Jumat, 16 Oktober 2009

kambing In D Ria


PACAR AIDS

Si kelinci yang masih muda dan belia ini menemui seorang phksiater, dan menceritakan tentang masalah pribadinya. Dokter....kata si kelinci, saya merasa amat sangat marah dan kesel sama pacar saya, sehingga saya memanggilnya lelaki gila dan bangsat yang tidak punya perasaan....papar si kelinci pada sang phksiater tersebut. Adakalanya saya rasa dia sangat keterlalauan dan kadang saya pikir memang pantas saya memanggilnya begitu.

Oh..ya...Hmmm...panggilan itu memang sangat melampaui batas dan sangat keterlaluan untuk seseorang..kilah sang dokter....lantas si dokter pun bertanya lagi....mungkin kamu punya alasan tersendiri sehingga memanggilnya demikian. Ceritakanlah pada saya, agar saya dapat memberikan jalan solosinya yang terbaik. Ya...memang ada sahut si kelinci......pada suatu malam kami sedang berduaan di dalam mobil sambil ngedeaht alias pacaran.......dia pegang tangan saya....hah dia pegangan tangan kamu...tanya sang dokter. Dia pegang tangan saya seperti yang dokter lakukan sekarang ini. Kalau hanya seperti ini kamu tidak pantas memanggilnya dia gila dan bangsat. Itu kan tandanya berarti dia tidak mau berpisah dengan kamu dan dia sangat sayang sama kamu...papar sang dokter lagi.

Lantas si kelinci bercerita lagi....kemudian dok...dia merapatkan badanya kepada saya dan memeluk saya, terus dia menciumi dan mencumbui saya. Lantas sang dokter pun mendekat lagi pada si kelinci sembari langsung menciumi si kelinci.....apakah dia melakukanya seperti ini, tanya sang dokter setelah mencium pipi si kelinci. Ya ....sahut si kelinci seperti inilah dia perlakukan saya seperti yang telah dokter lakukan tadi pada diri saya. Yah...kliah sang dokter kalau seperti ini mah kamu tidak pantas lagi memanggilnya dengan panggilan demikian.

Tapi.....si kelinci menyahut...tapi dok bukan hanya sampai di situ.....dia juga memegangi buah dada saya dan merabanya dokter. Seperti ini kah sahut sang dokter...yang langsung tanpa pikir panjang meraba dan membelai buah dada si kelinci yang montok dan bahenol itu. Iya ...dok...persis seperti ini jawab si kelinci...yang seolah tidak merasa malu kalo tubuhnya sedang di exsploitasi oleh sang dokter yang di kunjunginya. Ini sih masih belum seberapa kata sang dokter...lagian ini biasa aja lagi...kilah sang dokter pada si kelinci.

Tapi dok...sahut si kelinci....bukan sampai disitu saja dia pacar saya itu membuka seluruh pakaian saya sehingga tubuh saya tidak mengenakan sehelai benang pun, lantas si dokter pun bertanya kenapa kamu tidak melarang dia melakukan hal tersebut tanya sang dokter, ah.....tidak dok sahut si kelinci.....malah saya merelakan diri saya dan kehormatan saya, karena saya sangat sayang dan mencintai dia, Lantas sang dokter mendekat lagi pada si kelinci dan tanpa malu-malu langsung membuka seluruh pakaian si kelinci sembari bertanya......apakah dia melakukan hal yang seperti ini...tanya sang dokter...ya...ya...sahut si kelinci persis seperti ini, yang dia lakukan pada diri saya papar si kelinci lagi.

Kemudian Dok...dia melakukanya dan menyetubuhi saya......hah sang dokter terkejut. Ya iyalah saya sih mau saja karena saya cinta dia kilah si kelinci lagi. Selang beberapa menit kedepan si dokter pun bertanya......apakah dia melakukan seperti hal yang kita lakukan barusan tadi (sexs)....iya dokter......persis seperti itu. Ya......memang seperti itulah yang kami lakukan berdua saat kami sedang berada di dalam mobil kata si kelinci lagi.

Lantas si dokter bilang.........ini sih masih belum bisa di panggil gila dan bangsat lagi......kata dokter menyela seolah tidak mempunyai rasa malu terhadap apa yang telah dia lakukan tadi sebelumnya, berati dia sangat membutuhkan kamu........kilah sang dokter lagi.

Lantas dok........si kelinci pun berkata........pacar saya tersebut bilang dan memberitahu pada diri saya bahwa sebenarnya dia menderita dan mengidap Virus HIV dan sedang menularkanya pada diri saya.......persis sama ketika Virus tersebut saya tularkan pada dokter.......apa sang dokter terkejut........dia menderita AIDS......ya iyalah dok......sahut si kelinci.......nah klo yang demikian baru bisa di bilang dan dikatakan gilaaaaa........dan bangsssaaaatttt.........si dokter menyela sembari sangat kesal terhadap apa yang telah dia lakukan tadi.



MIRIP SIAPA

Si keledai yang telah tua dan uzur tengah terbaring diranjang dalam keadaan sekarat dan hanya menunggu ajal mejemput. Sedang di sampingnya sang istrinya menemani, lantas si keledai pun berkata pada istrinya.....mam....sikeledai pun meneruskan perkataanya dengan terbata-bata.......selama ini ada sesuatu yang mengganjal dalam benak dan pikiran ku yang harus aku ungkapkan kepada kamu sebelum ajal menjemputku kata si keledai pada istrinya.

Iya..pap...sahut sang istri....lantas si keledai meneruskan perkataanya........saya harap kamu mau menjawabnya dengan jujur padaku .....lantas si istri pun berkata katakan apa yang hendak papi tanyakan pada saya.......saya akan menjawabnya dengan jujur papar sang isrti lagi.

Mami.......kamu tau kan si Merry anak kita yang pertama sangat cantik dan manis kemudian si Tono anak kita yang kedua dia sangat gagah dan tampan.......tapi saya heran mam.......pada anak kita yang ketiga si Dodi, kok wajahnya sangat jelek sekali dan otaknya pun bodoh serta adat dan tabiatnya susah di mengerti.......katakanlah mam.......sebenarnya dia anak siapa sih.........si keledai berkata.

Mendengar hal yang demikian itu istri sang keledai pun menangis tersedu dan terisak........jangan takut katakanlah sejujurnya mam.......sahut si keledai lagi.........aku tidak akan marah pada mami.......katakanlah......baik......baik pap........saya akan beritahu hal yang sebenarnya........justru si Dodi itulah anak papi yang sesungguhnya.......sedang kakaknya bukan anak papi yang sebenarnya tapi anak orang lain makanya dia lebih cantik dan tampan.......tidak seperti papi yang jelek dan bodoh lagi.......hah......si keledai terkejut........! weleh....weleh.....!



NGINTIP

Si keledai yang suka sekali melakukan hal-hal yang aneh ini pada suatu hari, dia tengah mengintip pembantunya dirumahnya sendiri yang sedang mandi di kamar mandi. Tapi sialnya pada saat itu istri si keledai mendapati dan memergoki dia tengah mengintip pembantunya tersebut.

Sambil menjewer telinga si keledai.......sang istri nya sangat marah dan kesal pada si keledai suaminya. Nah sekarang kamu baru tahu rasa......kepergok oleh saya bentak sang istri pada si keledai. Namun si keledai yang di kenal banyak akal dan caranya ini, berkilah dan menyanggah pada sang istri, tengah apa yang dia lakukan tadi sebelumnya.

Bu.....Bu......kamu jangan marah dulu sahut si keledai pada istrinya.......saya ngintip hanya untuk cari bukti dan informasi bener apa ngak sih pembantu kita yang menghabiskan sabun mandi kita......karena akhir-akhir ini sabun mandi kita cepet habis. Kemudian sang istri pun menjawab oh....betul.....ya.....ya......kamu mau coba intip lagi. Jika ternyata dia yang menghabiskan sabun mandi kita maka akan ku potong gajinya....sahut sang istri.