
kambing relegi
SETAN DALAM PERANGKAP
ولقد خلقنكم ثم صور نكم ثم قلنا للملئكة اسجدوا لأدم فسجدوا الا ابليس لم يكن من السجد ين. قال ما منعك ألا تسجد ازأمر تك, قال أنا خير منه خلقتنى من نار وخلقته, من طين. قال فاهبط منها فما يكون لك أن تتكبر فيها فاخرج انك من الصغرين. قال أنظر نى الى يوم يبعثون. قال انك من المنظرين. قال فبما أغويتنى لأقعد ن لهم صرطك المستقيم. ثم لأتينهم من بين أيد يهم ومن خلفهم وعن أيمنهم وعن شما ئلهم, ولا تجد أكثر هم شكرين. قال اخرج منها مزءو ما مد حورا, لمن تبعك منهم لأملأن جهنم منكم أجمعين.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat : Bersujudlah kamu kepada Adam, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman : Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu..? Menjawab iblis : Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman : Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina. Iblis menjawab : Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman : Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh. Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman : Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya. ( qs : Al A’raaf : 11 – 18 )

Usia manusia laksana awan yang berarak sekali melintas maka selama-lamanya dia tidak akan pernah kembali. Selagi nafas dikandung badan dan selagi masih mempunyai waktu dan kesempatan, maka gunakanlah umur dan waktu yang demikian berharga untuk melakukan dan mengumpulkan amal kebajikan dan perbuatan yang bermamfaat baik bagi diri sendiri, terlebih-lebih bagi khalayak ramai dengan sebanyak-banyaknya. Sungguh rugi memang bagi yang tidak menggunakan usia dan umurnya dengan baik. Kesempatan itu hanya datang sekali dan tidak akan pernah datang untuk kali yang kedua, selepas itu kita akan dihadapkan kepada Allah Swt untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Setan adalah musuh yang nyata bagi kita, dia tidak akan dan tidak akan pernah rela melihat kita pada jalan yang benar, setan selalu berusaha dan berupaya mengelincirkan kita dengan berbagai tipu dayanya untuk memperdaya, meskipun terlihat oleh kasat mata kita, bahwa itu benar namun pada hakikatnya bakal menjerumuskan kita pada jurang dan lembah hina di hadapan Tuhan Sang Pencipta. Begitulah setan terkadang dia mengetahui sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, tapi tidak ada manfaatnya bagi dirinya sendiri. Demikian pula dengan manusia, terkadang seseorang mengetahui hal-hal yang baik dan berguna bagi dirinya, namun ia tidak mengamalkannya. Lalu ilmunya diambil oleh orang lain dan bermanfaat.
Malam itu untuk ketiga kalinya maling pendusta itu tertangkap basah oleh Abu Hurairrah ketika sedang beraksi mencuri makanan milik kaum muslimin. Kata Abu Hurairah : Sungguh akan aku bawa kamu menghadap Rasulullah saw. Ini adalah kali yang ketiga kau datang, padahal kau telah berjanji tidak akan kembali, tapi ternyata kau balik lagi. Lantas orang tersebut berkata : Lepaskanlah aku, aku akan ajari kamu beberapa kalimat yang Allah memberikan manfaat dengan kalimat-kalimat itu. Apa itu....? Jika engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi, karena Allah akan menjagamu sampai kau bangun, dan syetan tak akan berani mendekatikmu. Lalu Abu Hurairah pun membebaskannya. Besok Rasulullah saw bertanya kepada Abu Hurairah tentang tawanannya semalam. Kata Abu Hurairah, Wahai Rasulullah, bahwa dia telah mengajariku beberapa kalimat yang bermanfaat bagiku, maka aku bebaskan dia. Apa itu......? kata Nabi Saw. Dia berkata padaku agar aku membaca ayat kursi sebelum tidur. Dan apabila aku membacanya, maka aku akan dijaga oleh Allah Swt sampai subuh dan tidak akan ada seytan yang mendekatiku, jawab Abu Hurairah. Ketahuilah, sesungguhnya dia telah berkata jujur padamu padahal sebenarnya dia itu pendusta. Tahukah kamu siapa orang yang kau ajak bicara selama tiga malam ini, hai abu Hurairah....? Tidak. Dia itu adalah setan. ( HR : Bukhari )

Lihat kisah di atas bagaimana setan mengetahui fadilah ayat kursi, padahal itu sama sekali tidak ada gunanya bagi dirinya. Malah Abu Hurairah yang memanfaatkan apa yang diajarkan setan kepadanya. Kalau kita perhatikan hampir tidak ada bedanya atau bahkan tidak berbeda sama sekali antara setan dengan orang yang suka menyuruh untuk berbuat baik tetapi dirinya sendiri tidak melakukan yang dia katakan. Atau orang yang mempunyai banyak ilmu tetapi ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya. Ilmu yang dimilikinya sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi kehidupan beragamanya. Orang yang seperti ini sama saja dengan setan, bahkan bisa jadi mereka lebih setan daripada setan. Sebab setan memang sudah dari dulu memproklamirkan dirinya sebagai musuh Allah Swt dan orang-orang mukmin.
أتأمرون الناس بالبر وتنسون أنفسكم وأنتم تتلون الكتب, أفلا تعقلون.
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir...? ( qs : Al Baqarah : 44 )

Namun meskipun mereka cuma pintar ngomong bukan berarti kita tidak boleh mengambil perkataan mereka. Selama itu tidak melenceng dari al-Qur'an dan sunnah, boleh saja kita mendengarkan apa yang mereka katakan. Ali bin Abi Thalib pernah berkata : Lihatlah apa yang dikatakan, dan jangan kau melihat siapa yang mengatakan. Ada lagi yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dari setan, setan itu terkadang berbuat baik kepada kita tetapi sebetulnya malah merugikan atau bahkan mencelakakan. Jadi kita mesti hati-hati dan waspada terhadap segala bentuk kebaikan setan karena setan itu licik. Sekarang ini banyak orang-orang model setan bergentayangan di sekililing kita.
Mereka belajar agama banyak membaca buku-buku ke Islaman dan banyak mengetahui hukum-hukum Islam. Namun Iman dan akhlaknya tidak ada bedanya dengan orang yang tidak tahu agama atau orang awam. Bahkan bisa jadi akhlak mereka lebih buruk dibanding orang awam, selain itu juga tidak sedikit orang belajar Islam malah untuk menyerang sendi-sendi Islam itu sendiri, atau untuk menyelipkan pikiran-pikiran yanh kontradiktif dengan ajaran islam itu sendiri, dengan mengambil dalil dari al-Qur'an, sunnah, sirah, maupun perkataan ulama, dalam porsi yang tidak tepat. Seenaknya saja mereka memakai dalil, tampaknya maksud mereka baik ingin memperbarui Islam. Namun pada kenyataan mereka malah menghancurkan dan menyerang Islam dari dalam.
سبح لله مافى السموت وما فى الاوض, وهو العزيز الحكيم. يأيهاالزين ءامنوا لم تقولون مالاتفعلون. كبر مقتا عند الله أن تقو لوا مالا تفعلون.
“Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan..? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan ( qs : Ash Shaff : 1-3 )

Ada beberapa hikmah yang bisa di petik dari peristiwa yang berkenaan dengan Abu Hurairah . Bukan tidak mungkin ada orang yang buruk akhlaknya dan pas-pasan imannya, tetapi mempunyai ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Boleh jadi kita belajar atau mendengarkan perkataan orang-orang yang cuma pintar ngomong selama itu benar dan tidak melenceng dari al-Qur'an dan sunnah. Ketiga orang yang mempunyai suatu ilmu tetapi tidak mau mengamalkannya, tidak ada bedanya dengan setan. Kita mesti waspada dan hati-hati terhadap kebaikan-kebaikan orang-orang model setan ini, karena siapa tahu ada maksud jahad dibalik kebaikannya, juga terhadap pemikiran-pemikiran yang bernada memperbarui agama.