
Dalam keheningan malam
aku tercenung di bawah hamparan langit
derit suara jangkrik dan belalang
begitu jelas terdengar
di antara suara alam lainnya
Dalam hening itu mengalun
sayup suara seorang lelaki
mentartilkan firmanMu
aku pun luruh,
dan aku larut pada lantunan itu

Sungguh betapa tampak nyata kesendirianku
ketika rasa ini turut hanyut di dalamnya
meski aku tengah berada di lautan manusia
Tatkala malam merayap menyingkap gelap
Di kesendirianku yang mengharap lelap
Izinkan aku meraba impi untuk cinta yang telah meresap
Aku tahu hati ini telah tertangkap
Saat kerlip keindahan adalah sebuah perangkap
Dijadikannya aku santapan dengan lahap

Dan ia yang belum bisa kuungkap
Sebab kesadaran seketika gugup
Penjelasan dan pembuktian dianggap tak jadi genap
Di hati ia kerap menetap
Berdiam dalam senyap
Untuk sementara ia rahasia yang tetap mengendap.
Membongkar kata kata, berantakan….
Memporak porandakan susunan susunannya.
Memilih setiap kata kata yang ada….
Mencari kata kata yang bermakna…
Merangkum,menyusunnya menjadi kata sastra…
Ah…. Susah,susah juga ternyata
Mudah tangan membalikkan telapaknya…
Kenapa tidak untuk mencipta sastra…?
Hanya sekedar merangkum kata kata berarti
Bukan untuk semua orang bisa dimengerti
Cukup bagi diri ini…
Wakil hati ini….,jembatan luapan hati ini
Ah…. Mudah kata terucap
Mudah kertas putih tertulis kata kata
Tapi….
Huh…. Ternyata begitu ternyata
Dari sastra yang terucap,begitu mudah terungkap
Tapi kenapa begitu susah tercatat dalam lembaran lembaran kertas putih,,?

Dan….
Dari lamanya… kenapa begitu mudah kata kata berserakan
Tercampur dengan sampah,kerikil,batu,… begitu berantakan
Kenapa setiap kata kata yang terikat … begitu mudah lenyap
Sirna…. Tertindas hinaan kehidupan
Atau….
Ku hanya tak peduli lagi
Lagi lagi prosa tak mutu tercantum di layar monitor ini
Atau ku tanggalkan saja sastra tanpa makna
Bukan dan jangan jawabannya....?
Sastra begitu berarti dari arti kata seni
Meski hanya segenggam imajinasi, tapi itu ekspresi.
created bkn pujangga