PASUKAN CINTA
Bila seorang pelaku zina mesti menanggung azab dari tuhanya, dan bila seorang wanita yang melahirkan bayi akibat karena diperkosa amat menderita, lalu ghimana wanita kelas malam yang menjajakan cinta dan dirinya dan menjadikan itu sebagai salah satu propesi yang membanggakan dan dijadikan sebagai kegiatan rutinitas pekerjaan sehari-hari guna mendapatkan sejumlah nilai polos, yang toh kalau kita mati semua juga harus ditinggal. Ya kalau yang mengerjakan ini adlah wanita polos dan dunggu bahkan yang terhimpit penderitaan karena ketidak tahuan dan kebodohannya, mungkn bagi gue sendiri itu adalah wajar.
Tapi bagaimana mereka yang melakukan ini adalah yang berlevel terdidik, yang mengerti akan sebuah kebaikan, kenal dengan segala macam perkembangan dunia, tahu akan baik dan buruk, dan bahkan mengerti dan juga kalau dipikir, dengan keahlianya dan pendidikanya toh mereka dapat mencari kerjaan yang jauh lebih baik meski hasil didapat tak sepadan dengan keringat yang keluar, tapi kenapa lagi-lagi kenapa harus pekerjaan ini yang dipilih, harus menjadi penjaja cinta dimalam hari, dan menari dengan gembira dibawah hingar bingarnya kehidupan malam, toh mereka bukan orang bodoh yang tidak tau, tapi mereka yang berstatus siswi atau mahasiswi yang menjajakan cintanya dan dirinya.
.jpg)
Cahaya Islam telah lama bersinar dan berkumandang dengan lantang, bahwa hadirnya agama islam itu sendiri adalah untuk mengangkat dan meninggikan harkat dan martabat bagi wanita itu sendiri, dari lembah kenistaan dan kehinaan menuju cahaya yang penuh dengan kemulyaan dan menjadikan wanita itu sendiri, sebagai perhiasaan yang terindah, sebagai seorang hamba yang layak dicinta, dimanja, disayang dan dipuja, dijakan ia akan sebagai bidadari kecil yang dalan surga kehidupan sebelum surge yang sebenarnya.
Meski telah banyak yang menyampaikan antara hak dan kewajiban bagi kaum perempuan, kemuliayaan dan kenistaan, kecantikan dan kehinaan, bahkan harga diri dan kekejian dalam dirinya, bila tidak mau menutup auratnya, atau aurat-aurat laknat akan masih tetap bertebaran, lengkingan suara-suara nista akan mesti terdengar, dan juga adat dan tabiat laknat akan diwariskan pada anak dan keturunanya, tentu sebuah nestapa besar bagi peradaban dunia, yang berakibat semakin akan jauhnya hidup dari agama, dan salah satu penentu yang sangat berperan besar adalah wanita itu sendiri, karena wanita lah yang merupakan penentu baik buruknya sebuah peradaban dan karena setiap manusia, terlahir dari rahim seorang wanita. Dan kalau akan hal ini bagi mereka tidak menyadarinya, tentu akan menjadi bencana besar dari peradaban itu sendiri, karena pada dasarnya mereka kaum wanita adalah yang mulia, bahkan sampai-sampai surga terletak dibawah kakinya.