Jumat, 06 November 2009

Dosa



D o s a


Selepas perang Hunain, Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya singgah di suatu tempat yang amat tandus. Di saat itu beliau memerintahkan kepada para sahabat untuk mengumpulkan apa saja, mulai dari batang-batang kayu, tulang-belulang, hingga rontokan gigi. Dalam waktu sekejap mereka berhasil menghimpun barang-barang tersebut hingga menumpuk menjadi onggokan besar. Saat itulah Rasulullah bersabda, "Tidakkah kalian melihat benda-benda ini ? Sama halnya dengan dosa-dosa yang terkumpul pada diri seseorang di antara kalian. Karena itu hendaknya orang takut kepada Allah, janganlah ia berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, karena semuanya akan dihitung." Terhadap dosa besar kita selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghindarinya, tapi terhadap dosa kecil kita sering mengabaikannya. Padahal himpunan dosa kecil bisa juga menjadi onggokan besar, bahkan menggunung.

Bila seseorang disodori segelas racun, tentulah ia berusaha untuk menjauhi. Ia tak akan menyentuhnya sama sekali, apalagi meminumnya. Bahaya racun itu tampak di depan mata. Akan tetapi terhadap racun-racun kecil yang menempel pada makanan yang terbuka, atau terdapat pada piring-piring yang kotor, atau pada tangan-tangan yang kurang bersih jarang diperhitungkan. Padahal justru yang kecil-kecil ini yang akan menjadi kanker ganas atau penyakit yang sangat membahayakan kesehatan.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong. (qs : Ali Imran : 21-22)

Diceritakan bahwa ada sebatang pohon raksasa yang sudah tumbuh sejak empat ratus tahun yang silam. Dalam umur yang sepanjang itu, pohon tersebut berkali-kali disambar petir, dan tak terhitung lagi terkena serbuan hujan salju, badai dan topan. Akan tetapi pohon itu tetap tegak berdiri seperti gunung yang enggan berbegser.
Pada suatu ketika datanglah segerombolan kumbang. Kerabat serangga itu memakan bagian dalam kulitnya dan perlahan tapi pasti menghancurkan inti kekuatannya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama pohon tersebut tumbang, rata dengan tanah.

“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (qs : Al An’am : 120)

Terlalu naif jika sampai terjadi, seorang mukmin menjadi pemuja berhala. Syirik besar ini paling mudah dihindari. Ia adalah dosa besar yang tidak diampuni Tuhan, kecuali dengan taubat sebelum mati. Akan tetapi terhadap syirik kecil, mudah sekali orang tersandung. Riya', misalnya sangat gampang hinggap pada diri kita. Padahal yang demikian itu termasuk syirik kecil. Kita tidak mau memuja berhala tapi memuja diri kita sendiri, apa bedanya?

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam la'nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (qs : Al Baqarah : 160-163)

Dalam riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad SAW. "Berdoalah kepada Allah agar Ia menjadikan Shafa ini gunung mas, sehingga kita dapat memperkuat diri melawan musuh." Maka Allah menurunkan wahyu kepadanya (S. 5: 115)

untuk menyanggupi permintaan mereka dengan syarat apabila mereka kufur setelah dipenuhi permintaan mereka, Allah akan memberikan siksaan yang belum pernah diberikan kepada yang lain di alam ini. Maka bersabdalah Nabi SAW: "Wahai Tuhanku, biarkanlah aku dengan kaumku, aku akan ajak mereka sehari-demi sehari." Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 164) yang menjelaskan mereka meminta Shafa dijadikan emas, padahal mereka mengetahui banyak ayat-ayat (tanda-tanda) yang luar biasa dari pada itu.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sanadnya baik dan maushul, yaitu hadits yang sanadnya tidak terputus sampai kepada Nabi SAW).

Pada kesempatan haji Wada', beliau mengingatkan manusia, "Wahai manusia, sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumi kalian ini selamanya. Akan tetapi ia cukup senang bila kalian melakukan dosa yang lain, berupa perbuatan-perbuatan durhaka. Karena itu waspadalah kalian terhadap godaannya yang akan mengancam agama kalian."

Memang tidak banyak orang jatuh karena menabrak gunung. Yang paling sering adalah orang terjatuh karena tersandung batu kecil. Itulah sebabnya Rasulullah menasehatkan kepada kita, "Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika ia bertumpuk-tumpuk pada seseorang, maka ia akan mencelakakan orang tersebut."

“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. ( qs : Ar Ra’ad ; 18)

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Ingatlah) suatu hari (ketika itu). Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): "Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu." Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: "Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami). (qs : Yunus : 26-29)

Rasulullah telah memberikan perumpamaan. Suatu kaum singgah di suatu padang terbuka. Ketika tiba waktu makan, para lelaki berangkat mencari kayu api. Kemudian mereka kembali sambil membawa masing-masing sepotong kayu. Setelah dikumpulkan, maka terdapatlah seonggok kayu bakar. Kemudian mereka menyalakan api. Akhirnya mereka dapat mematangkan makanan yang mereka panggang di atas api tersebut. (HR Ahmad)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( qs : Al An’am : 82)

Dosa-dosa kecil yang terhimpun pada diri manusia bisa jadi akan memanggang pelakunya di akhirat hingga matang. Tubuhpun meleleh, tulang belulangnya hancur. Akan tetapi karena siksa akhirat, tubuh itu utuh kembali, kemudian dibakar lagi, hancur dan utuh kembali. Begitu siklus seterusnya. Na'udzubillah.