Sabtu, 10 Oktober 2009

History



Sikambing antara Nasib dan Mulia

Kambing ya..? tentunya salah satu binatang diantara banyak binatang lain yang menghuni permukaan bumi ini, yang merupakan salah satu mahkluk tuhan juga, Tapi bedanya dengan kita yang namanya manusia, kambing tidak diberi kelebihan akal ketimbang kita sebagai manusia. Tapi kalo dipikir pikir ya memamg unik deh, klo kita amati prilaku kambing tersebut. Oh ya..! gue punya satu pengalaman lho tentang prihal kambing ini, yang gue anggap sangat unik dan mungkin menurut saya binatang yang satu ini banyak membawa berkah bagi sebagian makhluk lain terutama manusia.
Eh tau ngak ternyata dalam segi bisinis dan usaha, kambing termasuk salah satu komoditi yang luar biasa lho dalam menghasilkan uang. Kambing ato apalah yang sejenisnya klo di daerah kita saja khususnya sudah lumayan mahal harganya, terlebih lagi lho, klo sikambing ini diam nya disuatu tempat yang gersang alias di daerah gurun, wow harganya lumayan bersaing, eh klo dipikir-pikir kambing bisa ngak hidup didaerah gersang?.Eh..Kambing kan makan rumput bukan makan orang, terlebih lagi klo makan cewek..? ehm...bisa aja lho..?. Dan tentunya kita harus tunduk donk ?.. pada kekuasaanNya tuhan, meski didaerah gersang pun, yang namanya kambing toh masih bisa hidup dengan cara nya sendiri. Dan dia malah menjadi primadona bagi para pemburu diantara banyaknya pemburu, tapi bukan pemburu liar lho...! melainkan pemburu uang alias manusia sebagai pelaku bisinis yang menjadikan objek sikambing sebagai komoditas, guna menghasilkan uang alias polos. Taruhlah kita ambil contoh sikambing yang tinggal dan diam sebagai warga negara disebuah daerah yang konon daerah ini sangat makmur aman dan damai, dan negri ini pula merupakan tujuan dan impian dari jutaan manusia agar dapat pergi kesana, karena dinegri ini pula lahir seorang tokoh pembaharu dunia, dan dinegri ini pula peradaban sejarah manusia banyak diceritakan oleh para ahli sejarah. Bahkan dalam Kitab Suci pun tempat ini banyak disebutkan dan diceritakan.



Macca ya..! siapa pun pasti kenal tempat ini, sebuah kota yang terletak di timur tengah yang menjadi bagian dari sebuah kerajaan Saudia ini, bukan hanya kita manusia saja lho yang tenang dan damai tinggal disana. Tapi Kambing pun demikian, karena bagi sebagian orang beranggapan bahwa hidup disana lebih damai dan tenang, rasa aman dan tentram meliputi hati bagi para penduduk disekitarnya, konon ceritanya..? Tapi siapa sangka dibalik semua itu tersimpan sebuah misteri dan cerita yang unik yang patut juga lho kita simak bersama, bagaimana dan apa sebenarnya kehidupan disana, terlebih lagi bagi sikambing tadi yang hidup dan merupakan salah satu warga negara disana yang statusnya sebagai binatang.

Kambing ato apalah namaya disana, yang jelas nasibnya tidak sebaik yang gue kira sebelumnya. Tak disangka salah satu mahkluk ciptaan tuhan ini, juga mempunyai cerita yang unik, terkadang dia mungkin merasa bahagia dan terkadang sikambing ini merasa nasibnya dipermainkan oleh bagi sebagian mahkluk lain yang namanya manusia, ia hanya dijadikan sebagai tumbal untuk mencapai tujuan bagi orang yang serakah dan tamak serta tidak takut akan adanya hukum tuhan kelak dikemudian hari.
Gue teringat waktu dibangku Sekolah Dasar dulu, guru gue cerita pada gue, bahwa kita sebagai manusia, kelak jika kita mempunyai uang alias polos yang berkecukupan, agar kita hendaknya wajib untuk datang kesana guna mengerjakan Rukun dari Agama Islam (red_), yaitu melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah. Wow baru gue terpikir ternyata sikambing sangat berperan disini, dia dijadikan sebagai tumbal alias darah nya dijadikan sebagai dam (denda_) tebusan jikalau kita melanggar atau tidak dapat melaksanakan dari kewajiban ibadah haji dan umrah saat ditanah suci, (Ket baca Prihal haji dan Umrah_red). Emang mulia juga nasib sikambing ini.


Bagi para jamah yang melaksanakan ibadah haji dan umroh ditanah suci, yang namaya dam bukanlah suatu hal yang aneh lagi terdengar ditelinga mereka, karena dam ato orang bilang bayar dam (denda) adalah merupakan suatu tebusan yang harus dibayar jikalau dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh ada syarat wajib yang tidak dapat dikerjakan dengan suatu alasan tertentu. Maka disini peran sikambing pun berfungsi, ia dijadikan binatang sembelihan sebagai tebusan tersebut. Tapi siapa sangka dibalik semua itu tersimpan sebuah cerita, yaa... tarohlah sebuah cerita dunia bisnis dan management yang tentunya klo bicara masalah itu, tak lepas dari ursan dunia yang kadang kala harus berurusan antara ikhlas dan tidak, jujur dan tidak jujur, untung dan rugi ato apalah sebutanya. Namun siapapun yang terlibat disana tentunya ini merupakan sebuah kegiatan yang mulia, yang mana gue yakin kelak pasti tuhan akan memberi tempat yang terbaik bagi mereka yang ikhlas dalam melakukan kegiatan tersebut.

Konon biasanya jamaah yang datang kesana, yaa hampir dapat dikatakan tidak semuanya mereka dapat melakukan ibadah haji dan umrah itu, ada saja syarat haji yang kadang tidak dapat dikerjakan mungkin dengan alasan uzur ato lainya, yang tentunya mereka harus membayar dam ato tebusan tersebut. Dalam hal ini mereka ada yang tidak dapat melakukannya secara sendiri dan perlu bantuan orang lain. Yaa.. mungkin terkendala ketidak tahuan tempat, terlebih lagi mungkin yang jadi kendala adalah percakapan, yang tentunya tidak hampir semua jamah yang datang kesana dapat berbicara dengan bahasa penduduk disana apalagi sampai melakukan transaksi tersebut. Maka disini berperanlah para ustazd atau guide atau apalah namanya, yang membimbing mereka akan hal itu, emang mulia pekerjaan ini, dan bersyukurlah klo kita bisa seperti mereka, yang membantu para jamaah disana dalam melaksanakan ibadah di tanah suci, semoga tuhan memberi ganjaran yang setimpal dengan jerih payah mereka..Ameen...!
Tapi jangan salah lho, maaf and sorry...! tidak semua lho apa yang seperti kita bayangkan. Yang namanya kita manusia kadang tersalah itu pasti ada, terlebih yang betul-betul disengaja. Dalam prihal ini kadang ada juga yang menyimpang dari apa yang diharapkan, mereka yang tentunya menjadikan sikambing sebagai komoditas bisnis guna menghasilkan polos yang belipat-lipat. Terlebih pada saat musim haji tiba banyak orang – orang yang menawarkan jasaya dalam hal dam ini.


Salah satunya, taruhlahlah namanya si Domba ya…ghito deh namanya, salah satu warga juga, yang profesinya sebagai salah satu gaite atau mutawwif lah orang bilang, yang bekerja pada salah satu travel and tour ibadah ternama di wilayah Asia Tenggara. Si domba ini salah satu fenomena nyata yang bekerja dibidang ini, dengan kejujuran dan keikhlasan, dia membantu para jamaah yang datang ke tanah suci, dia menekuni profesinya ini dengan baik, mulai membimbing jamaah dari tawwaf, sa'i sampai hal titik bengek yang terkecil pun, dia dengan ikhlas mau membantu tampa pamrih, dari mengantar jamaah yang mau belanja disana, ziarah ketempat – tempat bersejarah ditanah suci, yaaa.. dari Jabbal Rahmah, Jabbal Tsur sampai Jabbal Nur, ke tempat Museun Bersejarah Di Tanah Suci, ato tempat pembuatan kain penutup pada Baitullah ato orang bilang kain Kiswah, dan tempat – tempat lain disana, dia pun mau mengantarkannya, ato jamaah yang mau minta dibelikan makanan khas disana, kayak ma'suf, taamis, sandwich, Pahang, mazbhi, dan banyak makan lain yang khas dan tentunya sangat enak dan jarang, atau bahkan hampir tidak ada makanan tersebut yang mereka jumpai di wilayah Asia, dan mereka dapat menikmatinya ketika berada ditanah suci tersebut, dan tentunya dengan bantuan si domba tadi, dan si domba ini dengan rendah hati mau membantunya. Oh.. sungguh mulia emang tugas lho domba…? Jangan geer lho dom…becanda kaliii…!
Salah satu rekan kerja kerja si domba ini, yang juga sohib akrabnya, ya..? boleh dibilang mereka ini kayak saudara, meski bukan saudara sedarah lho,…? karena konon ceritanya, klo satu warga yang tinggal disana apalagi sama – sama berasal dari satu Negara, mereka sangat akur bahkan rasa persaudaraan pun timbul dengan sendirinya, mungkin karena merasa satu nasib ditanah orang alias dirantau orang. Ya..? Keledai itulah dia, biasa disapa, sikeledai ini, profesinya sama dengan si domba, sama – sama mengurusi jamaah yang datang untuk beribadah ke tanah suci. Dia bekerja mulai dari jamaah yang mau melaksanakan ibadah, baik itu umroh ataupun ibadah haji, sampai mengantar ziarah, belanja kepasar, sampai- sampai mengurusi titik bengek jamaah saat mereka tinggal di hotel dimana mereka menginap. Tapi uniknya sidomba ini, dia mau mengurusi jamaah yang datang kesana, terutama jamaah yang royalty alias yang berkantung tebel, ato apalah..? dengan harapan dia dapet tips alias baksis lah … orang bilang disana, namun hal ini menurut gue siihh….! Sah-sah saja kaaliii..? kali ajaaa..! berapa…yooo..? . Yaa ghito deeh, sidomba mau urusi apapun yang terpenting bagi dia baksis,baksis, dan baksis,.. hiduppp… baksiiisss..! diemmm… entar klo ktauan bisaaaa… anjrit…? Sampai pada suatu ketika si keledai di suruh untuk membelikan atau yang lebih tepat dapat tugas dari salah satu jamaah untuk menyembelih seekor kambing sebagai dam, karena jamaah tersebut tidak dapat melaksanakan atau terlanggar salah satu dari syarat wajib dalam umroh (red_prihal haji dan umroh). Si domba pun dengan cermat dan seksama mau menolong jamaah tersebut.

Bergesaslah sikeledai ini pergi untuk mencarikan seekor kambing yang bakal disembelih untuk tebusan atau dam. Konon katanya, harga kambing disana bervariasi dari 250 real Saudi sampai 350 real, pada saat-saat bulan tertentu, apalagi pas kalau musim haji tiba, wow…harga kambing bakal naik, yaaa…ialaah..? sesuai dengan hukum ekonomi donk, kaliii…? semakin permintaan banyak, dan stok barang sedikit harga bakal naik, yaap ghito deh kira-kira, kalii ajaaa…!. Sikeledai ini pun membeli seekor kambing, seharga 250 real, setelah itu dia sembelih guna untuk dibagikan dagingnya, terus sikeledai tersebut lapor pada jamaah yang menyuruhnya tadi, tapi anehnya..?, ngak aneh kali,.. biasa aja lagiiii…!, harga yang ia beli 250 real tadi, dia bilang ke jamaahnya dia beli seharga 350 real, yaa… jamaah yang royal akan polos pun ngasih uang padanya, plus uang tips alias baksis atas jasa dan jerih payah sikeledai tadi, hidupp …keledaii….!!!. Dengan gembiranya sikeledai menerima uang tips tersebut, dia berpikir hal ini sah-sah saja, coba lho pikerrrr… gue bantu mereka, urusi mereka, dari hal tetek bengek yang kecil sampai yang besar sekalipun, masa gue ngak dapet apa-apa..? pikir si keledai tersebut, La.. iaalaaaah …. Gue yang namaya usaha, gue punya perut, gue harus makan dan gue harus biayai istri-istri gue,anak-anak gue, dan kalau gue dapet tips dan baksis yang lebih gede lagi, gue bakal tambah istri baru lhooo?....hidup…polygamiiii…..?eeh..apaan.. polygamy ato monogamy apa bedanya ya..? baikan mana diantara yang dua tersebut ?, mungkin baik kedua-duanya…kaliii..! Pikir si keledai didalam hatinya, sembari dia tersenyum simpul dan rasa puas menyelimuti hatinya, setelah dapat baksis dari jamaah yang royal tadi. Tapi sikeledai ini tidak sadar bahwa ia bekerja dan dapat gaji dari travel and tour yang menyuruhnya bertugas disana, disamping dapat gaji, dapat tips dan baksis, habis apalagi, wow… ternyata enak juga yaaa.. kerja seperti sikeledai tersebut, bisa dapat pasilitas dan jalan dalam mencari polos dari berbagai arah, keluar masuk hotel berbintang lima, transfortasi yang, yaaa.. klo boleh dibilang mewah. Makanan yang lezat dan nikmat, bahkan kadang sampai berlebih setiap masakan yang disajikan guna kelayakan dan kepuasan serta kenyamanan bagi para jamaah yang ikut tour dengan mereka, guna mencapai satu titik simpul akhir dari bibir jamaah, gue puas ikut dengan travel and tour tersebut. Hal ini juga dirasakan bagi sikeledai dan sidomba yang merupakan salah satu bagian dari menegement tour tersebut. Pokoknya dalam pikiran sikeledai tidak ada tempat lain yang lebih enak dan nyaman terkecuali disini, pikir si keledai…!
Yaaa.. apalaaah juga..! klo dibanding kerja di tanah leluhur gue, ya harus pagi berangkat kesawah, macul dibawah terik matahari, ato pergi ke laut ato ke sungai, guna cari ikan yang bakal bisa dijual buat biaya sehari-hari, ato harus berkelahi dengan sang waktu sebagai pengkhayal guna dapat uang yang berlipat-lipat, ato juga harus berburu penumpang bagi abang-abang sopir di terminal, dan tukang ojek yang uber setoran yang tak bisa lagi membedakan saat malam ato siang, yang terpenting bisa dapet uang, ato segala macam cara lah bagi para ningrat dan pembesar guna menumpuk polos, tak perduli harus mengorbankan rakyatnya sendiri demi kepentingannya, yang mana ia tak sadar bahwa itu tugas, tapi malah jadi berubah, tak peduli itu koropsi, tak dapat lagi membedakan, apa itu Kebijakan dan apa itu Peraturan..? sampai pada titik akhir tujuan gue harus dapat polos tercapai, ngak peduli gue, meski tanah leluhur yang diperjuangkan oleh nenek moyang yang berjuluk sebagai pahlawan, mereka buat tanah ini merdeka, tak lain bakal buat anak cucu mereka nikmati semua, bukan hanya segolongan ato sekelompok orang, ato perorangan, klo perlu seluruh aset dan kekayaan ini ditumpuknya guna satu titik tujuan anak dan keturunanya ngak bakal melarat sampai tujuh turunan ato kalau perlu seribu keturunan dia usahakan, mumpung masih jadi ningrat, apa salah nya…? Beneer kalii…! Hidup…kor…hiduuppp..korop...? Begitu terpikir didalam kenangan sikeledai ketika suatu waktu ia melamun di tengah keheningan sang waktu, dibalik sang tembok pekerjaanya, yang penuh dengan keramaian dan kegembiraan serta hiruk pikuknya kehidupan, yang menyelimuti pekerjaannya sehari-hari dirantau orang. Mungkin dengan alasan ini pula kali..sidomba dan sikeledai hijrah dari tanah leluhurnya, yang menurut pemikiranya, emang mereka lahir dan tumbuh disana, namun mereka beranggapan bukan tempat terbaik dan klo boleh dibilang mereka lahir dan tumbuh disana, namun mereka tak merasa negri itu sebagai rumah mereka, Bukan karena mereka bodoh ato tak dapat bersaing dengan kerasnya hidup ditanah leluhurnya, yaaa… nasib kali…menghantarkan mereka…ngak juga..ahhh…. habis apa….? Ayooo…tapi yang jelas jangan salahkan nasi klo sudah jadi bubur lho..? ato malang tak dapat di tolak ato untung tak dapat diraih…? Uuhhh…busheet.. kayak sastrawan aja… ? yang pandai bermain kata-kata.

Namun klo dipikir-pikir ngak salah toh… klo bagi ningrat ato konglomerat atau apalah sebutanya….(sorry_red).. mereka harus lakukan apa saja tak peduli dia harus…korop…ato mengorbankan orang lain…dan apalah sebutanya yang sesuai…namun pada satu titik tujuan mungkin mereka berasumsi agar jangan nasib dia dan anak keturunanya sama dengan nasib sikeledai dan sidomba, yang harus hijrah kenegri orang dengan anggapan bahwa tanah leluhurnya bukan sebagai rumah mereka, ato ada alasan lain…? Ataooo…yaaa.. jangan salahkan bunda yang mengandung….! dan tak pantas guna cari jawaban itu pada rumput yang bergoyang…? Serta salahkah aku harus begini…dan …begitu…dan kali-kali aja pulangkan aku pada orang tuaku….haa..apa hubunganya..? yaaa.. sembari tersenyum simpul dibibir sikeledai…? Emang dia bisa ngomong siih ato punya perasaan, kan dia ngak punya akal,…kali aja laghiii.. dia punya rasa itu…ngacooo..aahh..! ya begitulah sikeledai sembari sambil melamun…!!
Dan dalam pikirannya, kerjaan gue ini bener apa ngak siih..?, masa gue harus bohong pada jamaah saya, ditanah suci lagi, yang konon ceritanya satu kebaikan dibalas dengan seribu kebaikan, begitu juga halnya dengan kejahatan yang merupakan kebalikan dari itu. Ato gue yang bodoh, ato keadaan yang memaksa saya begini, ato ….aah..sikeledai sambil menggerutu..! dalam hatinya, sampai-sampai dia teringat akan kenangan dia, saat musim haji yang beberapa lewat yang lalu…..klo dipikir-pikir…..


Pada saat itu, si keledai bertugas pada suatu muassah yang menangani haji dan umroh disana, pada suatu ketika dia dapat objekan untuk masalah dam dan badal pada musim haji tersebut. Dia terus berburu dan cari jamaah yang yang setanah dengan dia, ngak peduli, dia harus naik hotel turun hotel, merubah sikap dan tata cara busana ala syekh ato semacam orang yang nuntot ilmu ditanah suci dia lakoni, yang kadang konyolnya semua itu jauh beda dengan kehidupanya sehari-hari, dengan tujuan supaya para jamaah jadi simpati dan percaya padanya. Guna berburu, kali aja ada jamaah yang mau minta diurusi masalah dam dan badal. Sampai pada akhirnya sikeledai ketemu rekanya setanah leluhur, yang mau minta diurusi masalah tersebut, ngak tangung-tanggung, sikeledai dapat 3 kloter yang mau diurusi masalah tersebut. Dari masalah dam dan badal, keledai yang urus, belum lagi ketika keledai dapat objekan dorong jamaah yang sakit atau yang ngak bisa jalan guna mengerjakan tawaf dan sa'i, dan harus menggunakan jasanya, dengan kereta dorong (kursi roda_red) yang konon pasaranya sekarang, klo musim haji, jasa tersebut bisa sampai 250 sampai 300 real, bahkan lebih pada saat musim haji tersebut, karena posisi dan pemugaran Mesjidil Haram yang diperlebar, yaa..secara otomatis jarak antara hotel dan Mesjid sudah agak mulai jauh ketimbang dibawah tahun (2007_red), yang dulu pasaranya hanya sekitar 150-100 real (musim umroh_red) dan 200-250 real (pada musim haji_red). Beda dengan sekarang yang pasaranya sudah mencapai 200-250 real (musim umroh_red) dan bahkan lebih pada musim haji, dan ini juga tergantung negosiasi (red_2009). Dari jasa ini keledai sudah banyak dapat meraih polos, luar biasa emang, sikeledai disamping cerdik dan cerdas dia juga ulet, dan pekerja keras, ya ketimbang kerja ditanah leluhur gue dia pikir, disamping harus bersaing ketat dengan kompetitor hidup yang keras, dan tak lepas dari itu, harus berhadapan dengan para ningrator dan konglo…me… yang tak kenal balas kasih, yaaa mending gue disini pikirnya.

Sampai akhirnya sikeledai, pergi ke suatu tempat di daerah kudai (macca_red), guna membeli kambing, yang ia dapat objekan dari 3 kloter jamaah tadi, yaa.. jumlahnya ngak seberapa banyak siihh..? yaaa …sekita 1500 an orang jamaah lah ghitoo. Dia nanya pada penjual kambing disana berapa harga sekarang, dan ternyata harga nya agak lumayan mahal, maklun pada saat musim haji, ya kisaranya antara 300-350 real persatu ekor kambing. Wahhh,… gerutu sikeledai mahal kali yaa ..sekarang, sedang gue,.. gerutu sikeledai dapat objekan cuman 350 real, sedang harga sudah 300 san lebih wahh klo ghini.. gue ngak dapet proyek gede donk..pikir sikeledai…sambil dia berpikir guna dapet ilham, klo ghini caranya.. mending gue potongkan dam nya entar aja.. deehhh… lepas lebaran haji aja..khan harganya pasti murah mungkin bisa dapet 250 real ato lebih dikeeet…atau bahkan bisa kurang dari itu..? khan gue bisa dapet untung…!!! 100 real, lumayan 100x1500 wow gue dapet polos banyak nih,… apalagi klo polos ini gue tukar ke Rupiah, wow 1 real aja bisa dihargai Rp 2600 x 1500 wowwwww (per2007_red)…enak juga nih…, hasil polos gue ngak kalah juga lhoo..dengan para konglo dan ningrator yang kolosi dengan tetek bengek tender dan apalah namanya yang mengatas namakan proyek rakyat, dengan hanya sekali tulis polos bisa datang dan masuk langsung ke rek.. tampa harus bersusah payah. Pikir si keledai. Dan kemudian dia berlalu dan bergegas pergi dari tempat itu, dan mengurungkan niatnya untuk menyembelih kambing tersebut, yang seyogyanya itu adalah amanah dan tugas dia seharusnya.

Tapi si keledai malah tak melakukanya, dan niatnya dia urungkan sampai musim haji berakhir, dan harga kambing agak mulai turun. Iyaa.. lho…? klo.. lho keledai dapet umur panjang, tapi klo… elho kuit…ato death… sebelum itu tugas diselesaien ghimana…? Ahhh taulah… pikir sikeledai yang penting gue untung,… itu…pikirnya? kayak pembesar-pembesar ditanah leluhur gue..lho…, yang nasibnya ngak seberuntung gue…. Kilahnya…!
Pada saat hari arofah hampir tiba, sikeledai ini pun masih sangat sibuk dengan urusanya, yaa tak lain adalah masalah badal haji, konon ada sebagian yang ikut dengan pendapat ini, Badal (mengerjakan haji bagi orang yang telah meninggal dunia yang belum sempat mengerjakan haji selama dia masih hidup dengan alasan tertentu dan dikerjakan oleh keluarga yang masih hidup atau orang lain yang dapat perintah dari keluarga tersebut untuk menghajikanya_red). Ghito dehh kira-kira difinisinya… yang pasti ada sebagian kelompok orang yang menyakini akan hal ini, (baca_tanya masalah ini pada sang ahli_red), dan bagi sekelompok yang lain ada juga yang tidak yakin akan hal ini, (tapi jangan permasalahkan akan hal ini, buang waktu kaliii…_red).
Wow pikir sikeledai gue harus cari orang dulu deh, untuk mengerjakan badal ini, karena sikeledai dapat objekan badal 100 orang yang mau dikerjakan hajinya, dia dapet objekan satu orang pada saat itu (2008_red) 1500 real satu orang dan dia dapet 100 orang, 1500x100 orang berapa polos yaaa.. belum lagi kalo dinilai dengan rupiah ato rupee dinegri hindy wow…. gue harus cari akal lagi niih… pikir sikeledai, biar gue dapat untung gede dari objekan ini. Sedangkan badal haji itu hanya boleh dikerjakan oleh satu orang untuk satu orang yang telah meninggal, sedang gue dapet 100 orang pikir sikeledai, Kemudian sikeledai bergegas menghubungi sohib-sohib dia disana, dia pergi kedaerah misfallah (_red), alhojjon, falaq, hafair, hijaz,(_red) dan tempat-tempat lain disana guna mencari orang yang mau mengerjakan badal tersebut. Tapi konon ceritanya kalau masalah badal ini bukan seharusnya sikeledai yang ambil pusing cari orang yang mau kerjakan badal, tapi malah sebaliknya justru orang-orang yang berburu badal ini sendiri, harus Tanya kesana kemari hubungi ustadz atau apalah, guna dapet ini, lumayan katanya dari hasil kerjakan badal ini, bisa dapat polos setara dengan gaji sebulan bagi para TKW atau khadammah (pembantu_red). Meski terkadang harus tergelintir dari konteks difinisi badal tersebut, syarat dan mungkin kreteria orang yang mengerjakan badal tersebut harus bagaimana.


Mengenai Pasaran badal ini, dan mungkin istilah ini dikenal bagi orang-orang yang khususnya para muslim yang berada diwilayah Asia, atau Asia Tenggara lah khususnya, (syruruq Asiaah_red Arabic). Sama lah juga yang namanya segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah dan muamalah, badal biasanya diukur dalam satuan uang atau polos. Pasarannya pun (maaf_red) bervariasi tergantung dari sikeluarga atau si ahli waris lah yang tepat kalau kita sebut, berapa besar yang ia keluarkan bagi orang yang mau mengerjakanya. Tapi terkadang hal ini tergantung negosiasi juga, antara kedua belah pihak. Bagi orang yang berada diwilayah Indonesia biasanya ada yang berani mengeluarkan dari angka 5 jutaan atau lebih atau juga ada yang kurang dari itu semua, per satu orang yang ingin di hajikan, dan bagi pemeluk islam yang berada di Malaysia biasanya ini agak lumayan besar kisaranya dari 2500 Ringgit, sampai ada yang lebih, dan bahkan ada yang kurang dari itu, misalnya dari kisaran 1500 sampai 1000 Ringgit, tapi kalau Warga Malaysia biasanya ada semacam management yang mengurusi dalam hal badal ini, ya…. Tabung Haji Malaysia itulah nama Lembaga Resmi Pemerintah Kerajaan yang mengurusi masalah badal ini. Biasanya bagi mukimin atau orang yang tinggal di tanah Suci tapi status nya sebagai WNA bukan Warga Negara Kerajaan Saudi, kalau mereka ingin dapat badal tersebut biasanya mereka harus mendaftar dulu ke Tabung Haji tersebut, yang terletak diwilayah Aziziah Macca Kingdom Of Saudia (2009 tempat_red) dan Kilo 4 (Kilo arbaah Jeddah_) . Setelah itu baru oleh lembaga tersebut diadakan tes uji kelayakan, apakah orang tersebut layak untuk mengerjakan badal itu, (karena badal itu diyakini sebagai amanah, yang harus mendapat pertanggung jawaban dikemudian hari kelak_red) oleh karena itu, Lembaga ini harus betul – betul memilih orang tepat guna menjalankan amanah ini. Dan imbalanya pun setara mungkin kalau dihitung dengan uang tentunya ya 2500 an Ringgit lah biasanya per satu orang yang ingin dibadalkan hajinya. Meskipun ada lagi, juga badal ini biasana dibawa atau yang tepatlah dititip kepada para ustadz yang datang dari Negara tersebut guna di bagikan kepada para Mukimin disana untuk dikerjakan, dan tentunya kisaranya kadang ada yang lebih ada yang kurang dari apa yang diberikan oleh Tabung Haji, karena itu melalui semacam perorangan yang mengelolanya bukan suatu Lembaga dan kadang tergantung negosiasi.


Beda lagi halnya dengan para Muslimin yang berasal dari Singapura, biasanya mereka ini menitipkan juga badalnya melalui para ustadz atau pemilik Travel dan Tour guna dibagikan, dan biasanya jumlahnya juga lumayan besar, kadang mereka memberi dalam bentuk satuan dolar Singapura, kisaranya dari 1000 lebih kadang konon katanya ada yang sampai mencapai kisaran 5000 an lebih. Begitupun halnya dengan muslimin yang berasal dari Brunei Darussalam pun begitu, mereka menitipkan badalnya pada para ustadz dan para pengurus travel dan tour ibadah dimana mereka ikut.


Sedangkan bagi para muslimin yang berada diwilayah Indonesia, biasanya masalah badal ini, kadang bagi para jamaah menitipkanya kepada para ketua kloter (kelompok terbang_red) atau dititip dengan para ustadz – ustadz dan ada juga yang bahkan bagi mereka yang memiliki sanak saudara yang bermukim di Kerajaan Saudi, badal ini dikirim langsung kepada mereka disana, dan ada juga yang dititip kepada mereka yang mengerjakan haji pada tahun itu guna dibagikan disana nantinya. Lebih – lebih lagi ada sebagian juga ada yang berburu badal ini dengan cara face to face, artinya orang tersebut kadang datang langsung atau sebutlah semacam silaturrahmi, dan diakhir kadang ada yang menanyakan, ringkasnya apakah ada keluarga anda, ada yang ingin di badalkan hajinya…? Terkadang hal ini biasanya bagi mereka yang tiap tahun berangkat kesana.

Tapi apalah itu namaya, dalam hal badal ini memang sebagai sebuah amanah yang sangat mulia, tidak terlepas dari konteks badal tersebut, artinya kita mengerjakan ibadah yang mana pahalanya guna orang lain, sungguh sebuah pekerjaan yang mulia memang, apalagi dikerjakan dengan khusu' dan keikhlasan tentunya tentunya bakal mendapat nilai lebih dari Tuhan dihari kemudian kelak, ( ini tentunya bagi mereka meyakini adanya badal tersebut_red).

Kembali pada sikeledai, yang bingung masih mencari orang-orang yang ingin dia hubungi untuk mengerjakan badal yang dititipkan padanya. Dan hari arofah pun tiba ( 9 Dzulhizzah_red Arabic), namun dari jumlah 100 badal yang dititipkan pada sikeledai ini hanya setengah dari itu ia dapat membagikanya pada orang lain. Si keledai pun mulai berpikir ragu dan bimbang, yang ada dalam pikiran dan benaknya bukan rasa takut karena amanah yang dititipkan padanya ngak kebagi semua, melainkan yang dia pikirkan adalah keraguan dia akan orang yang mengerjakan badal haji tersebut, jangan-jangan pikirnya orang yang mengerjakan badal ini ngak sungguh-sungguh, atau dia menerima badal juga dari orang lain, seperti halnya gue terima terus titipan ini hingga mencapai ratusan orang pikir sikeledai. Karena sikeledai dalam membagikan amanah tersebut, ia dikasih satu orang 1500 real tapi ia bagikan pada yang mengerjakanya 1000 atau kadang ada yang kurang dari itu, dengan alasan, sikeledai nantinya bikin semacam surat piagam tampa status, alias surat pernyataan bahwa nama yang bersangkutan telah mengerjakan badal haji ini atas nama yang dihajikan….atau apalah semacamnya…meski tampa harus semacam surat legal, yang terpenting ada semacam pernyataan itu, dan cendra mata bagi keluarga yang menitipkan badal padanya atau semacam hadiah dari tanah suci, makanya sikeledai mengasihkan polos kurang dari jumlah yang sebenarnya ia terima dengan alasan tersebut, (masuk akal juga pikiran keledai ini_red).


Diantara kebimbangan dan keraguan si keledai , sedangkan hari arofah pun tiba, akirnya terpikir dibenaknya….. ah biaren aja deeehh… biar gue bagikan pada siapa saja yang gue kenal pikirnya, sambil mengambil sebuah jawwal (phonsel_red) dari saku bajunya, kemudian dia mencari semua nomor telepon orang yang ia kenal, tampa pikir panjang. Diantara salah satu sahabat nya juga, Onta begitulah namanya disebut. Sembari duduk sikeledai pun memulai percakapannya dengan si onta ini :

(Keledai) : Halooo, Ass… Heyy… Ont Kaifa khaliq…entaa,,? ,,entaa fin dakhin…
(Onta ) : Waalaikum salam, ana fil bait ….mafi' shugul dakhin…
Ghito deh kaliii,….orang disana ngomong. Eeh emangya mereka bisa ngomong kayak ghitoo yaa…pakai bahasa itu lagi….aaah yang namanya juga fiks….. !!! klo ghito ngomongnya pakai bahasa yang mudah dimengerti donnnnkkkk……..? sim salabiimm berubaahhh….

(Keledai) : ghini ont..gue ada objekan buat elho, elhonya mau apa ngak siih..?
(Onta ) : Yaaa …mauuulaahhh…Masaa..yaa…iya…siihh… "Asal jangan objekan yang kayak kemaren aja dai"… maaasa gue disuruh nyari gigi palsunya sinenek yang nyumseek di clossed,,, ? jawab si onta
(Keledai) : Yaaa.. ngaak lah..? ont… gue mau kasih lho badal, lho mau ngak ngerjakanya…?
(Onta) : (Tampa pikir panjang) ya… maula ah gue.. "emang gue dapeet berapa" kata si onta
(Keledai) : Seribu…!!!!!
(Onta) : Kaloo … lebih lho mau ngak ngasih…ke gue...."?, soalnya pan gue tau tooh… lho pasti dapet lebih kata si onta. (maklum… sama-sama anggota PDI "Persatuan Dam dan Badal International, jadi rada-rada ngerti akan masalah ini…soryyy cumannn… intermezzo doank…. becanda kok… beneeer.. ngak seriusss…..sueerr… biar disamberrr geledek bareng-bareng….!!! )
(Keledai) : Nggaaak… Jawab keledai agak marah, klo lho mau, gue kirimin, klo ngak gue kasih ama yang lain…..
(Onta) : (dengan agak gugup menjawab) Mau..mau… lho begito ajaa marah … daiiii
(Keledai) : Yaa… udah kalau lho setuju, ini namanya… dan binnya……..? eh… ont entar polosnya ya… stelah di Mina, lho hubungi gue……yaa udaahhh.. gue mau capcus dulu yaaa… soalnya masih banyak urusan lain…. Byyy….
(Onta) : Ehh… daiii…Capcus… itu apaan siiihhh…?
(Keledai) : Selamat tinggal..!.... begoook…..!!!
(Onta ) : ehhhh.. gue kira …capek push up…..ok… Bereesss Booss….


Begitulah kira-kira percakapan diantara keduanya berakhir, sembari sikeledai menutup ponselnya dan mencari lagi nomor-nomor temanya untuk dihubungi, sampai akhirnya sikeledai dapat menemukan 80 orang yang sudah dapat mengerjakan badal yang dititipkan padanya.Sambil bergegas si keledai pun balik kerumah untuk mengambil pakaian iharamnya, karena dia harus sesegra mungkin berangkat kepadang arofah guna melaksanakan ibadah haji. Dalam perjalananya pun, hati sikeledai masih digeluti rasa kegelisahan yang dalam, tak lain pikiranya adalah adalah masalah badal tersebut. Ya dibenaknya terpikir, ada sekitar 20 han lagi yang belum terbagi untuk dikerjakan , sampai akhirnya terbesit di hati si keledai untuk menangguhkan amanah ini buat tahun depan aja…!. Ahh. Pikir sikeledai dari pada gue pusing mikeren ini, yang nganggu aktivitas gue buat ibadah gerutu hatinya, mending ini amanah buat tahun depan aja lagi, gue sampaikan disamping waktunya yang udah mepet…lagian uang nya bisa dulu gue pergunakan buat keperluan gue, setelah musim haji berakhir, gue bisa sewa rumah, buat kebutuhan gue, kan selepas lebaran haji objekan agak susah, yaa gue mungkin banyak nganggurnya dari pada kerjanya pikir sikeledai dalam hati.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya tersebut buat tahun depan kemudian, sambil bimbang dan ragu dalam hati sikeledai ini, dia terpikir siapa tao yaa gue tahun depan kuuit alias meninggal, atau ngak diam disini lagi, terus bagai mana ini amanah orang, sambil terpikir sejenak ahhh… biasaaalah, gue yakin kok gue pasti masih hidup buat tahun depan… gue masih terus bisa kerja buat tahun depan, dan gue pasti bakalan tepati janji gue,pokoknya janjiku adalah tekad dan penagabdianku yang terbaik, gue passtiii biiisaaa….keyakinan hati sikeledai tersengak dipikirnya…….ooyeee… keledaiiii…

Sampai akirnya pelaksanaan ibadah haji pun berlalu, dan biasalah jutaan manusia menumpuk kembali di Tanah Suci dan di Medinnah. Diantara kesibukan para jamaah yang sudah bersiap-siap bakal pulang ketanah air mereka masing-masing. Tak kalah sibuknya lagi sikeledai ini, ia bersiap-siap juga guna menyelesaikan tugasnya yang terakhir, yaitu membagikan piagam dan cendramata kepada keluarga yang kepada ia dititipkan badal haji tersebut. Mulailah sikeledai ini menyusun piagam sesempurna mungkin. Dari desaign grafisnya yang menawan, sampai logo dan hologramnya yang artistic, dan stempel non legalnya pun dia bikin dan didesaign dengan sedemikian rupa, sehinga terlihat berkelas dan bonafit, pikir sikeladai agar supaya tahun depan gue dapet lebih banyak lagi dari ini. Sambil membungkus cendramata, ya…!! biasanya berbentuk sajadah atau tasbih dan baju ghamnmis (org bilang_red) serta sorban. Sikeledai pun menghubungi dan mendatangi hotel-hotel dimana keluarga yang menitipkan kan badalnya tadi menginap, guna mengantarkan tanda kenang-kenangan kepada mereka. Meski sebenarnya sikeledai harus memanipulasi data, nama orang yang mengerjakan badal, dalam piagam penghargaan yang di berikan sikeledai pada keluarga tersebut, karena sikeledai menangguhkan sebagian badal tadi buat tahun depan. Tapi dia punya cara sendiri, dia berikan dulu cendramata dan kenang-kenanganya, sebagai bukti bahwa badal yang dititipkan padanya sudah dikerjakan dengan baik…….!!!!

Yaaa. Ghito deehh…kadang ada satu hal yang harus kita korbankan dan disatu sisi lain, kadang kita yang harus berkorban untuk yang lain. Emang itulah hidup, ada sisi baik dan sisi buruk itu pastilah ada, dia bagai dua mata sisi uang yang tak dapat terpisahkan dengan yang lain, karena yang satu sisi, menjadi sisi kesempurnaan bagi sisi yang lain. Bukan hanya dalam urusan management dunia saja kadang kita berhadapan dengan hal tersebut, tapi terkadang dalam hal management ubuddiyah pun ada hal yang tak disangka – sangka kita berbuat hal yang sedemikian itu, namun gue pikir itu relative, dari sisi apa kita melihatnya. Konon orang bilang kadang hidup itu kejam, yaaa mungkin boleh jadi, mungkin juga ngak toh bagi sebagian yang lain. Gue terpikir akan perkataan guru gue pada saat gue duduk sekolah dasar dulu, dia bilang ghini "lho janganlah merasa malu pada manusia, tapi elho harus malu pada tuhan lho sendiri, Dia yang Ciptaen lho dimuka bumi ini, kenapa lho harus malu pada sesama Ciptaan Dia". Mungkin itu salah satu kata-kata dari sekian kata yang gue denger dibumi ini, yang masih teringat dikepala gue, maklum gue sekolah ngak tinggi-tinggi amat, tapi dari wejangan yang gue ingat itu, gue jadi terpikir. Emang bener siih kata guru SD gue itu. Kadang kalau gue pikir-pikir kenapa kita harus malu pada makhluk ciptaan Tuhan, sedangkan kita tak malu pada Tuhan kita sendiri, yang justru memberi kita segalanya dengan kelebihanya, ketimbang makhluk CiptaaNya yang lain. Gue pikir banyak orang malu pada sesama, harus melakukan yaaa… hal-hal yang menurut gue kadang harus melakukan apapun asal tujuannya bisa tercapai, bahkan terkadang harus melakukan pelanggaran kode etik diantara sesama, malu karena ngak punya mobil, merasa rendah karena ngak punya kedudukan tinggi, dan merasa hina karena ngak punya apa-apa dimuka bumi ini, meski kerja udah mati-matian, kadang hasil yang diharapkan juga tidak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkan. Dan pada satu titik kejenuhan akhirnya, dari rasa malu pada sesama tadi terkadang menimbulkan sikap yang arogan pada diri kita sendiri, gue harus punya mobil, kerena tetangga gue udah punya duluaan, gue bakalan koropsi buat itu semua, gue ngak punya apa-apa di bumi ini, gue harus lakukan tipu daya yang jitu, apa saja yang terpenting gue harus punya apa yang orang lain punya dimuka bumi dan gue harus.. harus… harussss…..dan… haruuus…meski apapun resikonya…karena tiada perjuangan tampa pengorbanan..tiada pengorbanan tampa resiko…tiada cintaa… tampa diucapkan……haaahh apa hubungan nyaaa…? meski hidup itu sendiri yang harus dikorbankan….

Dan kalo gue pikir ternyata banyak benernya juga kata wejangan dari guru SD gue ini, namun itu setidaknya membuat gue terpikir, dan gue harus tinggalkan budaya rasa malu pada sesama gue, gue harus ngak malu meski sesame gue punya mobil, sedang gue cuman jalan kaki, gue harus ngak malu, pada temen gue yang pejabat dan pengusaha, sedang gue hanya seorang biasa dan jelata, dan gue harus ngak malu, pada itu semua, dan gue harus malu melakukan sesuatu yang justru itu melanggar kode etik kehidupan dan estitika hidup, dengan satu janji, gue harus patuhi kode etik hidup, dan gue harus jadi perwira bagi diri gue sendiri, dan gue harus malu pada Tuhan gue sendiri……karna gue harus yakin dan gue yakin dan harus yakin, bahwa Tuhan gue ada bersama gue……..?!!!! hiduupppp budaya tidak malu,….hidup budaya tidak malu…….?
Aahhhh seghitooo amaaatttt………becandaaa kaliii….?


Sebuah diary buat sahabatku :
Mr Rai Nbow from : al_hojjon, Macca City Kingdom Of Saudia
Specials Apperace for : Mr Kafil, Mr Habib And Mr Kanca,Mr Abuya gus...
You all The Best Frinds…. Bay…bay….