
MUNAJAT CINTA KEPADA ALLAH SWT
Tiadalah rasa cinta yang lebih besar dan menggetarkan hati, kecuali hanya cinta pada Allah SWT. Yang direalisai dengan wujud pengabdian yang tulus ikhlas hanya pada Nya, Cinta pada Allah bukan hanya shalat dan puasa saja misalnya, tapi cinta pada sesama, cinta pada negara, cinta pada keluarga, dan cinta pada orang tua, namun cinta yang tulus ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT, itulah sebenar-benar cinta, dan tentunya bernilai ibadah.
"Hati adalah tempat suci Allah, maka janganlah engkau menempatkan (sesuatu) di tempat suci Allah, selain Allah SWT."
Cinta kepada Allah merupakan puncak dalam beribadah, ibadah tertinggi adalah ibadah yang dilakukan penuh dengan kecintaan kepada Allah Swt. Setiap orang memiliki tingkatan-tingkatan dalam mencintai Allah Swt.
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( qs : Ali Imran : 191 )

Seseorang bertanya kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra, tentang tingkatan para pecinta. Imam berkat, "Tingkatan terendah mereka adalah orang yang menganggap kecil ketaatannya dan menganggap besar dosanya; dia beranggapan bahwa tidak ada di dalam dua rumah yang diambil selain-Nya." Orang tersebut kemudian pingsan. Setelah siuman, dia bertanya kembali, "Adakah derajat yang lebih tinggi dari itu?" Imam menjawab, "Ya, 70 derajat (peringkat)."
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( qs : Al Baqarah : 227 )
Hati yang sehat adalah hati yang selalu dibersihkan dari selain Allah dan tidak mensekutukan Nya dengan sesuatu apa pun jua. Hati ini senantiasa bertasbih, berzikir, bertahmid mensucikan asma-asma-Nya. Dalam hadist dikatakan, Hati yang sehat adalah (hati) yang bertemu dengan Tuhannya dan tiada sesuatu selain-Nya di dalamnya. Setiap hati yang di dalamnya (terdapat) syirik atau keraguan (syak), ia akan terjatuh. Dan sesungguhnya mereka hendak meninggalkan kesenangan duniawi agar hati mereka menjadi kosong untuk akhirat.

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. ( qs : Al Baqarah : 22 )
Jika seseorang di antara kita ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah Ta'ala, hendaknya dia melihat kedudukan Allah di hatinya, ini akan menyingkap nisbat keselamatan dalam hati tersebut.
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud ( qs : Al Araf : 206 )
Jika kita mencintai seseorang, pasti di hati kita, dalam pikiran kita selalu berkecamuk dia yang kita cintai. Bahkan hati kita seolah hanya memikirkannya. Begitu juga dengan cinta kita kepada Allah Swt, terlihat dari sampai di mana Dia berada di hati kita. Dalam hadist dijelaskan, "Barangsiapa ingin mengetahui bagaimana kedudukannya di sisi Allah, lihatlah bagaimana kedudukan Allah di sisinya. Sebab, sesungguhnya setiap orang bebas untuk memilih (di antara) dua perkara, dunia dan akhirat. Karena itu, pilihlah perkara akhirat diatas dunia, (sebab) itulah yang dicintai Allah. Dan orang yang memilih perkara dunia, maka tiada kedudukan bagi Allah di sisinya."

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. ( qs : Ar Raad : 28 )
Tanda lain agar kita mengetahui apakah Allah selalu ada di hati kita adalah, apakah kita senantiasa berzikir, mengingat Allah tabaroka wa ta’ala. Zikir dapat mengantarkan cinta kepada Allah Swt. Rasulullah saw bersabda, "Tanda cinta kepada Allah Ta'ala adalah mencintai zikir kepada Allah, dan tanda benci kepada Allah Ta'ala adalah membenci zikir kepada Allah 'Azza wa Jalla."
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. ( qs : An Nisa : 103 )
Kemudian, jika kita mencintai seseorang kita akan rela bersusah payah untuk kekasih kita. Kita bekerja tanpa kenal lelah dalam mencari nafkah untuk keluarga kita, karena kita mencintai mereka. Kita rela menderita untuk orang-orang yang kita cintai. Karena itu ciri lain hati yang penuh cinta kepada Allah Swt adalah hati menyukai berlelah-lelah untuk Allah. Rasulullah menjelaskan, "Hati yang mencintai Allah adalah hati yang mencintai banyak berlelah-lelah untuk Allah, dan hati yang memalingkan perhatian dari Allah adalah hati yang mencintai kesenangan. Karena itu, wahai anak Adam, janganlah engkau menyangka bahwa engkau (dapat) mengetahui kedalaman sumur tanpa bersusah-payah. Sebab, sesungguhnya kebenaran (al-Haq) adalah sangat berat sekali."
Dalam untaian munajat cinta kepada Allah Swt terucap, Butalah mata yang tak (dapat) melihat-Mu, mata yang senantiasa diawasi. Dan merugilah perdagangan seorang hamba yang tidak membuatnya cinta kepada-Mu, sebagai bagian dari keuntungannya." Apa yang tertinggal setelah kehilangan-Mu, dan apa yang hilang setelah kehadiran-Mu?" Sungguh hati yang penuh cinta kepada Tuhannya, akan senantiasa bersih dan terhindar dari kekotoran.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ( qs : Al Ahzab : 35 )