
ADA APA DENGAN KEMATIAN
أينما تكونوا يدرككم الموت ولو كنتم فى برج مشيدة, وان تصبهم حسنة يقو لوا هزه من عند الله, وان تصبهم سيئة يقولوا هزه من عندك, قل كل من عند الله, فمال هؤلاء القوم لا يكادون يفقهون حد يثا. ماأصابك من حسنة فمن الله, وماأصا بك من سيئة فمن نفسك, وأرسلنك للناس رسولا, وكفى بالله شهيدا.
Kematian adalah sebuah ketetapan yang pasti akan datang, namun tak seorang pun yang tahu akan datangnya, entah besok, minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Namun jika telah datang waktunya, tak satu pun makhluk yang mampu menghadang dan menangguhkan nya. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan sang ajal......?

Hidup dalam dunia tak lain adalah hanya sebagai persinggahan sementara, guna menuju biduk kehidupan yang abadi dan kekal untuk selama-selamanya. Dunia hanyalah sebagai langkah awal untuk menuju kehidupan akhirat. Kematian itu bukanlah akhir kehidupan yang hakiki bagi seorang hamba. Dia hanyalah seorang musafir yang akan kembali ke negeri nya yang hakiki dan abadi di akhirat nanti. Dia akan kembali untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatan dan ucapan yang telah dilakukan nya di dunia, kemudian dia akan mendapatkan balasan atas amalan nya tersebut. Kehidupan dan kematian tak lain hanya sebagai ujian Tuhan pada makhluk nya siapa yang lebih baik amalnya. Karena pada dasarnya Allah Swt menciptakan dan menjadikan manusia dan jin tak lain hanya untuk mengabdi kepada- Nya.
الزى خلق الموت ولحيوة ليبلوكم أحسن عملا, وهوالعزيز الغفور.
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. ( qs : Al Mulk : 2 )
وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. ( qs : Adz Dzariyat : 56 )

Di antara ayat-ayat kauniyah yang Allah Swt tunjukkan kepada panca indera kita di dunia yang fana ini adalah adanya kehidupan dan kematian yang terjadi di sekeliling kita.
يأيهاالناس ان كنتم فى ريب من البعث فاءنا خلقنكم من ترا ب ثم من نطفة ثم من علقة ثم من مضغة مخلقة وغير مخلقة لنبين لكم, ونقر فى الارحام ما نشاء الى أجل مسمى ثم نخر جكم طفلا ثم لتبلغوا أشدكم, ومنكم من يتوفى ومنكم من يرد الى أرزل العمر لكيلا يعلم من بعد علم شيأ, وترى الأرض ها مدة فاءزا أنزلنا عليها المأ اهتزت وربت وأنبتت من كل زوج بيج. زلك بأن الله هو الحق وأنه, يحى الموتى وأنه, على كل شء قد ير. وأن الساعة ءاتية لا ريب فيها وأن الله يبعث من فى القبور,
“Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah serta menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. ( qs : Al Hajj : 5-7 )

Semua ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang fana, tidak ada yang kekal di dalamnya. Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Kuasa melakukan segala sesuatu yang Dia kehendaki, sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya. Apapun yang Allah Swt kehendaki pasti terjadi tanpa ada yang bisa menghalangi dan menghadangnya. Termasuk perkara yang Allah Swt kehendaki adalah kematian seorang hamba, berpisahnya ruh dari jasad tak kala telah tiba ajalnya untuk berpindah dari dunia yang fana ke alam barzakh atau alam kubur, dengan kenikmatan atau azab yang akan dia rasakan. Umur masing-masing hamba telah Allah Swt tentukan di dalam sebuah kitab yang ada di sisi-Nya, tidak akan berkurang atau pun bertambah dari yang telah ditetapkan, berserta sebab-sebab yang telah Allah Swt takdirkan.
والله خلقكم من تراب ثم من نطفة ثم جعلكم أزوجا, وما تحمل من أنشى ولا تضع الا بعلمه, وما يعمر من معمر ولا ينقص من عمره, الا فى كتب ان زلك على الله يسير.
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. ( qs : Fathir : 11 )

Tatkala jatah umur yang telah ditentukan tersebut telah habis, maka itulah ajalnya yang tidak mungkin ia lari darinya.
قل ان الموت الز ى تفرون منه فاءنه ملقيكم, ثم ترد ون الى علم الغيب والشهد ة فينبئكم بما كنتم تعملون.
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka kematian itu akan menemuimu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. ( qs : Al Jumu’ah : 8 )
Beragam cara dan usaha yang diupayakan oleh keluarga serta sanak kerabatnya tidaklah akan mampu menghalangi ajalnya.
أينما تكونوا يدرككم الوت ولو كنتم فى بروج مشيد ة,
“Di mana saja kamu berada, kematian akan menemuimu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. ( qs : An Nisa’ : 78 )

Maka orang yang sukses adalah orang yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah Swt dengan rahmat dan keutamaan dari-Nya. Adapun orang yang merugi adalah orang yang tertipu dengan dunia dan kenikmatan-kenikmatan semu yang ada di dalamnya, sehingga melupakannya untuk beribadah kepada Allah Swt.
Sedangkan bagi orang yang beriman, dunia dan perhiasan yang ada di dalamnya adalah sarana untuk menyempurnakan ibadahnya kepada Allah Swt, sehingga dia tidak diperbudak olehnya. Dialah yang menundukkan dan mengatur dunia dengan syariat-Nya yang sempurna, bukan sebaliknya dirinya yang harus menghinakan diri di hadapan harta dunia dan kemegahannya.
وأما من خا ف مقام ربه, ونهى النفس عن الهوى. فاءن الجنة هى المأوى.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga lah tempat tinggal (nya). ( qs : An Nazi’at : 40 - 41 )