HOLLY AND HUMAN
Manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini, adalah sudah menjadi fitrah dan tugasnya lah untuk men Tauhid kan Tuhan Nya. Karena memang salah satu tugas dari, Tuhan pada manusia ketika ia menyatakan siap untuk diterbitkan kemuka bumi ini, adalah untuk mengabdi dan menyembah Tuhan Nya, yang telah menjadikanya dari segumpal tanah. Bahkan tuhan sendiri pun sudah mengeluarkan maklumatnya bagi kita manusia ;
“Tidak lah Aku akan menciptakan dan menjadikan Bangsa Jin dan Bangsa Manusia, tidak lain adalah kalian harus, dan harus tunduk untuk mengabdi hanya kepada KU.”
Fitrah manusia sebagai hamba yang bertauhid dan meng Esa kan Allah SWT, baik ia yang terlahir dari seorang ibu yang shalih, durjana dan durhaka, penzina dan bahkan pelacur sekali pun. Ia tidak bisa lari dari sebuah kenyataan yang memang benar-benar nyata, sebagai mahkluk dan hamba yang wajib tuduk pada segala apa yang menjadi garis perintah Nya, dan apa yang menjadi garis larangan Nya. Dan kita juga tidak bisa berpaling dari sebuah kenyataan bahwa, diri kita adalah mahkluk yang papa dan tiada daya, terkecuali hanya Tuhan itu sendiri Yang Maha Perkasa. Kita terlahir kemuka bumi ini karena cinta Nya, hidup dalam dalam pemeliharaan Nya, dan sudah semestinya dan seharusnya lah kita tunduk dan taat pada NYa.

Kenapa…? Emangnya…! Bukankah manusia terlahir ke muka bumi ini telah menyetujui sebuah Memorandom dan teken kontrak, bahwa ia di terbitkan ke bumi ini tidak untuk bersenang-senang dan bermain – main semata…? Tapi ada hal yang paling penting yaitu taat dan patuh atas segala Perintah Nya.
“Ingatlah, Ketika Tuhan Mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah Mengambil sebuah kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berkata) : Bukankah Aku ini Tuhanmu..? Mereka menjawab : (Engkau Tuhan Kami), kami menjadi saksi, (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari qiamat kamu tidak mengatakan : sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Ke Esaan Tuhan). Qs_ al-A’raaf : 172_red
Namun yang jelas tidak ada alasan bagi kita sebagai manusia, baik yang terlahir dari yang kaya dan berada atau pun yang sebaliknya dari yang papa dan tak punya. Tuhan tidak akan pernah membedakan akan hal itu, namun yang menjadi pertimbangan Nya adalah, sehebat dan sekuat apa bagi kita manusia dalam menjaga dan memelihara nilai dari keimanan dan ketaqwaan kita pada Tuhan.
“Hapadkanlah wajah kamu dengan lurus kepada agama (Allah), tetaplah atas fitrah Allah, yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. “ :qs : ar_Ruum : 30_red