
SETAN DAN SINGGASANA APAKAH AKU PENGIKUTMU
Suatu senja sore nan indah, matahari yang hampir tenggelam menyemburatkan warna merahnya nan menawan, di tepi Laut merah nampat seseorang tengah mundar mandir diantara riak gelombang nan perkasa seolah tak pernah surut menerpa dan menerjang di bebatuan di tepi Laut Merah. Orang itu ternampak ada yang dikipikirkan dan seolah ada yang tersesal, dari sorot matanya yang kadang redup dan terkadang berubah menjadi tajam menatap ke tepi laut yang seolah tak berujung disuatu senja nan indah dan menawan.
Sebut saja dia Si Kambing, ya seseorang tersebut tak lain adalah si kambing yang tengah seorang diri memandangi tepi Laut Merah di senja yang merona itu. Si kambing terpikir dalam benaknya seolah rasa sesal yang sebenarnya tak pantas untuk itu, dia menerawang dan khayalnya seolah terbang setinggi langit dan rasa keluhnya timbul dalam benak sanubarinya yang terdalam.....Kenapa gue tidak bisa menikmati hidup ini dengan bahagia.....dan kemewahan......? kenapa gue dijadikan Tuhan dalam keadaan miskin...dan kenapa gue sedikitpun tidak pernah menikmati manisnya dan indahnya dunia ini......tanya kambing didalam hati......?

Gue lihat kehidupan orang lain penuh dengan kebahagian dan keindahan, bukanya gue seorang pemalas.....bukan juga gue seorang tidak mau berusaha untuk mencapai itu....tapi hasil yang gue dapat selalu gagal dan gagal.........oh Tuhan gue bukan iri pada mereka dan gue juga bukan sakit hati pada mereka....tapi gue hanya ingin Kau dengar permintaanku........keluh si kambing di dalam hati.
Gue tinggalkan tanah leluhur gue yang jauh lebih subur dari pada tanah yang kupijak sekarang yang penuh dengan ketandusan dan rasa gersang ini....namun yang gue lihat bukan kepedihan dan penderitaan dari rakyatnya ditanah ini, malah mereka hidup dengan berkah dan nikmat yang melimpah yang mereka rasakan. Gue tinggalkan tanah leluhur gue guna mendapatkan sedikit saja limpahan itu, namun bukan nikmat yang gue terima tapi malah seolah azab Engkau yang kian mendera gue.......pikir sikambing di dalam hatinya yang tengah gundah diselimuti persoalan hidup yang kian mendera dirinya.
Atau apakah gue harus jadi pengikut setan dan gue harus berpaling dari Engkau....Seperti yang gue lihat di tanah leluhur gue, mereka yang menari dengan riangnya diatas pendritaan sesamanya....yang kurang bernasib baik, diatara para konglomenator....yang berpoya dengan gelimangnya harta mereka.....seolah tak peduli nasib sesama atau para koroptor yang dengan suksesnya duduk diatas singgasana penderitaan rakyatnya, seolah mereka lupa bahwa tanah yang di merdeka kan oleh pendahulu mereka adalah untuk dinikmati seluruh anak cucunya bukan disantap dan di babat habis oleh se kelompok atau seorang untuk ditumpuk dan ditumpuk demi tujuan hidup yang sebenarnya cuman sebentar......jangan salahkan mereka, kalau ada yang harus jadi pencuri, atau harus jadi penzina dan pelacur guna menutupi dan mengalangi perut mereka demi untuk bertahan hidup.....pikir si kambing yang berkecamuk didalam hati.

Tak lama beberapa saat hening didalam hati si kambing......apakah gue harus jadi pengikut mu hai setan......! gumam si kambing......ya...ya....gue harus jadi pengikut mu......tapi di manakah engkau berada...dan dimana aku harus mencarimu....? pikir si kambing lagi.....!
Oke gays.....kita lanjut cerita.....Dan tak lama kemudian munculah sang setan yang dipanggil-panggil oleh si kambing tersebut. Lantas si kambing pun berkata.....hai...apakah....elho setan......lantas setan pun menjawab.....ya...akulah setan yang kau pangil-pangil.
Si kambing pun berkata...apakah engkau dapat menolong gue wahai setan.......? Ya....tentu saja kenapa enggak...jawab setan. Dapatkah engkau mewujudkan cita dan anganku......? tanya si kambing. Okey kata setan kau sebutkan saja apa keinginan mu......! Gue pingen lepas dari kesusahan yang mendera hidup gue....gue pengen nikmati sisa hidup gue dengan kebahagian....dan kemewahan, gue pengen semuanya yang terindah di dunia ini......pinta si kambing. Baik.....baik kata setan...semua keinginan mu akan ku wujudkan....? Tapi aku ada sarat.....setelah sepuluh tahun kau menikmati dan menjalani sisa hidup mu dengan kebahagiaan dan kemewahan....maka kau harus ikut aku kedalam Neraka ku dan menjadi rakyat ku di atas singgasana ku di dalam kerajaan Neraka......apakah engkau mau....karena seluruh sisa hidupmu hanya untuk menjadi abdi ku yang setia kelak di dalam kerajaan Neraka ku......apakah engkau sanggup....kata setan pada si kambing. Lantas si kambing pun menjawab....ya gue sanggup dan gue akan penuhi janji gue kepada mu.......Lantas setan pun berkata...sekarang pulang lah engkau kerumah mu dan temui disana engkau akan mendapatkan segala macam perhisan intan berlian dan uang yang berlimpah. Baik kata si kambing, dan tak lama kemudian kambing pun meninggalkan tepi Laut Merah tersebut yang kian mulai gelap.

Oke...gangs kita lanjut...Dan sesampainya di rumah si kambing pun mendapati apa yang telah di katakan oleh sang setan tadi. Dia menemukan intan berlian dan uang yang bertumpuk di dalam rumahnya. Sehingga secara drastis hidup si kambing berubah total, dari yang dulunya seorang yang miskin papa...sekarang berubah menjadi seorang kaya raya penuh dengan limangan harta. Dan si kambing pun menikmati hidupnya dengan kemewahan dan kesenangan.
Okey cerita pun berlanjut.....next times kemudian, Tibalah si kambing pada saat tahun yang ke sepuluh dia menikmati hidupnya dengan kesenangan dan kegembiraan.....dan dia sadar bahwa umurnya tidak akan lama lagi dan dia juga sadar bahwa kelak dia akan menjadi abdi setan di dalam kerajaan Neraka. Maka si kambing pun pergi ke tepi Laut Merah di mana ia kali pertama bertemu setan dan mengikat sebuah perjanjian dengan sang setan. Sambil melamun di senja itu, si kambing pun terpikir di dalam benaknya.... gue sudah mendapatkan segala apa yang gue impikan dan inginkan selama ini. Ya....gue telah dapatkan semuanya...gerutu si kambing di dalam hati. Sekarang gue pengen balik seperti hidup gue semula penuh den penderitaan dan kemiskinan yang mendera...gue harus tinggalkan segala kekayaan dan kesenangan yang selama ini gue nikmati.

Dan lanjut cerita...Si kambing pun meninggalkan segala kehidupanya yang mewah dan menjadi si kambing yang sepuluh tahun silam....miskin....di cemooh orang....dan selalu jadi bahan ejekan sesamanya. Dalan sisa hidupnya yang tak lama tersebut, si kambing kembali pada jalan Tuhan Nya dengan rasa penuh penyesalan. Dalam hati si kambing bermohon pada Tuhan Nya....Gue memang salah dan sadar itu....Wahai Tuhan Ku...gue memang tak pantas untuk balik lagi kejalan mu......tapi disisa hidup gue ini....gue hanya bermohon pada Engkau...ampuni kesalahanku...dan gue memang tidak pantas untuk menjadi ahli Surgamu....namun gue bermohon hanya satu ampuni gue dan kesalahan gue.........begitulah pinta si kambing pada Tuhan Nya sembari rasa sesal.
Next Times kemudian, cerita pun berlanjut.....Tibalah azal menjemput si kambing, si kambing pergi meninggalkan dunia buat selamanya dan memasuki alam yang kekal dan tidak ada lagi alam setelah itu. Segala harta dan kemewahan dia tinggalkan tampa ada yang tersisa, cuman polah laku dan tingkah di dunia saja yang megiringnya masuk ke alam yang kekal dan abadi.
Kemudian datanglah sang Setan menemui si kambing.....nah sekarang kau telah kembali dan apakah enkau ingat akan perjanjian dengan aku.....? kata Setan pada si kambing. Ya ....Ya.....gue ingat dan gue tak bakalan ingkar akan sebuah janji.....maka sekarang gue akan penuhi janji tersebut....kata si kambing. Baik kata Setan...sekarang kamu harus ikut aku kedalam kerajaan Neraka yang aku pimpim dan engkau menjadi rakyat ku yang setia buat selama-lamanya.......sekarang marilah.....pintu Neraka ku telah menjambut engkau......kata sang Setan lagi.
Dan tak lama kemudian mereka tiba di depan gerbang kerajaan Neraka......ketika si kambing mau di lemparkan kedalam api yang menyala-nyala tersebut.......Lanjut cerita......Oke coyyy....Datang lah dua orang Malaikat penjaga Surga yang menarik si kambing dari jalaran api Neraka Jahannam tersebut...tersentak saja Setan dan Malaikat Zabaniyyah sang penjaga Neraka terkejut, dan langsung berkata pada dua Malaikat penjaga Surga tersebut.....Hai Malaikat Penjaga Surga...apakah engkau tidak tahu bahwa orang ini adalah calon penghuni Neraka ini.....Kenapa kalian menyelematkan dan menariknya dari jilatan Api Neraka Jahannam ini.

Okey gays.....kita lanjut cerita....Lantas Kedua Malaikat penjaga Surga pun berkata.....Dia bukan penduduk dari Neraka Jahannam ini dia adalah penduduk Surga dan oleh sebab itu aku akan menjemputnya kemari untuk membawanya kedalam Surga....! Tidak kata Malaikat penjaga Neraka....! Dia adalah penduduk Neraka Jahannam ini.....apakah engkau tidak tau apa yang dia lakukan selama hidupnya di dunia....dia hanya bersenang-senang dan bermewah-mewah dengan dunia, dia lupakan Tuhan Nya....dan bahkan ia mau menjadi pengikut dan abdi Setan......apakah aku salah kalau aku memasukanya kedalam Neraka Jahannam ini....tanya malaikat Zabaniyyah sang penjaga Neraka.
Lantas Malaikat penjaga Surga pun berkata......tidak api Neraka tidak pantas menjilat dan membakar tubuhnya....dia adalah penduduk kami di dalam Surga.....apakah engkau tidak tahu juga bahwa di akhir sisa hidupnya selama tiga bulan....itu, dia telah menyesali dan berbalik pada jalan Tuhan Nya.......dia tinggalkan segala kemewahan dunia...dia tebus segala kesalahanya....dan oleh karena itu juga maka ia pantas untuk menjadi penduduk Surga.
Lantas Sang Setan pun berkata....hai kalian Malaikat penjaga Surga....apakah engkau tidak tahu bahwa ia telah mengikat perjanjian dengan aku dan ia akan selalu menjadi abdi setiaku di dalam Neraka. Kenapa kalian mau mengambilnya dan mengingkari bahwa setiap yang menjadi pengikutku waktu di dunia maka kelak di alam akhirat pun ia akan menjadi abdi setia ku di dalam Neraka. Karena itu wajar saja kalau aku membawanya masuk ke dalam Neraka ini.
Okey.... cerita pun berlanjut.....diantara saling debat yang memanas diantara Setan dan Malaikat penjaga Surga ini....maka si kambing pun menengahi dan berkata pada meraka.......Maaf wahai Malaikat penjaga Surga.....Gue memang tidak pantas untuk jadi penghuni Surga......karena gue waktu di dunia telah melakukan kesalahan dan dosa besar.....karena itu gue pantas untuk masuk ke dalam Neraka ini......lantas Malaikat penjaga Surga pun berkata.....Wahai sang Kambing......engkau adalah ahli Surga dan Tuhan Mu telah mendengar permintaanmu......Tidak wahai Malaikat Penjaga Surga....kata si kambing lagi......Gue telah mengikat perjanjian dengan Setan....dan gue juga telah berjanji akan mengikutinya dan menjadi teman setianya di dalam Neraka dan gue juga tidak ingin ingkar janji dan sumpah gue pada Setan, karena Tuhan juga melarang keras setiap perbuatan yang mengingkari janji.......... karena itu pulanglah wahai Malaikat penjaga Surga........Tidak kata Malaikat penjaga Surga....Apakah engkau lupa apa yang telah engkau lakukan selama terakhir tiga bulan sebelum azalmu tiba....engkau telah menyesali perbuatanmu dan engkan juga kembali pada jalan Tuhan Mu dengan rasa penyesalan yang sungguh-sungguh dan engkau hiasi di sisa akhir hidupmu dengan amal kebajikan yang engkau lakukan dengan Ikhlas.......dan....tampa pamrih, oleh sebab itu maka engkau sangat pantas untuk menjadi peduduk Surga.
Lantas sang setan pun berkata....wahai kalian Malaikat penjaga Surga....apakah kalian tidak mendengar kata si kambing tadi....bahwa dia telah mengikat perjanjian dengan aku dan dia tidak ingin menginkari janji dan sumpahnya...karena itu pulanglah kalian biarkan si kambing ini pergi bersama ku kedalam Neraka.
Lantas Malaikat penjaga Surga pun Berkata pada Setan.....wahai Setan apakah engkau lupa bahwa yang Maha Berkuasa Adalah Allah SWT......Dia Mendengar dan Mengampuni segala kesalahan yang dia lakukan selama sisa akhir hidupnya. Dia telah bertobat dan Tuhan telah mengampuni dan mengabulkan tobatnya.....apakah engkau juga lupa bahwa Tuhan pernah berkata sebesar apapun dosa manusia meski sebesar dan seluas langit dosanya, kalau dia mau bertobat dan menyesal dengan sungguh-sungguh Dia (Allah SWT) pasti mengampuni dan mengabulkanya. Karena itu di sisa akhir hidupnya dia telah melakukanya dengan rasa penyesalan dan sungguh-sungguh, maka dia sangat pantas untuk menjadi penduduk Surga....dan lantas Sang Setan dengan rasa kekesalan dan merasa kalah berkata pada Malaikat penjaga Surga.....sekarang bawalah dia kedalam Surga.....bawa dia kedalam Surga.....!

Kemudian Malaikat penjaga Surga Menarik Tangan si kambing....seraya berkata Allah SWT telah mengampuni segala dosa dan kesalahanmu.....maka sekarang ikutlah bersama kami kedalam Surga dan engkau pantas untuk tinggal dan diam buat selamanya disana.