
KEMULIAAN
Hey untuk kenapa siih harus kita merana, hanya karena mungkin kita terlahir kedunia dari seorang ibu yang sangat durjana, sementara bagi mereka yang orang-orang yang jelas-jelas hina baik dimata manusia terlebih dimata Tuhan, yaitu orang yang yang berbuat maksiat, kejahatan baik yang Nampak atau yang terselobong dengan bungkus kain terhormat dibawah bendera birokrasi,koropsi, manipulasi dan segudang kejahatan, serta senang berbuat kerusakan dimuka bumi. Toh mereka dapat tertawa dengan sangat riangnya, terkikik dan terbahak seolah tidak merasa apa yang telah mereka lakukan dan menikmati dunia dengan seolah tampa sebuah beban dosa. Lihatlah para koroptor kelas kakap yang yang mengerogoti harta Negara, para seleb yang over yang seakan menelorkan virus dan gaya hidup yang sangat tidak islami, para pelacur dan penjaja cinta kelas jalanan, penzina, bahkan seorang yang tergolong dalam lingkungan non, atau kafir pun, mereka dapat tertawa, dan terbahak dalam kedurjanaan mereka. Buat apa sedih dan terus larut dalam penyesalan ? padahal sangat tidak mungkin tuhan menimpakan kenistaan dan kehinaan bagi kekasih Nya dan hamba Nya yang taqwa. Kalau pun tuhan menimpakan kenistaan dan kehinaan, itu bukan karena salah dari ibu bapaknya, nenek moyangnya, dan segala garis dari turunanya, namun semua itu tak lebih dari apa yang telah dia perbuat dan kerjakan yang berujung kenistaan dan kehinaan atas dirinya sendiri.
Bukan anak seorang pelacur yang nista, dan bukan pula anak seorang penzina yang terhina, karena setiap dari diri kita bertanggung jawab atas segala amal yang kita lakukan, tak kenal istilah dosa turunan bahkan dosa warisan, seperti hal nya juga tidak ada istilah amal shalih yang diwariskan. Mari tatap dunia kedepan, pancang kan cita dan keinginan setinggi jua pun, gelar dan apalah kata orang pada kita atau julukan sebagai anak durjana yang terlahir dari seorang ibu yang nista, tidak menjadi halangan dan rintangan dan jangan sampai menjadi jeruji yang harus menghalang dalam meraih sebuah impian dan kebahagian. Sebaliknya harus jadi pembakar semangat perjuangan dalam meraih keridhaan dan keampunan dari Tuhan Nya.
Toh tak ada seorang pun yang tau bahwa besok ada apa yang harus terjadi, sama halnya tak ada yang perduli akan nasib dankenapa aku harus terlahir dari seorang yang durjana, semua takkan menjadi haling rintang dalam merebut dan meraih kemuliaan disisi tuhan.