Sabtu, 18 Juli 2009

Kenikmatan Sesaat


Antara Hasrat dan Nafsu

Kenikmatan sesaat tidak sebanding dengan apa akibat yang harus diterima setelah berbuat. Yaa begitu deeh...! kiranya salah satu ungkapan yang patut di peruntukan bagi seorang yang bernama tak lain dan tak bukan yaitu, si keledai. Betapa tidak, si keledai baru menyadari akan perbuatanya setelah ia mendekam dan meringkuk dalam tahanan, hanya karena masalah ini....!

Ceritanya ghini.. Semua karena kejahilan dari tangan sikeledai (eh emangnya si keledai punya tangan ya...), gara-gara ia memegang anunya....anunya... apa siih..? jorok.. ahh....! anunya... si kelinci.. ehh.. emangnya sikelinci punya anunyaaa... anunyaa... apa.. yaaa...? Hal ini sikeledai lakukan karena hasrat keingin tahuan dan rasa penasaran dari dalam diri si keledai.



Si keledai yang sudah memiliki anak dan istri ini, pada suatu saat, ia sedang duduk di tepi jalan disebuah halte dari kawasan kota yang ternama dimana sikeledai tinggal. Saat itu kelinci melintas di depan si keledai dengan berjalan kaki, menuju tempat kerja nya kelinci yang tak jauh dari tempat duduk dimana si keledai saat itu berada. Tiba-tiba saja si keledai ini langsung memegang buah dada si kelinci, (ehh kelinci punya buah dada juga yaa...tao kaliii),




Kelinci tentu saja sangat marah akan hal ini, masa..! buah dada saya di pegang-pegang emanya ini tempat apaan siihh...?, saat dikonfirmasi saat berada dikantor polisi. Sementara sikeledai dengan cengengesan merasa senang setelah melakukan hal tersebut. Kontan saja kelinci langsung melaporkan tindakan yang dia anggap telah melanggar asusila dan pelecehan seksual ini pada komisi dan perlindungan hak hukum bagi warga mereka alias polisi. Haaa,,, rupanya mereka punya lembaga itu juga yaa...! ya ialah bukan hanya kita doank... yang punya lembaga semacam itu, yang katanya polisi dengan semboyanya sebagai pengayum dan pelindung rakyat, atau malah sebaliknya,..! didunia mereka pun ternyata ada.
Pada saat dinterogasi dikantor polisi, si keledai mengaku, hasrat keingin tahuan dia untuk memegang buah dadanya sikelinci itu timbul secara spontan dan tiba-tiba tampa harus terencana sebelumnya.

Polisi : Hey keledai, kenapa ini kamu lakukan, kamu sadar ngak, kamu telah melakukan tindakan asusila, dan ini dilarang dinegara hukum ini, kamu tahu... gertak polisi saat menginterogasi sikeledai dikantornya.
Si keledai : tau pak,... ya gue cuman penasaran aja pak..! ketika saya melihat tubuh sikelinci yang berisi dan montok, serta sexsi, apalagi buah dadanya pak..! coba liat aja... mungkin klo ukuran branya yaaa... harus diatas 38 sampai 40 ghito deeh jawab sikeledai, terus gue sangat penasaran pengen memegangi buah dadanya, kira-kira apaan siih isi di dalamnya,,, jadi jangan salahkan saya donkk pak..? akan masalah ini...saya cuman pengen tao doank...kira-kira isinya apa. Dan saya hanya memeganginya saja pak, saya kagum dengan bentuk tubuhnya yang padat.... jawab.. keledai enteng.





Dia menolak dikatakan tidak puas akan pelayanan sang istrinya dirumah, Karena perbuatan itu, keledai lakukan secara spontan dan tampa terencana apapun. Rasa penasaran keledai langsung terobati dan hilang setelah memegangi buah dadanya si kelinci. Karena kalau dibayangkan saja tidak puas, apalagi kalau dipikirkan, mending langsung dipagang aja, jawabnya sembari tersenyum simpul.

Tampa disadari oleh sikeledai akan perbuatanya itu dia harus meringkuk dalam tahanan dengan tuntutan tindakan asusila.




Namun lain lagi pikir sikelinci, lha iya lah... siapa yang ngak marah klo buah dada saya main pegang sembarangan, dipinggir jalan lagi... emangnya dia pikir gue cewek apaan... cewek jadi-jadian...!, gerutu si kelinci, sambil terpikir didalam hatinya... sayang elho.... keledai...! kenapa lho lakuin dipinggir jalan, coba dilakukan ditempat sepi... pasti gue mau... ya.. haaabiisss.. rasanya enak juga kalau buah dada saya dipegangi... sampai - sampai punya anu saya juga bergerak... pikir sikelenci dalam hatinya.... gilaa... ternyata elho suka juga....yaa...
Yaap.....bay..bay...