
Segurat tipis pelangi
menggantung di ujung langit
sekeping angan tunduk
tepekur diambang maghrib
suara-suaraMu terus menggema
mengisi penuh gendang telinga
hingga nyeri dan luka ini tak kuasa lagi
bersembunyi
di balik tirai airmata
yang terus jatuh ke palung
yang paling sunyi
di kedalaman dada

maka biarkanlah jemari ini bergetar
dalam tengadah
manangkup butiran embun-embun
bening pecah
bersama malam dan fajar yang tunduk
berselisihan
memasuki pintu-pintu barokah.....!
Bumi berputar bak secanggih-canggihnya piranti..
Dengan kekuatan yang teramat sakti..
Dialah Allah sang Pencipta yang takkan pernah letih..
Yang berikan nikmat silih berganti..
Ramadhan...
Memang telah kita sering lewati seperti dulu..
Tapi apakah evaluasi ibadah juga perlu?
Jangan...
Jangan perkenankan dirimu lakukan jika tak ingin membuat hati pilu..
Hanya akan berujung malu
Tapi,,
lakukanlah jika yakin hatimu akan luluh..
Tak usah banyak berpikir..
Tentang alasan banyak kesibukan yang diukir..
Hingga prioritas ibadah jadi tersingkir..
Cobalah kawan, minimal isi waktu luang dengan berdzikir..
Jika ada kekhilafan memang tak bisa diralat..
Tapi jangan momen Ramadhan saja sebagai alat..
tuk mengais manis kepadaNya setelah pahit bagai lalat..
Bermuhasabahlah dan taubatlah dengan sholat..
Itupun jika tak ingin kualat
Masih maukah mengurangi keangkuhan dengan bermuhasabah?
Yakinlah takkan pernah bisa jika tak dicoba..
Apalagi jika harga diri terlalu tinggi tuk dirubah..
Tak usahlah direnungkan hingga kepala pening..
karena cahaya wudhu kan tetap tersurat di kening..
hingga terompet sangkakala tetap tidak bergeming..
Apalagi jika senantiasa bertarawih dengan kekhusukan dalam hening..
niscaya setelah Ramadhan hatipun tetap bening..

Ramadhan ...
Inilah saat kita menumbuhkan keimanan seperti biji..
yang tlah kita tanam sejak kecil dengan rajin mengaji..
Kita rawat dan sirami hingga matang hingga siap saji..
Hingga setelah Ramadhan pun bisa kita uji...
Ramadhan...
Mungkin hati kecil kita pun merindu kala lama tak bersua..
Tapi jangan sambut bulan suci ini dengan bermewah-mewah..
Karena Ramadhan harusnya bulan penuh dengan taqwa..
dan bulan penyembuhan bagi segala penyakit dalam jiwa...

Tak masalah jika ingin Ramadhan kali ini lebih berwarna..
Tapi apapun kesibukan pastikanlah bermakna..
Bukan hanya ajang tebar pesona..
Atau hanya ingin membuat orang yang dicintai terpana..
Patutlah hanya mengharap ridho Sang Maha Sempurna...
Sebelum ajal menjemput dan harapan menjadi sirna..
Janganlah lewati Ramadhan dengan gelisah..
sekalipun tak ada lagi asa..
Yakinlah sakit dan masalah bisa jadi pengurang dosa..
Apalagi saat momen Ramadahan ini apapun pasti bisa..
Maka ingatlah pada sebuah kisah..
Dimana cobaan berat pada Nabi dan Rasul serta umat terdahulu pada tiap masa..
Jauh lebih berat dari berkilo air raksa..
Bahkan bagi Bangsa Palestina yang kini tersiksa..
Perang tak menyurutkan niat mereka tuk berpuasa..
Gelimpangan bom di sekeliling tak bisa mengurangi rasa..
kenikmatan luar biasa saat adzan menggema hingga ke angkasa..

Sesyahdu Ramadhan di kala menjelang..
Seindah langit yang tinggi menjulang..
Bulan penuh ampunan dan pendidikan..
Tak patut sedikitpun disiakan..
Tak seindah nada-nada air hujan yang merintik..
Tak semegah suasana malam di bawah naungan purnama nan cantik..
Tak bisa aku lukiskan indahnya anugrahNya dalam Ramadhan yang ada di tiap detik..
Yang beri kita semua hidayah tuk dipetik..