
ISTRI PULANG PAGI
Setelah sekian lama mendekam di dalam penjara alias bui karena kasus koropsi……. sang Keledai itu akhirnya bebas juga…. karena masih ada sisa stress dia lebih banyak tinggal di dalam rumah dan jadi peminum berat alkohol…….!
Suatu saat….. konconya dulu yang sesama koroptor alias nako atawa narapidana koropsi ini datang kerumahnya dan bertanya……...hey coy……. gue heran sama elho toh……..lho mau-mau aja membiarkan istri elho yang masih muda dan cantik itu keluyuran malam dan pulang selalu pagi.
Kenapa heran....jawab si keledai sang koroptor yang sudah bangkrut itu elho tau kagax….........kalau lelaki pulang pagi itu artinya menghabis-habiskan duit……..alias uang....nah....klo sedang perempuan pulang pagi pasti bawa uang…...he…..he.......he...si keledai sang koroptor tertawa lepas…..seolah merasa tak bersalah……..!
USUT TUNTAS
Si domba …….Seorang utusan khusus di tugaskan mengusut deposito para Pejabat alias Penjahat Negara yang tengah di tengarai menyimpan harta kekayaan curiannya yang tersimpan di salah satu Bank di Swiss…….. Di sebuah Bank tersebut……… yang orang bilang paling aman guna menyimpan duit hasil koropsi…..si domba sang utusan khusus itu……. dilayani oleh salah seorang Manager Bank tersebut.
Maaf tuan kata Managers Bank tersebut kepada si domba…......apakah tuan mau simpan Uang........? tanya sang manager tersebut. Oh…...ngak.......Saya adalah utusan khusus sebuah negara jawab si domba………. Sambil menyodorkan kartu pengenal dan setelah mengamati kartu pengenal tersebut ……....manager Bank itu pun bertanya lagi………..Kalau bukan ingin mendeposito uang……....lalu apa maksud tuan datang ke sini………...?

Begini Mester.........saya ingin mendapatkan daftar nama pejabat negeri saya yang menyimpan uangnya di Bank ini. Dan manager Bank itu pun terdiam sebentar……. lalu mengelengkan kepalanya..........tidak mungkin kami memberikan apa yang tuan minta………. Itu menyalahi aturan kami...........!
Whaatt….....si domba terkejut sembari bertanya……...kamu lihat tanda pengenal saya ini……...aku ini setingkat Menteri….....tau kamu…....!
Silahkan saja tuan menjabat president sekalipun……..mustahil bagi kami membuka rahasia para nasabah Bank Kami. Oh…....begitu ya........Kamu lihat ini…….ujar si domba sambil menaruh pistol di atas meja………….. Sial-sial tuan tak bakal mampu mengubah aturan kami yang sudah ratusan tahun berlaku…………. Jadi disini aman simpan uang .....ya....tanya si domba itu lagi………..? Ya...iyalah…....sang manager Bank menjawab….......disini di garansi 100% aman tuan……....!
Oke .....klo begitu……...kata si domba tadi..............sembari menaruh dua koper alias tas diatas meja………....Deposito kan uang yang berada dalam tas-tas ini atas nama bos saya dan satu koper lagi atas nama saya........oke….!
GOMBALISASI MODERN
Dari sebuah jimat yang ada di dapatnya dari sang dukun alias mbah dukun..……… Si keledai mengelinding masuk orbit Penguasa……..….. Dan belakangan dia doyan memamah biakkan istilah globalisasi dan gombalisasi.
Ini adalah arus besar dunia …......saudara-saudara sekalian ……...tak mungkin kita hindari.......katanya lagi di berbagai forom publik untuk menarik simpatisan padanya……….saat berkampanye…….. Dan tiap kali mendengar pidatonya…...agen globalisasi ini……..orang pun bagai kena sihir. Daya pikir masyarakat yang begitu tumpul ……….boleh jadi lantaran kerancunan makanan yang sarat dengan bahan kimia dan bumbu-bumbu penyedap. Atau memang malas untuk berpikir……….. sehingga lupa ajaran alam.....soal ikut arus atau terbawa arus…….. Dan coba berdiri di tepi sungai…….benda apa yang begitu mudah terbawa arus kalau bukan busah limbah ya……...kotoran manusia……...!

Mustahil mengelak dari arus globalisasi….......Seraya mengunyah teori bahwa manusia di pengaruhi oleh lingkungan. Apalagi kini bola dunia tinggal sekepal jadi ikut arus globalisasi adalah sebuah keniscayaan………..dia bilang.
Dia berupaya keras jualan gelembung sabun……...dan Sukses juga dia bikin orang banyak lupa ajaran alam....soal pengaruh lingkungan……. coba ambil ikan di laut tidak asin........kan.......? Padahal air di laut adalah asin dan biangnya garam…….. Ikan laut bakal asin kalo ditaburi garam lalu di jemur. Artinya……..untuk bikin asin si ikan laut harus di matikan dulu. Nah……..manusia gampang jadi asin kena sihir atau di rasuki pengaruh lingkungan.
Memang bola matanya tampak nyala…… tapi sukmanya tidur…....kalau tak akan di sebut pingsan atau mati…….. Orang bangun secara fisik namun non-fisik masih lena alias terlelap. Kondisi semacam ini saran empuknya bikin orang mirip robot. Ujung-ujungnya tak sadar kehilangan harkat dan martabat dirinya sebagai manusia.
Si keledai ini juga sebenarnya paham urusan martabat dan harga diri…….. Cuman sudah lama ditukarnya jadi sekedar martabak…….. Selaku agen asing di negeri sendiri……..dia terlanjur terima dana sponsor……...dan biar dinilai akuntable………..laporan kegiatan dilengkapi dengan kliping-kliping pidatonya di koran yang menawan dan juga cuplikan video nya……….!
Berikut adalah pernik perangat tampilan globalisasinya…… sehari-hari dia pakai mobil jerman dengan mesin buatan jepang……. Punya handphone mutakhir……..merek dari Finlandia…....dan dirakit didaratan China……..Arlojinya bersepuh emas buatan Swiss……..bertatahkan berlian Afrika asahan pengrajin jempolan di Belanda……....Pakai parfum eks Amerika dengan resep Francis .....Lensa kaca matanya buatan Jepang dengan gagang berlapis platina bikinan Austria.........Ikat pinggang buatan Italia……...bahan kulit buaya hasil pengkaran di Thailand……...Sepatu buatan Inggris dengan bahan kulit ular dari India……...Kalaupun ada warna lokal ……..cuman berupa baju batik namun bahanya tetap saja nan jauh dari seberang……....sutra halus buatan China. Tapi kok warna lokalnya yang asli bangenttsss…….... itu bisa di tandai ketika dia menggunakan kalkulator.
Buatan manapun alat pintar berhitung ini........tentu lengkap tombol hitungnya. Ada tombol kalibataku alias kali, bagi, kurang, tambah………. Untuk mengkali-kali dan bagi-menbagi dan tambah atau kurang, semua tombol berjalan bagus…......ini alat waras .....namanya.
Tapi di tangan kawan yang sok globalisasi ini……...pabrik kalkulator bisa bingung dan tak dapat untuk menghitungnya. Tombol……...perkalian, tambah, kurang, dan bagi nyaris botak karena sering di pakai. Tombol bagi-membagi bahkan sengaja direkat dengan selotip. Ini kelakuan berwarna – lokal…….tulen. Singkat cerita......... dulu dia mengemis pada rakyat agar memilihnya untuk bisa masuk orbitan kekuasaan. Kini soalnya jadi lain……...kawanya-kawanya mengikat janji membuka lapangan kerja - yang pernah di obral kepada rakyat. Kok repot amat sih……....? TKI cari kerja di luar Negeri……… ini cara kita tampil beda memasuki era globalisasi. Bukan orang lain saja yang datang pada kita. Tapi orang kita sendiri datang ke negri orang untuk kerja……...katanya sembari nyegir kuda....!

Model begini sih bukan ikut globalisasi kata seorang kawanya yang masih waras. Ah jangan begitulah…….kan pribahasa titian biasa lapuk…….janji biasa mangkir…...dan mungkir…….Aku memang obral janji …...ya.......salah sendiri percaya sama janji-janji…...he...he...he...kata si keledai sang koroptor dengan wajah tanpa beban…..!
KIKIR ALA KOROP
Mau masuk kelas manapun dalam peta dunia kriminal…....si keledai sang koroptor tidak pernah pusing……..Emangnya gue pikiren...katanya...? Selepas dari bui dia bawa istri barunya melancong naik helikopter. Tarifnya ngak tanggung-tanggung $ 1000 US per orang, sebelum mengudara sang pilot bilang.........selama terbang nanti kalau anda bicara akan di denda $ 500 US tapi kalau tidak bicara sepatah kata pun akan saya kasih $ 100 US.
Dan si kelkedai itu pun setuju, setelah terbang sekian lama....heli manuver jungkir balik di udara. Dan kembali ke landasan dan sang pilot pun berkata …....Wah anda hebat …...tidak bicara sepatah kata pun .....dan si keledai pun menjawab........sebenarnya saya mau bicara tadi........tapi takut di denda…….. anda mau bilang apa tadi….....tanya sang pilot itu lagi......... Istri saya jatuh….......!