
Andai aku masih punya sepasang kaki keberanian untuk mencintaimu...
Manakala langit hitam berjelaga tak memberiku waktu.
Menciumi wangi dan lembutmu semasa bibir kita terkunci, tanpa kata...
Meski telah berulang2 ku hempas wujudmu dalam khayal!
Ya, aku masih saja mencintaimu...
...Begitu dan selalu begitu...
selalu ingin ku berjalan bersamamu, namun tak pernah bisa
karena ikatan itu telah membatasi segala prilaku-ku
walau kadang rinduku padamu tak terbelenggu
...sering aku datang ke serambi hatimu. Berharap sedetik saja kau datang lalu memeluku. Namun ikatanmu menjauhkan ragamu dari aku tapi tidak hatimu! Andai dapat ku kawinkan waktu dg harap, mungkin saat ini tubuhmu dapat ku dekap erat. Meski hanya sekejap. Ya, hanya sekejap!
kembali kudengarkan senandung lirih itu, saat kerinduan akan dirimu semakin deras. samar terdengar dari jauh petikan gitarmu itu. ingin ku berlari merengkuh tubuhmu dalam dekapanku meski hanya sesaat sekedar memuaskan rinduku yang begitu tertatih-tatih...
Resah bayangi anganku, ketika khayal yg menari dipelupuk mataku, membias nanar sekilas tatap matamu, yang membiusku dlm segala rona indahmu. Ingin ku bebaskan hasrat yg menggebu, ingin aku mrengkuhmu, merasakan rindu yg menggeliat di detak jantungmu. Rasa yg semakin meradang, sukma yg tersihir oleh raga yg memikat pandang. Terasa hampa kala berangan tanpa tujuan. Wajahmu membawaku lagi dalam lamunan rindu kelabu...
setetes air mata jatuh dari langit, entah milik siapa. membasahi tanah yang kering dan menjadi lembab. dikesunyianku, aku melihat hujan dari segala hujan yang melahirkan sebuah renungan dan perlahan memecah dalam kebekuan hatiku. dingin menyempurnakan rinduku kali ini. hampa tak bertuan....aku tak bisa kemana untuk entah kapan nanti
waktu akan mempertemukan aku dan kamu, suatu saat nanti...
Sebab bertemu dg mu, aku seperti kosong yg bertemu isi, seperti api yg memeluk kayu, seperti laut yg selalu ditemani ombak. Jika waktu itu datang akan ku sematkan cincin yg terbuat dari hatimu dan hatiku, agar kau tau betapa aku mencintaimu...dari dulu'
cukuplah…
biar saja aku disini bersama sunyi. menghitung setiap butir rinai hujan yg membekukan diri. krn aku tak mampu berbuat apa² disaat kau memilih berlalu, aku hanya mampu membeku disamping kesunyian.
biarlah semuanya menjadi kenangan yg membentang disepanjang jalan yg tampak mulai membeku, mungkin kau tak cukup mengerti tentang rinai hujan yg turun membekukan diri. aku tak meminta apapun dan kaupun tak perlu memberi kehidupanmu padaku dan kesunyian....
kepingan sunyiku bserakan diantara beranda risau. Tak mampu ku menyapu pedih dalam ruang yg bungkam. Dan penatku pun menjerit diantara kosongnya hati,
tanpamu...
ada banyak rindu untuk kuserahkan padamu. tapi belenggu ini susah untuk kulepas. hari²ku tanpamu adalah kesunyian yg abadi, sunyi yg kekal, sunyi yg membuatku terluka. Luka yg teramat dalam. sayang, kutitipkan tulisan ini pada senja. aku tahu, senja akan menyampaikannya padamu. krn setiap hari dia berpapasan denganmu. aku tahu, kau takkan pernah datang lagi dlm hari²ku, tapi itu tak penting. asal engkau tahu, knp sebab aku tak lagi menemuimu.
salamku untuk lagu dan gitar, sahabat setiamu dlm kesunyian...maafkan aku...
Aku rapuh tanpamu, aku jenuh tanpamu, aku hilang tanpamu,aku rengsa tanpamu.
Aku tak ingin lagi tanpamu!...Aku ingin setiap detik bersamamu.
Dan bukan, tanpamu...!

aku pun rapuh
tapi meski aku rapuh dalam langkah, dilelahnya jiwa dan resahnya airmata namun cinta dalam jiwa cinta tak pernah lelah mencoba menguatkanku...
mencintaimu adalah bahagiaku karena memilikimu dalam hati
mencintaimu adalah sedihku karena kita sering terpisah
hanya sekeping kepercayaan ku titipkan untukmu jagalah dengan kecintaan jangan biarkan pecah berserakan
sepi saupi sepa saupa, tak ada rindu yg menyepi. Tak ada cinta yg menyapa. Angin datanglah, bintang berkumpulah. Mari kita rayakan hari dimana diam adalah raja!
Bulan tertawa, melihatku terpaku menatap selembar sketsa wajahmu yg ku lukis diatas kanvas biru...
Aku rindu!...Ya, aku rindu...!
Tak sadarkah kamu? Bahwa telah ku lumat habis waktu tanpa sisa, demi untuk mendekapmu semalam saja? Atau haruskah aku berlutut dkaki langit, hanya utk dapat mengecupmu sekali saja?
Ah sudahlah! Lupakan inginku, abaikan rasaku sebab telah ku cintai kamu dg caraku, dg cara bagaimana ketulusan itu membimbingku. Cinta tidak melepas apa yg ingin kita genggam juga tidak menggenggam yg ingin kita lepas. Cinta itu membebaskan. Mencintai Tuhan sekaligus mahluknya bukanlah kesalahan!
jadi salahkah aku bila mencintaimu....?
satu kebahagiaan yg terindah yg pernah kumiliki adalah bersamamu menempati cinta dalam satu hati...!
Chienta, bahagiaku dpt mendengar renyah suaramu malam ini, bebas tawamu jg lembutmu pun terpancar jelas meski jarak mbentang diantara kita.
Jantungku berdegup kencang. Aliran darahku mengalir deras. Nadiku berdenyut memburu.
Lamunanku pudar, sepiku pun hilang.
Mencintaimu pada satu hati yg ku yakini adl hal terindah yg pernah ada.
Merindukanmu pada tiap detik yg berlalu adlh masa yg berarti dlm hidupku.
Terima kasih chienta, sebab telah kau torehkan lagi warna dselembar kertasku yg usang.
Membuat kelabu itu pudar berganti pelangi.
Selamat tidur chienta, aku akan selalu menjagamu dari kejauhan...
chie and giel :
untuk apa aku cemburu jika hanya membuatmu menjauh dariku pun untuk apa aku curiga jika itu hanya membuatmu tersiksa. rasa itu untuk d'rasakan dan bukan untuk d'paksakan...maka nikmati sajalah..!
Ketika cinta adalah luka
mengais duka, merajai nestapa
diantara dentuman tangis dan airmata
aku meringkuk dalam kesendirian tanpa rasa
Rindu yang kini berubah menjadi sembilu,
seperti mengiris urat nadiku satu persatu.
Mungkinkah ini akhir dari rasaku
yang dulu pernah menjadi lilin penerang hatiku?
Pada titik nadir aku bertanya, akankah rasa ku ini mati ya Jiwa?
seiring waktu yang tak akan pernah diam apalagi berhenti?
Atau akankah rindu hanya akan menjadi benalu dalam kalbu yang membiru?
Ah sudahlah persetan dengan rasa, setan saja tak punya rasa!
Ya, itu saja...!
malam bidadari tanpa sayap
aku kembali dengan tumpukan kata
dan memandangmu dari tempat
yang dapat kau lihat
mengatakan padamu dengan sejuta mantra
bahwa aku selalu cinta
kemana saja kau mengembara duhai bidadari bertandukku
aku berharap kau merasakan
semua kelelahan yang aku rasakan
dari sebuah pengendalian
agar aku tak selalu tersiksa sendirian
dan cinta pun tak terbumikan
puisiku ada dan mengalir dengan rasa
tidak cuma kata
jika tak percaya tanyakan saja pada angin
sebab ia yang selalu menemani sepi yang mengigit
seperti malam ini

dingin yang mengigit pada pagi yang begitu buta
dinding-dinding mulai sepi
tembokpun mulai kedinginan
lalu menyerahlah dalam mimpiku
perlahan mimpi-mimpi mulai mengendap
menikamku dari belakang
dalam kesunyian yang hening
aku dibunuh para mimpi
dan haripun lengkaplah malam
ketika aku mencoba menutup mata
tergolek pasrah berendam dalam mimpi-mimpi malam
sendiri aku tapaki sedih yang mendidih
kembali aku berjalan pada ketidakpastian yang pedih
diam…lagi-lagi hanya itu yang aku bisa
begitupun bulan yang mulai enggan
menunjukan kemerlap bintang ...!
by bkn pujangga