Kamis, 11 Februari 2010

Kambing Tersenyum 5



SIBUK SEMUA

Pada suata hari salah seorang kolektor sebuah Perusahaan perkeriditan menelpon pelangganya, dan telepon itu ternyata di angkat oleh seorang anak kecil yang tak lain adalah si domba.

Orang tersebut berkata lewat telepon....apakah bapak kamu ada di rumah....? Lantas si domba yang masih cilik itu menjawab....ya bapak saya ada di rumah....tapi sekarang dia sedang SIBUK....(si domba berbicara sambil berbisik).
Lantas orang itu bertanya lagi....kalau ibu kamu ada.....? Lantas si domba menjawab sambil berbisik....ibu juga sedang sibuk. Kemudian orang itu bertanya lagi....baik....kalau begitu apakah ada orang lain di rumah....? si domba menjawab lagi sambil berbisik....ada....KAKAK KU Perempuan.....tapi dia juga seang sibuk dan tidak bisa diganggu.

Lantas dengan heran si kolektor perkeriditan itu bertanya.....sebenarnya apa sih yang sedang mereka lakukan.....?
Lantas dengan polos si domba yang masih cilik ini menjawab....oh....mereka sedang main....PETAK UMPET....dengan saya....dan mereka sedang mencari....SAYA....!

LIKE behind

The bunny one female teacher was teaching his students on the first day of school. On the blackboard the rabbit trying to draw an apple. Then, turning he asked his disciples .... THIS FIGURE IS ....?

So no doubt the whole students answered in unison .... ass .....! Hearing these answers, the rabbit was crying and half-ran for the principal to complain students behavior. Cries the rabbit saw the new teacher's first time teaching this. So the principal asked , just crashed into the classroom. Then with great emotion she scolded all the student.

The principal was told by a very angry ..... you truly have the nerve to play a teacher .....! What are you doing to him. And for a moment in the class room becomes silent, all students become confused and frightened, the principal and then turned towards the blackboard, he became more upset when he saw what was depicted on the blackboard.

Then the principal said with a very angry tone of this has gone too far .... .... you even dare to draw .... ass .... on the board.
Hearing this, all the rabbits immediately fainted ..................!


MIRIP PANTAT

Si kelinci salah seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertamanya masuk sekolah. Di papan tulis si kelinci mencoba menggambar buah APEL. Lalu sambil membalikkan badanya ia bertanya kepada para muridnya....GAMBAR APAKAH INI....?

Maka tak ayal para seluruh murid menjawab serentak....PANTAT.....! Mendengar jawaban tersebut, si kelinci menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan prilaku murid-muridnya. Melihat tangisan si kelinci sang guru yang baru kali pertama mengajar ini. Maka kepala sekolah tampa menanyakan alasanya, langsung saja menerjang masuk keruang kelas. Lalu dengan sangat emosi ia memarahi semua murid.

Kepala sekolah itu berkata dengan sangat marahnya.....kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru.....! Apa yang kalian lakukan terhadapnya. Dan sesaat di ruangan kelas itu menjadi senyap, semua murid jadi bingung dan ketakutan, sang kepala sekolah kemudian menoleh kearah papan tulis, ia semakin tambah marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis tersebut.

Lantas sang kepala sekolah berkata lagi dengan nada yang sangat marah....ini sudah keterlaluan....bahkan kalian berani menggambar....PANTAT....di papan tulis.
Mendengar ini semua si kelinci langsung jatuh pingsan..................!


POSISI BASAH

Si keledai adalah salah seorang asisten kepercayaan CAMAT, telah meninggal dunia dan si Camat sangat sayang dan bergantung pada si keledai tersebut. Si keledai adalah tempat meminta nasehat untuk segala permasalahan sang CAMAT, mulai persoalan di kecamatan......masalah domontrsani para warga.....sampai-sampai masalah koropsi apabila si Camat ingin melakukanya. Si camat selalu meminta pendapat si keledai.

Dapat di katakan bahwa si keledai adalah orang yang paling dekat dengan si Camat.
Karena itu dapat lah di pahami mengapa si camat tidak terlalu menanggapi ambisi dari bawahanya yang ingin menggantikan posisi si keledai. Dasar tak tau diri mereka bahkan tidak punya kesabaran menunggu sampai jenajah si keledai di kuburkan.....gerutu si Camat dalam hati.

Di pemakaman salah seorang pekerja si Camat yang sangat rajin berjalan mendapinginya, yang tak lain adalah si domba. Bapak camata....kata si domba....apakah ada kesempatan bagi saya untuk menggantikan posisi si keledai.....?
Lantas si Camat menjawab....tentu saja....tapi kamu sebaiknya cepat-cepat pergi kesana....aku lihat petugas pemakaman akan segera menurunkan petinya....jadi kamu cepat-cepat saja masuk kedalam nya...dan MENGGANTIKAN....POSISINYA.......!


LANTAI GEDUNG

Si keledai adalah salah seorang pekerja yang sedang bekerja di lantai 15 sebuah Apartement, tiba-tiba seorang berteriak-teriak......keledai....keledai....anak perempuan kamu mati karena kecelakaan....kerena panik, maka si keledai loncat lewat jendela gedung Apartement dari tinggkat 15 tersebut.

Ketika hampir mendekati lantai 10, si keledai baru ingat bahwa dia tidak punya anak perempuan, setelah hampir jatuh di lantai 5, di baru sadar bahwa di belum menikah....apalagi punya anak.

Dan ketika di hampir jatuh menyentuh tanah.....si keledai baru sadar bahwa namanya bukan KELEDAI.....tapi SI DOMBA..............!


WET POSITION

The donkey was one of the assistant head of the subdistrict of trust, had died and the Head is very dear and rely on the donkey. The donkey is the place to ask advice for all problems of the subdistrict head, began to issue in the district ...... citizens problem ..... until problem if the sub-district to do that. The district head always ask the opinion of the donkey. Can be said that the donkey was the closest to the sub-district.

Because it can understand why is in the district head is not too respond to the ambition of who want to replace the position of the donkey. Basic does not know them do not even have the patience to wait until body bury the donkey in the Head ..... muttered to himself.

At the funeral of one of the sub-district workers are very diligent walk mendapinginya, who was none other than the sheep. Mr. glasses .... said the sheep .... is there a chance for me to replace the donkey .....?

Then the Head answered .... of course .... but you'd better get out there .... I see the officer's funeral will be lower the coffin .... so you just quickly into his ... and replace the position .......!