
kambingbadal in relegi
LIFE AND LIFE
أفمن وعدا حسنا فهو لقيه كمن متعنه متع الحيوة الد نيا ثم هو يوم القيمة من المحضرين. ويوم ينا د يهم فيقول أين شركاءى الزين كنتم تزعمون. قال الز ين حق عليهم القول ربنا هؤلاء الز ين أغو ينا أغو ينهم كما غوينا, تبرأنا اليك, ما كانوا اءيانا يعبدون. وقيل ادعوا شركاء كم فد عوهم فلم يستجيبوا لهم ورأوا العزاب, لو أنهم كانوا يهتدون. ويوم يناد يهم فيقول مازا أجبتم المر ساين. فعميت عليهم الأنباء يومئز فهم لايتساءلون. فأما من تاب وءا من وعمل صلحا فعسى انيكون من المفلحين. وربك يخلق مايشاءويختار, ماكان لهم الخيرة, سبحن الله وتعلى عما يشركون. وربك يعلم ما تكن صدورهم وما يعلنون. وهو الله لااله الاهو له الحمد فى الأولى والأخرة, وله الحكم واليه ترخعون.
( qs : Al Qashash : 61-70 )
Hidup ini sebuah misteri dan penuh rahasia, manusia memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup. Pada umumnya kita sebagai manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja. Tidak ada seorang pun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati.
وعدالله, لايخلف الله وعده ولكن أكثرالناس لايعلمون. يعلمون ظهرا من الحيوة الدنيا وهم عن الأخرة غفلون.
“(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. ( qs : Ar Ruum : 6-7 )

Dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati, sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati.
اءن الله عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم مافى الأرحام, وما تدرى نفس مازا تكسب غدا, وماتدرى نفس بأى أرض تموت, اءن الله عليم خبير.
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( qs : Luqman : 34 )
Adapun mengenai kepercayaan adanya kehidupan setelah mati pandangannya sangat beragam tergantung pada agama dan kepercayaan yang dipeluk dan diyakini.
وقال الزين كفروا أءزا كنا تربا وءاباؤنا أئنالمخرجون.
“Berkatalah orang-orang yang kafir : Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita, apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur). ( qs : An Naml : 67 )

Islam menjelaskan makna hidup yang hakiki melalui perbandingan dua ayat yang sangat kontras, seperti di contohkan di dalam Alquran. Seorang yang telah mati menurut mata lahir kita, bahkan telah terkubur ribuan tahun, jasadnya telah habis dimakan cacing dan belatung lalu kembali menjadi tanah, namanya sudah hampir dilupakan orang. Tetapi yang mengherankan, Allah SWT memandangnya masih hidup dan mendapat rezeki di sisi-Nya serta melarang kepada kita menyebut mati kepada orang tersebut.
وما يستوى الأحياء ولا الأموت, ان الله يسمع من يشاء, وماأنت بمسمع من فى القبور.
“Dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar . ( qs : Fathir : 22 )
Maksud ayat ini menjelaskan Nabi Muhammad tidak bisa memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya. Seorang filusuf Yunani Descartes pernah mendefinisikan, manusia ada dan dinyatakan hidup di dunia bila ia melakukan aktivitas berpikir. Kemudian Karl Marx menyatakan, manusia ada dan dinyatakan hidup jika manusia mampu berusaha untuk mengendalikan alam dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sedangkan Islam menjelaskan manusia ada dan dianggap hidup jika ia telah melakukan aktivitas "jihad" seperti yang telah dijelaskan oleh Allah SWT.
ولاتحسبن الزين قتلوا فى سبيل الله أموتا, بل أحياءعندربهم يرزقون.
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. ( qs : Ali Imran : 169 )
Tentu saja jihad dalam pengertian yang sangat luas, jihad dalam pengertian bukan hanya sebatas mengangkat senjata dalam peperangan saja, tetapi jihad dalam konteks berusaha mengisi hidup dengan karya dan kerja nyata. Jihad dalam arti berusaha memaksimalkan potensi diri agar hidup ini berarti dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Misalnya seseorang yang berusaha mencari dan menemukan energi alternatif ketika orang sedang kesulitan BBM itu juga sudah dipandang jihad karena ia telah mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Seseorang yang keluar dari sifat malas, kemudian bekerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, itu juga termasuk jihad karena ia telah mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri, dan bukankah ini jihad yang paling besar karena Rasulullah sendiri menyatakan bahwa jihad yang paling akbar adalah melawan hawa nafsu sendiri.
Hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda :
"Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadist)
Oleh karena itu tiada dipandang berarti dipandang hidup ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam. Dengan demikian, seorang muslim dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup sehingga eksistensinya bermakna dan bermanfaat di hadapan Allah SWT, yang pada akhirnya mencapai derajat Al-hayat Al-thoyyibah hidup yang diliputi kebaikan. Untuk mencapai derajat tersebut maka setiap muslim diwajibkan beribadah, bekerja, berkarya, berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Sebab esensi hidup itu sendiri adalah bergerak atau Al-Hayat kehendak untuk mencipta Al-Khoolik, dorongan untuk memberi yang terbaik Al-Wahhaab serta semangat untuk menjawab tantangan zaman Al-Waajid.
الله لا اله الاهو الحى القيوم, لاتأخزه, سنة ولانوم له مافى السموت ومافى الأرض, من زالزى يشفع عنده الا باءزنه, يعلم مابين أيد يهم وما خلفهم, ولا يحيطون بشئ من علمه, الا بما شاء وسع كرسيه السموت والأرض, ولا يئوده حفظهما, وهو العلى العظيم.
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya ? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ( qs : Al Baqarah : 255 )

Makna hidup yang dijabarkan Islam jauh lebih luas dan mendalam dari pada pengertian hidup yang dibeberkan Descartes dan Marx. Makna hidup dalam Islam bukan sekadar berpikir tentang realita, bukan sekadar berjuang untuk mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu memberikan pencerahan dan keyakinan bahwa. Hidup ini bukan sekali, tetapi hidup yang berkelanjutan, hidup yang melampaui batas usia manusia di bumi, hidup yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan sang Pencipta. Setiap orang beriman harus meyakini bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan lain yang lebih baik, abadi dan lebih indah yaitu alam akhirat.
وللأخرة خيرلك من الأولى.
“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). ( qs : Ad Dhuhaa : 4 )

Setiap muslim yang aktif melakukan kerja nyata atau amal saleh, Allah menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik seperti dalam firmannya "Barang siapa yang melakukan amal saleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ia dengan al-hayat al-thoyibah hidup yang berkualitas tinggi.

Salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah pengakuan dari komunitas manusia yang disebut masyarakat. Betapa menderitanya seseorang, sekalipun umpamanya ia seorang kaya raya, berkedudukan, mempunyai jabatan, namun masyarakat di sekitarnya tidak mengakui keberadaannya bahkan menganggapnya tidak ada, antara ada dan tiada dirinya tidak berpengaruh bagi masyarakat. Dan hal ini adalah sebuah fenomena yang terjadi pada masyarakat muslim. Terlebih rugi lagi jika keberadaan kita tidak diakui oleh Allah SWT, berarti alamat sebuah kemalangan yang akan menimpa. Ketika usia kita tidak menambah kebaikan terhadap amal-amal, ketika setiap amal perbuatan tidak menambah dekatnya diri dengan Sang Pencipta, berarti hidup kita sia-sia belaka. Allah menganggap kita sudah mati sekalipun kita masih hidup.
Oleh karena itu, seorang muslim diwajibkan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam segenap karya nyata atau amal saleh dalam kehidupan. Sekali berarti kemudian mati begitulah sebaris puisi yang diungkapkan penyair terkenal Chairil Anwar.