا بيننا و بينكم العدوة والبغضاء أبدا حتى تؤمنوا باالله من شء, ربنا عليك توكلنا واءليك المصير. ربنا لا تجعلنا فتنة للزين كفروا واغفر لنا ربنا, اءنك أنت العزيز الحكيم. لقد كان لكم فيهم أسوة حسنة لمن كان يرجوا الله والله وليوم الأ خر, ومن يتول فاءن الله هو الغني الحميد. عس الله أن يجعل بينكم وبين الزين عاديتم منهم مودة, والله قد ير, والله غفور رحيم. لاينهكم الله عن الزين لم يقتلو كم فى الد ين ولم يخر جو كم من د ير كم أن تبرو هم وتقسطوا اءليهم, اءن الله يحب المقسطين. اءنما ينهكم الله عن الز ين قتلو كم فى الد ين وأخرجو كم من د ير كم وظهروا على اءخرا جكم أن تولو هم, ومن يتو لهم فأولئك هم الظلمون. يأ يها الز ين ءامنوا اءزا جاء كم المؤ منت مهجر ت فامتحنو هن, الله أعلم باءيمنهن, فاءن علمتمو هن مؤمنت فلا ترجعو هن اءلى الكفار, لاهن حل لهم ولا هم يحلون لهن, وءاتوهم ما أنفقوا, ولا جناح عليكم أن تنكحو هن اءزا ءاتيتمو هن أجورهن, ولا تمسكوا بعصم الكوا فر وسئلوا ماأنفقتم وليسئلوا ما أنفقوا, زلكم حكم الله, يحكم بينكم والله عليم حكيم. واءن فاتكم شء من أزو جكم اؤلى الكفار فعا قبتم فأتوا الزين زهبت أزو جهم مثل ما أنفقوا, واتقوا الله الزى أنتم به مؤمنون.
( qs : Al Mumtahanah : 1 – 11 )
Sebelum Al Quran diturunkan ke muka bumi ini telah banyak terdapat peradapan yang memang sudah berkembang, diantaranya peradapan Yunani, Romawi, India, Cina dan lain sebagainya. Dunia juga mengenal bermacam-macan agama seperti Yahudi, Nasrani, Budha, dan Hindu. Pada puncak peradapan Yunani perempuan merupakan alat pemuas seks lelaki semata, mereka di beri kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan selera tersebut. Dan perempuan di puja untuk itu, patung-patung telanjang yang kita saksikan sekarang ini, baik secara langsung maupun tidak langsung yang terdapat di belahan bumi Eropa dan benua lainya adalah bukti dan sisa dari peradapan itu. Peradapan Romawi menjadikan kaum perempuan sepenuhnya di bawah kekuasaan ayah nya. Setelah kawin kekuasaan itu berpindah ke suami, kekuasaan ini mencakup hak menjual, mengusir, menganiaya, dan membunuh hal ini berlangsung hingga abad ke VI Masehi. Dan yang lebih memprihatinkan lagi segala hasil usaha istri sepenuhnya menjadi hak milik keluarga laki-laki. Begitu pun pada jaman jahiliyah dahulu di tanah arab, perempuan juga tidak dianggap apa-apa selain dari hal tersebut diatas, bahkan pada masa itu seorang ayah sampai tega mengubur anak perempuanya sendiri karena dianggap akan membawa aib dan malu keluarga.
يأ يها النبي اءزا جاءك المؤ منت يبا يعنك على أن لا يشركن با الله شيأ ولا يسرقن ولا يزنين ولا يقتلن أو لد هن ولا يأ تين ببهتن يفتر ينه, بين أيد يهن وأر جلهن ولا يعصينك فى معروف, فبا يعهن واستغفر لهن الله, اءن الله غفور رحيم.
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka[1472] dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( qs : Al Mumtahanah : 12 )
Peradapan India dan Cina tidak lebih baik dari yang di sebutkan di atas, hak hidup seorang perempuan yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya. Istri harus di bakar hidup-hidup bersamaan pada saat mayat suaminya di bakar. Tradisi dan kebiasaan buruk ini baru berakhir pada abad ke 17 Masehi. Dalam pandangan Yahudi martabat perempuan sama dengan pembantu, mereka menganggap Nabi Adam terusir dari surga hanya gara-gara perempuan, begitu juga di zaman sebelum Rasulullah Saw di angkat menjadi Rasul, dimana kehadiran anak wanita di anggap sebagai sumber mala petaka dan kesialan, sehingga kalau ada anak perempuan yang terlahir harus di bunuh jika perlu di kubur hidup-hidup. Dengan anggapan bahwa perempuan itu akan akan menjadi mangsa musuh yang akan di tahan, diperhambakan, dijadikan selir bahkan dihina.
Pandangan masyarakat kristen masa lalu tidak lebih menguntungkan sepanjang abad pertengahan, nasib perempuan tetap saja sangat memperhatinkan. Bahkan sampai tahun 1805 perundang-undangan Inggris mengakui hak suami untuk menjual istrinya. Dan sampai tahun 1882 perempuan di Inggris belum lagi memiliki hak harta secara penuh dan hal menuntut kepengadilan. Bahkan pemerintahan Inggris mengatakan para perempuan tidak boleh dan tidak wajar memperoleh pendidikan maupun pengajaran. Begitulah sejarah memberitakan bagaimana kedudukan perempuan sebelum kehadiran Al Quran dalam kondisi nya masing-masing yang di istilahkan dengan zaman Jahiliyah, Pandangan terhadap perempuan itu mempengaruhi sedikit banyaknya pemahaman sebahagian masyarakat terhadap kontek Islam dan Al Quran. Bahkan sebagian dari apa yang di tafsirkan ajaran agama justru bersumber dari budaya dan perspektif tersebut. Hal ini di kuatkan lagi dengan banyaknya bentuk kesalah pahaman akan tujuan islam oleh sebahagian besar pihak. Dalam pandangan islam segala sesuatu di ciptakan Allah SWT, menurut kodrad nya masing-masing, seperti yang terdapat dalam firman Allah SWT
اءنا كل شء حلقنه بقد ر.
“ Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar dan ukuran ( qs : Al Qamar : 49 )
Dengan demikian laki-laki dan perempuan sebagai sama-sama mahkluk tuhan, yang merupakan bahagian dari individu lainnya memiliki kodrat masing-masing dan tabiat, sifat atau karakteristik antara keduanya hampir dapat di katakan sama. Begitu juga soal nikmat yang di berikan Allah pada keduanya tampa sedikitpun ada perbedaanya. Kepada mereka berdua di anugrahkan Allah potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab yang menjadikan keduanya dapat melaksanaan aktivitas baik yang bersifat umum maupun khusus antara laki-laki dan perempuan itu. Adapun perbedaan antara keduanya tidak bisa di sangkal dan itulah kodrat masing-masing, perbedaan pada kasat mata paling tidak dari segi biologis atau bentuk fisik. Di dalam hal ini Al Quran menginggatkan lewat firman Allah SWT
ولا تتمنوا ما فضل الله به بعضكم على بعض, للرجال نصيب مما اكتسبوا, وللنساء نصيب مما اكتسبن, وسئلوا الله من فضله, اءن الله كان بكل شء عليما.
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( qs : An Nisaa : 32 )
Ayat di atas mengisyaratkan perbedaan, bahwa masing-masing memiliki keistimewaan. Walaupun ayat ini tidak menjelaskan secara terperinci dan gamlang keistimewaan dalam perbedaan tersebut. Namun dapat di pastikan perbedaan tersebut jelas mengacu pada perbedaan fungsi utama yang harus di emban dan di pertanggung jawabkan baik di hadapan manusia apalagi di hadapan Allah Aza Wajalla kelak. Hal ini di pertegas lagi dengan firman Allah SWT
فا ستجاب لهم ربهم أنى لاأضيع عمل عمل منكم من زكر أو أنثى, بعضكم من بعض, فالزين هاجروا وأخر جوا من د يرهم وأوزوا فى سبيلى وقتلوا وقتلوا لأكفرن عنهم سيأ تهم ولأدخلنهم جنت تجرى من تحتها الأنهر ثوابا من عند الله, والله عنده, حسن الثوا ب.
“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman) : Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik. ( qs : Ali Imran : 195 )
Hal ini mengindikasikan bahwa kaum hawa atau para perempuan sejajar dengan kaum Adam atau para lelaki dalam potensi amalan, ibadah, dan potensi intelektualitasnya. Sedangkan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan maupun dalam aktivitas lainya, kedudukan dan peran pria dan perempuan di atur Allah SWT
والمؤمنون والمؤمنت بغضهم أولياء بغض, يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر ويقيمو ن الصلوة ويؤتون الزكوة ويطيعون الله ورسوله, أولئك سير حمهم الله, اءن الله عزيز حكيم.
”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasulnya, mereka itu akan di beri rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. ( qs : At Taubah : 71 )
Pengertian Menyuruh adalah mengerjakan yang makruf mencakup segala segi dan sisi perbaikan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk memberikan kritikan, saran, maupun nasehat pada penguasa. Hal ini pun harus di lakukan dengan mendahulukan ber prilaku makruf yang di mulai dari diri sendiri, maupun dalam lingkungan masing-masing, atas dasar kesadaran dan ilmu pengetahuan yang mantap dan di topang oleh ketaatan dan keimanan yang kokoh. Agar pandangan-pandangan miring yang cendrung menyudutkan, dari penganut lain soal islam terutama kaum kapitalis barat dan orientalis yang memang anti islam, akan bisa kita jawab dan ladeni bersama-sama. Dan semoga para perempuan negeri ini yang sedang di eksploitasi eksistensi dan keberadaanya oleh sebagian pihak yang mengambil untung melalui pornografi maupun pornoaksi, PSK, dan sebagainya cepat di berikan hidayah oleh Allah SWT. Dengan mengembalikan jati dirinya sebagai seorang perempuan yang harus di hormati dan di hargai dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini akan bisa terwujud apabila penegakan moral, akhlak, dan hukum benar-benar di jalankan dengan seadil-adilnya dan bijaksana. Kalau islam memberikan kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan di dalam hak dan kewajiban, maka itu berarti agar perempuan pun harus dapat menjaga pribadi nya dengan kehalusan perasaan dan sikapnya. Kelemahan perempuan dari beberapa segi harus di akui dan di benarkan oleh islam dan ini mempunyai hukum tersendiri yang meletakkan perempuan itu pada tempat yang sesuai dan di sesuaikan dengan keadaanya itu. Rasulullah Saw bersabda :
“ Berlaku lemah-lembutlah terhadap botol-botol itu.
Arti botol-botol di sini apabila wanita itu disentuh, tersentuh, disenggol, dan tersenggol atau lebih keras lagi, ia akan retak bahkan pecah yang akan sangat sulit sekali memperbaikinya pada bentuk semula. Karena kedudukan perempuan yang sedemikian sensitifnya, maka perempuan itu mendapat sorotan yang sangat tajam dalam segala segi, urusan, dan jabatan termasuk kesembronohan mereka dalam berpakaian dan berprilaku. Hal pakaian inilah di zaman sekarang ini yang sudah mengalami degradasi dan pergeseran makna serta nilai, yang sering tergambar dalam penampilan mereka secara umum maupun dalam event-event khusus yang terkesan vulgar, erotis, cabul, eksotik, dan sebagainya, yang di istilahkan dengan Pornografi serta Pornoaksi. Hal inilah yang harus di selesaikan dan di carikan solosinya dengan cepat dan bersama-sama, bukan hanya untuk di perdebatkan dan saling tuding serta menyalahkan.
ومنهم من يؤمن به ومنهم من لا يؤمن به, وربك أعلم بالمفسد ين. واءن كزبوك فقل لى عملى ولكم عملكم, أنتم بر يئون مما أعمل وأنا برىءمما تعملون.
“Dan diantara mereka ada yang beriman padanya (Al Quran), dan diantara mereka ada (pula) orang yang tidak beriman kepadanya. Dan tuhanmu lebih mengetahui terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan, dan jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu, kamu berlepas dari apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas dari apa yang kamu kerjakan. ( qs : Yunus : 40-41 )
Harus di akui bahwa antara lelaki dan perempuan tidak akan pernah sama, kedua nya mempunyai peran dan tugas tersendiri yang telah Tuhan tentukan. Lelaki sebagai pemimpin perempuan dan perempuan sebagai kodrat yang melahirkan dan menjadi ibu dari manusia. Begitulah ketetapan dari Tuhan yang mutlak tidak bisa di rubah apalagi di peretentangkan. Dan akhirnya kepada yang maha kuasa jualah kita serahkan segala urusan yang menimpa manusia khususnya umat islam sekarang ini.